//ANGGUR YANG BARU DI TAHUN YANG BARU

ANGGUR YANG BARU DI TAHUN YANG BARU

Anggur baru apakah itu? Anggur baru adalah kebenaran dan prinsip hidup yang disediakan oleh Kristus bagi kita, yang telah dipanggil ke dalam kerajaanNya. Namun, seperti orang-orang Yahudi pada zaman Yesus, mereka masih terikat pada “kirbat kulit” tua. Jika anggur baru diberikan, maka akan terkoyaklah “kirbat kulit” tua, dan anggur baru pun akan terbuang. Kirbat kulit yang tua menggambarkan sistem keagamaan Yahudi yang lama, dan telah bercampur dengan tradisi manusia. Hal itulah yang menghalangi tersimpannya air anggur baru, yaitu kebenaran dan prinsip hidup yang diajarkan oleh Kristus kepada mereka.
Demikian pula yang terjadi sekarang. Gereja masa kini hampir sama keadaannya di zaman Yesus, dimana banyak “anggur baru” disediakan bagi gereja, tapi gereja mempertahankan “kirbat kulit” tua, yaitu sistem yang dipengaruhi tradisi manusia yang bertentangan dengan kebenaran. Hal inilah yang membuat gereja masa kini tidak mengalami anggur baru dan cara hidup baru sesuai apa yang disediakan oleh Kristus bagi gerejaNya.

Ganti Kirbat Kulit
Jika kita merindukan anggur baru yang dicurahkan kepada kita pada tahun 2014 ini, maka kita harus mempersiapkan diri untuk mengubah kirbat kulit tua menjadi kirbat kulit baru. Kirbat kulit berkaitan dengan kondisi hati kita. Apakah kita bersedia memiliki hati yang siap sedia untuk berubah? Apakah kita memembiarkan Tuhan menyingkapkan konsep dan sistem hidup lama, yang dipengaruhi oleh tradisi manusia yang bertentangan dengan firman Tuhan. Tradisi manusia adalah kebiasaan hidup yang digerakkan oleh konsep dan sistem yang tertanam di pikiran bawah sadar kita. Itu sebabnya, sepanjang tahun lalu, Tuhan telah mempersiapkan kita dengan mengajarkan kita bagaimana menyingkirkan pikiran-pikiran bawah sadar yang bertentangan dengan firman Tuhan.
Mari kita terus mempraktekkan prinsip transformasi hati tersebut pada tahun ini. Hendaklah kita aktif membiarkan Tuhan menyingkapkan pikiran tradisi manusia, yang bertentangan dengan firman yang tertanam di pikiran bawah sadar kita. Singkirkan pikiran tersebut dan terima “anggur baru,” yaitu kebenaran dan cara hidup dari Tuhan. Tanamkanlah kebenaran tersebut dalam pikiran bawah sadar kita. Bila kebenaran-kebenaran (anggur baru) itu tertanam di pikiran bawah sadar kita, maka kita menjadi tanah hati yang baik, yang pasti menghasilkan buah.

 

Terima Anggur Baru
Jika hati dan pikiran kita siap untuk berubah, maka Tuhan mencurahkan anggur yang baru kepada kita. Marilah kita memulai sebuah permulaan baru di tahun 2014 ini. Kita mempraktekkan kebenaran-kebenaran yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada beberapa hal yang merupakan “anggur baru,” yang akan kita praktekkan dengan “kirbat kulit” baru:
1. Keimamatan semua orang percaya.
Tahun ini kita mau mempraktekkan keimamatan semua orang percaya. Kita adalah pelayan Tuhan yang diutus untuk membangun rumah Tuhan. Semua orang Kristen menginjil, memuridkan, menggembalakan, bernubuat dan bermisi. Semua tradisi manusia yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar, yang mempercayai bahwa hanya kaum “pendeta,” para fulltimer, atau penatua-penatua saja yang melayani harus dibersihkan. Semua orang percaya (anggota jemaat) akan dilatih tahun ini untuk menjadi murid-murid yang siap memuridkan orang lain dalam pemuridan one on one. Setiap komunitas sel akan diperlengkapi oleh kelima pelatih (equippers), sehingga menjadi sehat dan siap membangun rumah Tuhan di area (kota) dan provinsi kita.
2. Kepenatuaan dan jemaat lokal
Ketika penatua-penatua ditetapkan di setiap jemaat lokal, maka jemaat-jemaat lokal di Abbalove Ministries akan bertumbuh dengan kasih karunia Tuhan. Gaya hidup kepemimpinan majemuk dari Allah Tritunggal akan diteladani oleh para penatua dan pemimpin yang ada. Setiap komselpun akan memiliki pemimpin-pemimpin yang majemuk. Akibatnya, gaya hidup saling tinggal dan saling mengasihi dari Allah Tritunggal terekspresi dari setiap jemaat lokal di Abbalove Ministries. Semua jemaat lokal yang ada harus siap berjejaring dengan bagian lain dari tubuh Kristus yang ada untuk menjangkau area tersebut bersama-sama. Kita harus menyingkirkan konsep-konsep berjemaat yang tidak alkitabiah, yang berasal dari tradisi-tradisi manusia, yang bertentangan dengan firman dari pikiran bawah sadar kita.
3. ATM dan misi
Walau setiap jemaat lokal telah menjadi otonom, tetapi setiap jemaat lokal harus mempunyai hubungan yang interdependen (saling bergantung) dengan tim kerasulan (Apostolic Team Ministry) dan jemaat-jemaat lokal lainnya. Ini sebuah paradoks. Otonom, namun interdependen. Walau setiap jemaat lokal telah otonom, namun mereka tetap perlu mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemat lokal lainnya (Wahyu 3:6). Walaupun setiap jemaat lokal telah otonom, namun perlu terus-menerus diperlengkapi oleh kelima jawatan (rasul, nabi, penginjil, gembala, dan guru) dari ATM, untuk menjadi dewasa penuh. Ada satu hal lagi yang sangat penting. Pada tahun ini kita akan bertumbuh sebagai gereja yang apostolik (misioner). Setiap anggota jemaat bukanlah penonton pasif, tetapi mereka adalah utusan Kristus yang siap pergi ke ladang misi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ke suatu suku atau kelompok yang belum terjangkau. Oleh karena itu, kita harus menyingkirkan pikiran-pikiran tradisional yang bertentangan dengan hal-hal di atas, yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar kita.

Komsel dan Pemuridan One on one
Semua “anggur baru” dapat ditampung bila kita menyediakan kirbat kulit baru. Saya percaya kirbat kulit baru bukan hanya berbicara dalam kaitan dengan hati, tetapi juga berbicara mengenai “wadah” atau sistem kejemaatan yang ada. Semua kebenaran dan cara hidup (anggur baru) yang diberikan kepada kita oleh Tuhan tidak mungkin efektif dipraktekkan bila tidak ada “wadah” (kantong kulit) yang cocok. Wadah / sistem gerejanya harus mendukung kebenaran / prinsip hidup yang disediakan oleh Tuhan. Saya yakin wadah / sistem gereja adalah komsel dan pemuridan one on one. Contoh: tidaklah mungkin kita mempraktekkan imamat semua orang percaya bila setiap orang percaya tidak hidup di dalam komsel dan mempraktekkan pemuridan one on one. Tidak mungkin penatua-penatua mempraktekkan gaya hidup saling tinggal dan saling mengasihi, bila mereka tidak pernah kumpul sebagai sebuah komsel. Mereka tidak mungkin memultiplikasikan gaya hidup itu dengan efektif kepada penatua-penatua baru, bila mereka tidak memuridkan penatua-penatua baru dengan pemuridan one on one.
Demikian juga dengan ATM dan misi. Oleh sebab itu, pada tahun ini kita akan memastikan agar setiap anggota jemaat memiliki “kirbat kulit” baru. Kita akan memastikan agar setiap anggota jemaat tertanam dalam komsel dan mempraktekkan pemuridan one on one.

Eddy Leo, M. Th, penatua jemaat Abbalove Ministries.

2019-09-29T06:16:47+07:00