///Arus perubahan di dunia kerja. Berenang atau tenggelam?

Arus perubahan di dunia kerja. Berenang atau tenggelam?

 

 

Mari kita lihat dengan lebih seksama. Di dalam dunia sekarang ini, struktur, isi, dan proses kerja telah berubah jauh dari puluhan tahun yang lalu. Dunia kerja saat ini:

* lebih kompleks,
* lebih berbasis pada tim dan kolaborasi,
* lebih tergantung pada keterampilan sosial (people skill),
* lebih tergantung pada kompetensi teknologi,
* lebih banyak tekanan waktu (deadline),
* lebih luwes dalam hal tempat (kurang bergantung pada lokasi geografis).

 

Dalam dunia sekarang ini, kebanyakan perusahaan pun mengalami transformasi yang sangat cepat dan sulit diprediksi, dan karenanya, perusahaan dituntut untuk menjadi lebih ramping agar lebih gesit; lebih berfokus pada nilai tambah dari perspektif pelanggan (added value); lebih kompetitif, dinamis dan strategis; kurang hirarkis dalam struktur organisasi dan dan dalam otoritas pengambilan keputusan.

 

Secara lebih terperinci, perubahan pada perusahaan meliputi hal-hal berikut:

a. Berkurangnya hirarki struktur organisasi. Hirarki yang rumit dan tidak bisa merespons perubahan tuntutan pasar dengan cepat, misalnya gagal melakukan inovasi yang berkelanjutan, akan semakin memudar. Hirarki perusahaan digantikan oleh kerja sama tim secara lintas fungsi di dalam perusahaan, sehingga pengambilan keputusan lebih terdesentralisasi & cepat

b. Batasan antar departemen yang semakin tipis. Batas antar departemen serta antar kategori pekerjaan (manajer, profesional, teknis) menjadi lebih fleksibel dan ada kebutuhan yang lebih besar untuk kerja sama dan berbagi pengetahuan. Semua pihak saling bersinergi, saling berkaitan dan semakin saling tergantung.

c. Sinergi kerja yang menjadi semakin dominan. Perusahaan sekarang dituntut untuk bisa membuat keputusan yang cepat, memiliki budaya kerja yang semakin efisien, dan meningkatkan efektivitas dan produktivitas usaha.

d. Munculnya perspektif manajemen yang baru. Karyawan tidak lagi hanya mematuhi peraturan dan perintah, melainkan juga harus berkomitmen untuk mengejar tujuan dan misi organisasi. Pengaburan batas-batas antar bagian juga mempengaruhi peran organisasi. Karyawan mendapatkan wewenang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat  dan para pimpinan dituntut untuk mendukung anggota timnya serta menjadi seorang pelatih bagi mereka.

e. Aliran perubahan yang semakin deras. Perubahan akan mengalir semakin deras dan tidak bisa dibendung oleh kekuatan apapun. Perubahan merasuki segala jenis kehidupan manusia dan ini sangat mempengaruhi cara kerja berbagai perusahaan, sehingga dengan sendirinya mempengaruhi cara Anda mengelola pekerjaan dan tim kerja pula.

 

Selama dua dekade terakhir ini, berbagai perubahan ini telah mengakibatkan munculnya berbagai pola kerja yang baru, sekaligus perkembangan teknologi dan gaya hidup manusia. Setidaknya, tiga hal berikut adalah dampak yang ditimbulkan oleh fenomena ini di dalam pekerjaan dan cara kerja kita masing-masing:

a. Tuntutan keterampilan kerja yang serba bisa dan serba simultan (multi talented dan multi tasking)

Pimpinan dan karyawan kini dituntut untuk mampu mengerjakan berbagai tugas dalam waktu yang bersamaan (secara simultan), dan bahkan tidak jarang dituntut untuk sanggup mengerjakan berbagai tugas yang lintas fungsi, misalnya, seorang Marketing Manager mampu menyusun laporan analisa keuangan di Departemen Marketing, Seorang General Affair Supervisor perlu mengerti tentang pengoperasian mesin di pabrik.

 

b. Tuntutan penguasaan kemampuan berurusan dengan orang (interpersonal skill)

Sifat dan gaya kerja karyawan di perusahaan semakin kompleks dan semakin mengalami tekanan yang kuat untuk mencapai target kerja yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap orang dituntut memiliki kemampuan pengelolaan manusia, penanganan konflik, dan negosiasi.

 

c. Tuntutan pergeseran fokus pengusaha

Pengusaha saat ini perlu bergeser fokus kepada pengembangan kompetensi karyawan, pengembangan yang terus menerus, dan keseimbangan hidup para karyawan (misalnya, tidak sekadar menuntut jam kerja panjang tanpa menimbulkan kelelahan fisik serta mental yang akan mengakibatkan turunnya produktivitas). Pergeseran fokus ini dipengaruhi oleh adanya berbagai tuntutan tenaga kerja, demonstrasi para buruh dan berbagai perubahan peraturan ketenagakerjaan dari pemerintah, dan berbagai faktor lainnya.

 

Setelah Anda membaca ulasan mengenai arus perubahan di dunia kerja di atas, siapkah Anda menghadapinya? Siap yang dimaksud di sini adalah siap secara rohani, intelektual, maupun fisik, dalam menghadapi perubahan. Alkitab mengingatkan kita berkali-kali tentang perlunya bersikap waspada terhadap berbagai hal di dalam kehidupan. Agar menjadi siap dan waspada, kita perlu membangun manusia rohani kita sebagai prioritas pertama, agar kita memiliki ketahanan dan mampu “berenang” di dalam derasnya arus perubahan dunia kerja, bukan justru “terhanyut” dan “tenggelam”. Kekuatan di dalam (kualitas manusia rohani) akan membuat Anda siap menghadapi perubahan di luar, termasuk yang terjadi di dunia kerja. Selamat membangun manusia rohani dan sukses menghadapi perubahan!

 

“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga  dan sadar.” (1 Tes. 5:6)

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk. 21:36)

2019-10-11T12:56:10+07:00