//Apa mungkin saya menjadi seorang imam?

Apa mungkin saya menjadi seorang imam?

Setelah 10 tulah murka Tuhan dicurahkan atas Firaun dan Mesir, bangsa Israel dimerdekakan. Mereka telah diselamatkan pada Paskah pertama. Seekor anak domba disembelih di tiap-tiap rumah dan darahnya ditaruh di atas pintu masing-masing rumah sehingga bangsa Israel mengalami keselamatan. Hal ini menubuatkan keselamatan kita oleh darah anak domba Allah, Tuhan Yesus (Yoh.1:29; 1Kor.5:7; 1Pet.1:18-21).Tetapi hal ini tidak cukup. Masih hanya ada satu orang yang pernah berjumpa dengan Tuhan, yang mendengar suara-Nya, yang telah mengalami hadirat-Nya, bahkan yang telah menjadi imam, yaitu Musa. Satu imam untuk 3 juta orang!!!

Resep untuk Musibah
Kalau hanya satu imam untuk 3 juta orang, inilah resep untuk musibah. 3 juta orang akan frustrasi karena tidak bisa ketemu dengan imam Allah. Satu orang itu akan frustrasi, kecapekan dan tidak mampu melayani semua keperluan. Apa Tuhan tidak tahu tentang situasi itu? Tentu Dia tahu dan Dia memiliki jawaban dan rencana untuk mengatasi situasi itu.

Tuhan sudah memiliki rencana ajaib untuk memultiplikasi imam-Nya dari satu orang menjadi 3 juta orang atau dengan lain kata, tiap-tiap orang akan menjadi imam. Bagaimana caranya? Sebagaimana Musa telah berjumpa dengan Tuhan di Bukit Sinai (Kel.3) dan mengalami kuasa-Nya, sekarang sudah giliran bangsa Israel lalu Tuhan berfirman: “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus”, Kel.19:5-6. Inilah ayat yang dikutip Petrus dalam 1Pet.2:9, “kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus.”

Rencana Tuhan adalah supaya setiap orang akan mengalami Tuhan sendiri, diurapi dan diperlengkapi menjadi imam-imam dan raja-raja dan dengan demikian kita akan sanggup melayani seorang dengan yang lain. Semua menjadi imam, pelayan dan raja yang dapat melayani one on one.

Musibah benih lalang yang ditabur Yitro
Iman benar datang dari mendengar Firman Tuhan (Rom.10:17). Iman palsu datang dari mendengar perkataan-perkataan palsu! Dalam Keluaran 18, Yitro, mertua Musa, seorang imam Midian, seorang penyembah berhala, telah melihat usaha Musa, satu imam yang melayani 3 juta orang. Lalu Yitro telah memberi nasihatnya kepada Musa. Nasihat ini bukan untuk saling melayani, bukan untuk memperlengkapi setiap orang dengan kuasa Tuhan, bukan supaya mereka menjadi imamat rajani, melainkan agar Musa mendirikan organisasi raksasa supaya Musa diangkat tinggi-tinggi. Perkataan Yitro adalah gaya benih lalang yang ditabur Iblis (Mat.13:36-43) di antara benih Firman yang ditabur Tuhan. Semua nubuatan Yitro gagal (Bil.11) sehingga Tuhan harus mengintervensi untuk menolong Musa.

Oleh karena bangsa Israel telah menerima dan mengimani benih lalang dari Yitro, penyembah berhala itu, maka bangsa Israel juga menjadi penyembah berhala (Kel.32) sehingga murka Tuhan turun di atas mereka. Daripada menjadi kerajaan imam mereka hanya mendapat suku imam, sehingga mereka tidak lagi mampu mengalami kemenangan yang ditawarkan Tuhan kepada mereka. Mereka bukan budak Mesir lagi, tetapi mereka telah menjadi budak Hukum Taurat. Mereka akan harus menantikan kedatangan Mesias baru kemerdekaan akan datang (Gal.3). Hanya dalam Kristus dapat kita dipulihkan menjadi imamat rajani, bangsa yang kudus dan ahli waris segala janji Firman Tuhan.

Kesempatan Kedua
Sekarang kita dimerdekakan dari kutuk Hukum Taurat dan tidak lagi merupakan kaum awam yang dilayani suku Lewi. Kita semua menjadi imam-imam dan raja-raja (1Pet.2:5-10; Why.1:5-6; 5:9-10). Kita semua menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus yang memiliki karunia, talenta, pelayanan dan panggilan khusus (Rom.12:1-11; 1Kor.12:7-27; Ef.4:11-16). Jadi setiap kita adalah spesial, penting dan diperlukan. Setiap kita dipanggil untuk saling melayani sebagai imam, bahkan untuk juga melayani dunia yang memerlukan Yesus. Syukurlah bahwa sekarang kita diberi kesempatan kedua.

Dulu nabi Yunus meninggalkan rencana Tuhan tetapi “Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya”, Yun.3:1, sehingga Yunus dapat keluar dari perut ikan dan membawa pesan Tuhan ke Niniwe. Pada waktu Yusuf dijual sebagai budak ke Mesir oleh saudara-saudaranya, kemurahan Tuhan datang pada kedua kalinya,“Pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya,” Kis.7:13.Sekarang kita, sebagai Israel rohani, untuk kedua kalinya dipanggil menjadi imamat rajani. Sudah waktunya untuk kita memahami panggilan ajaib ini yang akan memampukan seluruh Tubuh Kristus menjadi pemenang yang sanggup menyelesaikan Amanat Agung dan Amanat Rasuli. Jangan kita melalaikan kesempatan kedua ini.

Bagaimana melaksanakan tugas sebagai imam?

(1) Menjadi imam dalam penginjilan
Seorang imam adalah seorang mediator, seorang penengah, seorang pendamai (Mat.5:9; 1Tim.2:5; 2Kor.5:17-20; Ibr.5:1-11). Kita berfungsi sebagai imam dengan membawa orang lain kepada Tuhan dalam doa. Mungkin kita mau bersaksi kepada seorang supaya orang itu mengenal Yesus. Mungkin saudara sudah coba tetapi orang itu tidak mau menerima Yesus. Mungkin saudara kecewa dan merasa diri gagal atau merasa Tuhan sudah gagal. Bolehkah saya bertanya? Apa saudara sudah memberi diri sebagai imam untuk berdoa untuk orang itu sebelum bersaksi kepadanya? Kalau kita mau membawa Yesus kepada orang itu, terlebih dahulu kita perlu membawa dia kepada Yesusdalam doa. Inilah peranan kita sebagai imam. Sesudah kita membawa dia kepada Yesus dalam doa baru kita siap membawa Yesus kepada orang itu. Banyak kesaksian kita gagal karena kita hanya membawa Yesus kepada orang itu tetapi kita lali menjadi imam dan terlebih dahulu membawa orang itu kepada Yesus dalam doa-doa kita.

(2) Menjadi imam dalam penyembahan
Seorang imam mempunyai tugas untuk membawa korban kepada Tuhan. Korban pertama yang harus kita persembahkan adalah hidup kita sendiri, Rom.12:1-2. Seorang imam akan meninggalkan pola berpikir dunia dan akan memberi diri sebagai korban yang hidup di atas mezbah Tuhan. Dengan demikian saudara akan mengenal rahasia kehendak Allah dalam hidupmu. Pemahamanmu akan bertumbuh dan saudara akan mampu melakukan panggilan Tuhan bagi hidupmu.

Seorang imam juga akan membawa korban syukur kepada Tuhan. Kita tidak lagi perlu menyembelih binatang-binatang, karena Yesus adalah penggenap semua korban sembelihan.Ibr.13:5, “Marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Ini bukan hanya pujian dalam ibadah, tetapi cara kita berbicara kepada setiap orang. Kalau orang melihat karakter kita sebagai pemuji Allah dalam segala sesuatu, mereka akan melihat suatu kesaksian yang baik. Tetapi, kalau kita selalu gosip, mengeritik dan menjelekkan orang lain, maka kata-kata kita bukan ucapan bibir yang memuliakan Yesus. Menjadi imam adalah setiap bagian hidup kita, termasuk perbuatan yang baik kepada orang lain seperti yang kita baca dalam Ibr.13:6, “Janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” Jadilah seorang imam dalam pikiran, perkataan dan perbuatan saudara!

(3) Menjadi imam dalam saling melayani dalam Tubuh Kristus
Ada tiga jenis pelayanan ibadah – ibadah raya atau kebaktian umum; komsel atau perkumpulan kecil di rumah; dan pelayanan perorangan atau one on one. Ketiga-tiganya adalah ibadah. Semuanya penting dan diperlukan untuk pertumbuhan rohani kita dan semuanya diajarkan dan dipraktekkan dalam pelayanan Yesus dan para Rasul. Yesus telah melayani secara umum – “orang banyak”, dalam perkumpulan kecil – “murid-murid” dan banyak kali secara one on one, baik dengan orang luar, misalnya perempuan Samaria, dan juga dengan murid-murid-Nya, misalnya Petrus.

Di Efesus Rasul Paulus mengungkapkan bahwa dia telah melayani mereka di muka umam, ibadah raya (Kis.20:20), dalam komsel-komsel dari rumah ke rumah (Kis.20:20) dan secara perorangan, “masing-masing” atau one on one(Kis.20:31).

Dalam Tubuh Kristus kita melihat Tuhan menegaskan pelayanan “tiap-tiap orang” demi pembangunan iman, persatuan, kekuatan, kasih, persekutuan dsb supaya kita semua menjadi sehat rohani dan menjadi pemenang. Setiap orang mempunyai fungsi, (Rom.12:5-6). Kita semua mempunyai karunia Roh Kudus yang khusus, (1Kor.12:7-11). Kita semua adalah anggota yang memiliki peranan penting (Ef.4:16)demi pembangunan Tubuh Kristus.

Dalam ibadah (salah satu dari tiga jenis itu), mungkin ada seorang yang sedang mencari suatu jawaban dari Tuhan. Saudara adalah kunci kemenangan bagi orang itu. Kalau saudara sudah berdoa untuk dia, yaitu membawa dia kepada Tuhan, mungkin Tuhan akan memberikan kepada saudara kata-kata yang harus dibawa kepadanya. Kata-kata itu bisa saja menjadi jawaban dan kunci kemenangan baginya. Tetapi kalau kita sembunyi dan malu dan tak mau menyampaikan pesan Tuhan, maka kita menghalangi saudara kita dari memiliki kemenangan. Jangan malu, tetapi jadilah imam sejati dan saling melayani. Kebenaran ini juga berlaku di dalam penginjilan. Siapkan diri dalam doa supaya Tuhan dapat memberitahukan saudara apa yang harus dikatakan kepada orang yang saudara ingin menangkan. Seorang imam memiliki urapan dan kuasa Tuhan. Sekarang imanilah apa yang Tuhan berikan kepadamu dan saudara akan dipakai-Nya secara dahsyat karena saudara adalah seorang imam Tuhan.

Dr. Jeff Hammond (Penatua Jemaat Abbalove Ministries)
2019-09-30T00:41:08+07:00