/, Bible & Science/Apa ada Dinosaurus di Bahtera Nuh?

Apa ada Dinosaurus di Bahtera Nuh?

Apa ada Dinosaurus di Bahtera Nuh?

Di artikel sebelumnya, kita sudah melihat bukti bahwa manusia adalah penciptaan khusus dan tidak berasal dari kera. Semua fosil yang disebut “missing-link” ternyata bukan “missing-link” seperti yang pertama diumumkan di surat-surat kabar tetapi sebagian adalah kera yang sudah punah, sebagian ternyata manusia yang berpenyakit, khususnya yang rawan gizi sehingga ada deformasi (perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda) tubuhnya, dan lain adalah rekayasa ilmuwan penipu yang sedang mencari popularitas dengan menunjukkan kejutan-kejutan yang kemudian dinyatakan palsu!

Bulan ini kita menyelidiki faham umum bahwa dinosaurus-dinosaurus punah lebih kurang 65 juta tahun lalu dan bahwa manusia baru mulai berevolusi 3 juta tahun yang lalu. Berdasarkan informasi tersebut adalah mustahil manusia dan dinosaurus telah hidup bersamaan waktu. Tetapi bagaimana kalau ada bukti bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup pada zaman yang sama? Kalau benar bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup bersama maka teori Darwinisme tentang asal-usul manusia dan dinosaurus dan faham Dr. Charles Lyall, ahli geolog yang mempengaruhi Darwin bahwa umur bumi adalah sangat tua, akan terbukti salah, dan Alkitab akan terbukti benar!

Dalam Alkitab, manusia dan dinosaurus telah hidup bersama!

Pertama kita harus mengetahui dinosaurus, sebenarnya, adalah binatang apa?
Kata dinosaurus berarti “kadal raksasa”. Sesungguhnya kata itu diciptakan oleh seorang ilmuwan yang mengartikannya pada tahun 1842 sebagai “kadal besar yang menakutkan”. Sebelum tahun 1842 kata-kata yang dipakai di dalam sejarah, legenda, dan lain sebagainya adalah kata  “naga” atau “dragon” untuk menjelaskan reptilia yang besar dan menakutkan. Kini, yang tergolong dinosaurus termasuk berbagai jenis reptilia dari ukuran sekecil ayam sampai reptilia yang lebih besar dari jerapah.

Bukti bahwa Manusia hidup bersamaan dengan Zaman Dinosaurus

Sebagaimana dibahas pada edisi bulan lalu ada banyak bukti dari fosil-fosil yang sudah ditemukan yang menyatakan bahwa kolom geologis menunjukkan kehidupan manusia dari lapisan batu-batuan yang mengandung fosil. Kalau manusia sudah berada pada zaman-zaman itu, maka otomatis manusia sudah hidup bersamaan dengan dinosaurus. Di bawah ini kita akan melihat kolom geologis dan beberapa fosil yang membuktikan manusia ada di zaman dinosaurus dan bahwa dinosaurus ada di zaman modern, yaitu zaman manusia!

1. Pada tahun 1968 di Utah, U.S.A.
Sudah ditemukan jejak kaki manusia yang menginjak dan menghancurkan trilobit-trilobit (sejenis kepiting yang telah punah) yang ditemukan dalam lapis batu Kambrian. Lapisan Kambrian adalah lapisan batu yang tertua yang mengandung fosil-fosil. Bukti keberadaan manusia di lapisan Kambrian menunjukkan, bahkan membuktikan, bahwa dari awal terjadi kematian binatang, manusia sudah hadir! Dalam Roma 5:12, dinyatakan bahwa dosa manusia telah mendahului munculnya kematian di atas bumi dan karena fosil-fosil adalah makhluk yang mati maka pernyataan Rasul Paulus, yang juga adalah sesuai dengan catatan sejarah dalam Kitab Kejadian ternyata dikonfirmasi dengan data dari catatan fosil zaman Kambrian!

2. Di Afrika pada tahun 1972
Richard Leakey, seorang yang percaya evolusi, telah menemukan tengkorak-tengkorak manusia “modern” dari Era Pliocene, jauh sebelum dibayangkan faham evolusi sebagai awal evolusi manusia. Tentang temuan ini Richard Leakey berkata, “Apa yang kami telah temukan sesungguhnya menghapuskan segala sesuatu yang kita sudah diajarkan tentang evolusi manusia, dan saya tidak memiliki apa-apa untuk menggantikannya”, Brainwashed? hal.21. Kehidupan manusia di zaman Pliocene pun menunjukkan manusia hidup sezaman dengan dinosaurus.

3.Di lapisan-lapisan batu di pinggir Sungai Paluxy dekat Glen Rose, Texas, U.S.A.
Jejak kaki manusia dan dinosaurus ditemukan bersama di dalam lapisan batu yang sama, yang membuktikan bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup dalam waktu yang bersamaan. Temuan ini sering berhadapan dengan kritikan dan tafsiran-tafsiran bantahan, namun fosil yang dibawa Dr. Clifford Wilson, mantan Direktur Institut Archaeology Australia yang diselidiki Departemen Forensik di Universitas Monash, Melbourne, Australia, menyatakan bahwa jejak kaki tersebut adalah cukup untuk membuktikan bahwa jejak kaki itu dimiliki seorang manusia. Temuan yang serupa juga ditemukan di Rusia.

4. Dinosaurus yang hidup di zaman Ayub dan dicatat di Alkitab
Ternyata di zaman Ayub sedikitnya ada dua jenis dinosaurus yang hidup pada zaman yang sama yang dijelaskan dalam percakapan Tuhan dengan Ayub. Dalam ayat-ayat yang dikutip di bawah saya gunakan dari Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari, karena masih mempertahankan kata-kata asli bahasa Ibrani, atau transliterasinya dalam bahasa Indonesia, yaitu behemot dan lewiatan sedangkan Terjemahan Baru lebih cenderung menggunakan penafsiran Darwinisme dan evolusi dan menggunakan kata-kata kuda nil dan buaya yang jelas bukanlah makhluk yang dijelaskan dalam ayat-ayat dalam Kitab Ayub. Kitab Ayub dikenal sebagai kitab tulisan pertama dalam sejarah tulisan Alkitab, yaitu sebelum tulisan Musa. Masa kini, makam Ayub dapat ditemukan 20km ke utara kota Sana’a, ibu kota Yaman, sedikit selatan dari perbatasan Arab Saudi. Dinosaurus yang dijelaskan Ayub adalah makhluk reptilia raksasa yang sangat kuat dengan ekor besar seperti pohon aras. Ini persis sama yang masa kini ditemukan di fosil-fosil dinosaurus. Sebagian dinosaurus ada di darat dan sebagian sering cari makan di air (sungai, danau, laut).

BEHEMOT – Ayub 40:15-19(Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari),

“Perhatikanlah Behemot, si binatang raksasa; seperti engkau, dia pun ciptaan-Ku juga. Rumput-rumput menjadi makanannya, seperti sapi dan lembu biasa. Tetapi amatilah tenaga dalam badannya dan kekuatan pada otot-ototnya! Ia menegakkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya kokoh dan keras. Tulang-tulangnya kuat seperti tembaga, kakinya teguh bagaikan batang-batang baja. Di antara segala makhluk-Ku dialah yang paling menakjubkan; hanya oleh Penciptanya saja ia dapat ditaklukkan!

Dalam Terjemahan Baru kata Behemot diterjemahkan Kuda Nil, tetapi pernahkan Anda melihat ekor kuda nil? Sudah pasti bukan “seperti pohon aras”. Ciri ekor yang besar pada makhluk raksasa “yang paling menakjubkan” hanya kelihatan pada binatang yang masa kini disebut dinosaurus. Ekor kuda nil tidak mungkin dibandingkan dengan pohon besar seperti pohon aras!

Bandingkan ekor dinosaurus dengan ekor kuda nil:

LEWIATAN – Ayub 41:9-34(Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari),

“9 Setiap orang yang melihat Lewiatan, akan menjadi lemah lalu jatuh pingsan. 10 Ia ganas bila dibangunkan dari tidurnya; tak seorang pun berani berdiri di hadapannya. 11 Siapa yang dapat menyerangnya tanpa kena cedera? Di dunia ini tak ada yang sanggup melakukannya. 12 Marilah Kuceritakan tentang anggota badan Lewiatan, tentang kekuatannya dan bentuknya yang tampan. 13 Tak seorang pun dapat mengoyakkan baju luarnya atau menembus baju perang yang dipakainya. 14 Siapa dapat membuka moncongnya yang kuat, berisi gigi-gigi yang dahsyat? 15 Bagai perisai tersusun, itulah punggungnya terlekat rapat, seperti batu kerasnya. 16 Tindih-menindih, terikat erat, sehingga angin pun tak dapat masuk menyelinap. 17 Perisai itu begitu kuat bertautan sehingga tak mungkin diceraikan. 18 Apabila Lewiatan bersin, berpijaran cahaya; matanya berkilau bagai terbitnya sang surya. 19 Lidah api menghambur dari mulutnya; bunga api berpancaran ke mana-mana. 20 Asap mengepul dari dalam hidungnya, seperti asap kayu bakar di bawah belanga. 21 Napasnya menyalakan bara; nyala api keluar dari mulutnya. 22 Tengkuknya demikian kuatnya, sehingga semuanya ketakutan di hadapannya. 23 Tak ada tempat lemah pada kulitnya; tak mungkin pecah karena sekeras baja. … 32 Ia meninggalkan bekas tapak kaki yang bercahaya, laut diubahnya menjadi buih yang putih warnanya. 33 Di atas bumi tak ada tandingannya; makhluk yang tak kenal takut, itulah dia! 34 Binatang yang paling megah pun dipandangnya hina; di antara segala binatang buas, dialah raja.”

Lewiatan ternyata adalah dinosaurus yang di zaman dulu disebut naga yang dapat mengeluarkan api dan asap dari mulutnya. Sampai hari ini ada kemampuan biologis untuk beberapa binatang untuk melawan musuhnya dengan api. Di darat ada sejenis kumbang yaitu Bombadier yang dapat menembak musuhnya dengan api dan asap yang dihasilkan dari campuran kimia dalam dua ruang dalam badanya. Bila diserang, dia melepaskan kedua jenis kimia itu yang saat ketemu memberi ledakan api dan asap untuk mengalahkan musuhnya. Ada juga sejenis belut yang mengeluarkan tenaga listrik, sejenis api, untuk membunuh musuhnya dan untuk menangkap mangsanya.

Dalam catatan sejarah di Eropa dan Asia ada banyak kisah dan kesaksian tentang naga-naga yang dibunuh manusia, termasuk tentara Iskandar Agung di Yunani. Satu pahlawan sejarah Gereja, Santo George, mengalahkan naga di Perancis sehingga desa itu bertobat dan percaya Yesus. Seorang penjelajah dunia yang sangat terkenal, Marco Polo, telah menceritakan kesaksiannya melihat naga-naga. Di dalam sejarah Cina, naga-naga yang mengeluarkan api sangat luas disaksikan sehingga makhluk itu menjadi suatu simbol bangsa Cina. Memang makhluk-makhluk seperti itu kini sudah punah karena diburu manusia sampai tidak ada lagi. Hal yang sama sudah terjadi dengan banyak binatang lain seperti Harimau Jawa di Indonesia dan Harimau Tasmania di Australia.

Dinosaurus Thailand

Dalam Kuil Angkor, dari 800 tahun yang lalu, ditemukan gambar dinosaurus Stegosaurus antara binatang-binatang lain dalam ukiran-ukiran di temboknya. Kalau dinosaurus sudah punah sejak 60 juta tahun sebelum manusia mulai berevolusi, bagaimana manusia dapat membuat lukisan dan ukiran makhluk tersebut kalau dia belum pernah melihatnya?

Di gua-gua di wilayah suku Aztek di Amerika juga ditemukan lukisan-lukisan dinosaurus yang menunjukkan bahwa manusia pernah melihat berbagai jenis makhluk dinosaurus sehingga dapat disimpulkan bahwa manusia dan dinosaurus hidup bersamaan waktu.

Dinosaurus T-Rex ternyata masih sangat modern

Sejak tahun 1993 telah terjadi semakin banyak penemuan yang menunjukkan bahwa manusia hidup sezaman dengan dinosaurus. Bukti yang terbaru adalah penemuan darah dan DNA di dalam tulang-tulang T-Rex. Secara ilmiah dianggap mustahil ada sisa darah dalam tulang setelah 5000 tahun apalagi 65 juta tahun lebih.

Dr. Mary Schweitzer telah mempresentasikan buktinya dan dunia ilmiah menjadi kacau dan panik. Kalau manusia telah hidup sezaman dengan dinosauraus maka skala hitungan umur bumi, batu-batuan, sedimen-sedimen, fosil-fosil dan sebagainya akan terbukti keliru dan akan menunjukkan bumi adalah relatif muda seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab.

Gambar sebelah kiri adalah daging, sum-sum dan darah yang diambil dari fosil T-Rex. Menurut Alkitab, kebanyakan dinosaurus (kecuali dua ekor), seperti halnya binatang-binatang lain dan bahkan manusia (kecuali 8 orang) tewas dalam air bah yang terjadi di zaman Nuh.

Pada zaman Nuh, dia hanya harus memelihara dua ekor dari setiap jenis makhluk, demi melestarikannya dan bukan setiap variasinya. Dia hanya perlu bawa dua jenis anjing dan kucing dsb.

Kejadian 6:19-20,
“Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.”

Hanya makhluk-makhluk yang hidup di air tidak dibawa ke dalam bahtera karena mereka akan dapat selamat di air. Tentu dengan dinosaurus, Nuh hanya membawa dua ekor yang muda, yang kecil, supaya mudah diatur dan mudah diberi makan. Dia tidak perlu membawa yang tua, ganas dan besar!

Kolom Geologis dan Fosil-fosil Bukti Manusia hidup di Zaman Dinosaurus

Gambar-gambar Kolom Geologis adalah standar di mana-mana. Kelemahannya adalah bahwa tidak ada satu tempat di dunia di mana kolom tersebut dapat ditemukan. Namun kami tidak akan menentang perkiraan bahwa sususan dan urutan fosil-fosil adalah kira-kira begitu karena menurut urutan sedimentasi sesudah banjir sedunia di zaman Nuh, proses sedimentasi akan terjadi kira-kira seperti yang digambarkan di atas.

Yang menjadi kejutan bagi ilmu pengetahuan yang anti Alkitab, anti Allah sebagai pencipta adalah temuan-temuan fosil-fosil manusia yang hidup di zaman Palaeozoik dan Mesozoik yang menurut evolusi belum ada manusia. Jadi bilamana ditemukan fosil-fosil kehidupan manusia di zaman-zaman itu maka faham Darwinisme dan evolusi ambruk total, dan kebenaran Alkitab tentang bumi yang relatif muda diteguhkan kembali. Apa ada bukti seperti itu? Tentu ada!

Alat kerja manusia, seperti palu, alat mesin dsb, yang ditemukan dalam batuan Ordovisian sampai Cretasius.

Lapisan Ordovisian adalah lapisan yang dikatakan adalah 450 juta tahun sebelum manusia mulai berevolusi dan Cretasius 130 juta tahun sebelum manusia, menurut faham evolusi. Temuan-temuan ini adalah bukti bahwa manusia hidup bersamaan dengan makhluk-makhluk yang ada sebelum dinosaurus muncul di kolom geologis bahkan hidup di zaman dinosaurus. Semuanya adalah bukti bahwa cara menghitung umur memiliki cacat besar dan cenderung mendukung kisah Alkitab bahwa manusia dan makhluk-makhluk itu hidup bersamaan waktu.

Fosil jari manusia, yang ditemukan dalam batuan Cretasius.

Fosil jari manusia yang ditemukan di pinggir Sungai Paluxy di Texas, USA dalam batuan Cretasius, yaitu zaman dinosaurus. Jangan-jangan manusia ini dimakan T-Rex dan jari ini adalah sisa dari makan siang hari itu!

Kesimpulan
Sebenarnya ada banyak sekali informasi dan bukti lain yang dapat disajikan, tetapi untuk artikel ini sudah cukup sampai di sini. Janganlah kita percaya saja apa yang dikemukakan sebagai “bukti” lewat media populer tanpa kita sendiri membuat penyelidikan fakta-faktanya.

Masa kini ada banyak website yang kita dapat selidiki untuk mencari informasi up-to-date yang disusun oleh ahli-ahli ilmu pengetahuan dari berbagai bangsa dan bidang ilmiah yang mengemukakan kelemahan teori evolusi dan sekaligus bukti-bukti kebenaran Alkitab. Lihat www.creation.com dan www.crev.info sebagai contoh.

Alkitab kita adalah ajaib. Beritanya sempurna dan sanggup menyelamatkan kita. Peganglah kebenaran Firman Tuhan dengan kuat dan jangan ragu-ragu. Bukti ilmiah yang sebenarnya tidak bertentangan dengan Alkitab dan kita mendukung penggalian ilmiah karena semakin banyak yang ditemukan maka makin banyak bukti Alkitab yang ditemukan.

Edisi selanjutnya, kita akan menyelidiki sudut yang lain yang mendukung Alkitab dan menunjukkan bahwa bumi kita adalah relatif muda dibandingkan dengan apa yang dikemukakan oleh Darwinisme.

2019-10-11T13:01:59+00:00