///Bagaimana mempelajari tanda-tanda zaman?

Bagaimana mempelajari tanda-tanda zaman?

Di sepanjang seri, sejauh ini kita telah menyelidiki tiga topik:

* Kapan dunia kiamat?
* Apakah kita dapat mengetahui hari kedatangan Yesus?
* Apa arti dan pentingnya tanda “blood moon”?

Dalam artikel ini kita akan belajar tentang tanda-tanda zaman dan bagaimana cara mempelajari dan memahaminya.

Kita sering mendengar topik “Tanda-tanda Zaman” sebagai judul khotbah atau judul seminar, dan sering kali topik ini mengandung banyak sensasi yang mungkin membuat kita takut atau membuat kita semakin kuat beriman. Namun, hal yang paling utama untuk kita adalah menguasai cara untuk mengetahui mana yang sebenarnya merupakan tanda-tanda sesuai dengan Alkitab dan mana tanda yang dibuat-buat untuk menciptakan sensasi.

Oleh karena itu, kita akan menyelidiki beberapa hal yang disebut sebagai “tanda”, untuk melihat apakah benar demikian. Beberapa contoh yang akan kita selidiki kali ini adalah:

* Tanda Bait Suci akan dibangun kembali di Yerusalem
* Tanda 666

1. Apakah benar bahwa Bait Allah dinubuatkan untuk dibangun kembali?

Walaupun ada banyak pelayan yang berkhotbah bahwa Bait Allah yang di Yerusalem harus dibangun kembali di akhir zaman, kita harus bertanya, ayat manakah di Alkitab yang berkata demikian? Inilah masalah yang kita hadapi dalam dunia Gereja, yaitu pengkhotbah yang menubuatkan sesuatu yang dikatakan dalam Firman Tuhan, padahal sebenarnya tidak demikian. Mungkin pengkhotbah itu pernah diajarkan suatu cerita atau skenario seolah-olah itulah Firman Tuhan, lalu jemaat menerimanya, seolah-olah itulah Firman Tuhan. Tetapi, kurang menggali dan meneliti Firman Tuhan bisa menyebabkan kita salah arah!

Misalnya,  dalam 2 Tesalonika 2:2-3, Paulus berkata,

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Perhatikan dengan teliti, karena ayat-ayat ini menyebut Antikristus yang akan duduk di Bait Allah. Tetapi apa dimaksudkan dengan Bait Allah? Banyak orang langsung berasumsi bahwa Bait Allah itu adalah gedung mulia di Yerusalem yang disebut Bait Suci Ketiga. Asumsi itu adalah berdasarkan teori dan asumsi bahwa Antikristus akan membuat perjanjian dengan umat Yahudi selama 7 tahun agar Bait Allah dapat dibangun kembali di sebelah Kuba Emas dekat Mesjid Al-Aqsa. Namun setelah 3½ tahun, Antikristus akan membatalkan perjanjian itu dan akan mengambil alih pemerintahan sedunia. Satu asumsi mengarah ke asumsi yang lain dan akhirnya semua asumsi mengarah ke suatu kesimpulan. Tetapi, bagaimana kalau asumsi-asumsi itu salah?

Dalam 2 Tesalonika 2:2-3, Bait Suci yang disebut bukanlah suatu bangunan mulia di Yerusalem, melainkan Gereja Tuhan. Kita ini adalah Bait Allah, sebagaimana disebut berulang kali dalam Perjanjian Baru:

1 Korintus 3:16-17:
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah adalah kudus dan Bait Allah itu ialah kamu.”

2 Korintus 6:16:
“Apakah hubungan Bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah Bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu.”

Efesus 2:17-22:
“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi Bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”

Bait Allah adalah Tubuh Kristus, umat Tuhan sebagai tempat kediaman Allah, dan bukan  bangunan yang di Yerusalam itu tempat Allah tinggal. Sebaliknya, Bait Allah, adalah Bait yang mencakup setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa, sebagaimana dinubuatkan dalam Yesaya 2:2.

“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana.”

Yesus juga menunjukkan bahwa Bait Allah bukan lagi berupa bangunan fisik di Yerusalem melainkan sesuatu yang supra-alamiah, rohaniah, yang mencakup semua penyembah yang benar dari setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa.

Yohanes 4:21-23,
“Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepadaKu, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

Firman Tuhan adalah jelas bahwa Bait Allah, Rumah Tuhan yang diingini Bapa bukanlah lima belas hektar tanah di Bukit Moria, Yerusalem, melainkan persekutuan dengan seluruh umatNya di seluruh dunia. Ini nyata dalam Kitab Wahyu.

Wahyu 21:3,
“Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umatNya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”

Wahyu 21:22
“Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.”

Sejak semula, Iblis ingin mencuri hadirat dan kemuliaan Tuhan, bukan sebidang tanah di Yerusalem. Hal ini nyata dalam kejatuhan Iblis, bahkan rencananya dalam memunculkan si Antikristus di akhir zaman.

Yesaya 14:12-14,

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara (Sion). Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!”

2 Tesalonika 2:3-4,
“Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”

Seperti kita sudah baca di atas, Antikristus berniat duduk di Bait Allah, yaitu Gereja Tuhan, Tubuh Kristus, karena dia berniat mencuri hadirat dan kemuliaan Tuhan.
Jadi, kalau kita salah membaca dan salah menafsirkan Firman Tuhan, konsekuensinya adalah kita salah memahami tanda kedatangan Yesus dan kita keliru dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan kuasa kegelapan di akhir zaman.

2. Apakah benar bahwa tanda 666 adalah micro-chip?

Kitab Wahyu 13 adalah pasal yang menguraikan masa pemerintahan Antikristus selama 3½ tahun atau 42 bulan. Ada tiga tokoh utama: Naga (Iblis), Binatang (Antikristus) yang diberi kuasa oleh Naga itu, dan Nabi Palsu. Ini adalah ketiga roh najis serupa katak, yaitu ketritunggalan Setan (Wahyu 16:13-14), yang akan membunuh semua orang Kristen yang masuk ke dalam kerajaannya, yang menolak menjadi penyembah Setan, dan yang menolak tanda 666,

Wahyu 13:15-18,
”…semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Sudah ramai dikhotbahkan bahwa tanda 666 adalah micro-chip, padahal tidak ada satu ayat yang menyatakan demikian. Tafsiran itu masih merupakan dugaan saja dan bukanlah “ilham” Firman Tuhan. Kita tetap harus memiliki hati dan pikiran terbuka supaya bila tanda 666 itu adalah bentuk lain, kita akan memahaminya. Kalau pikiran kita tertutup karena hanya percaya “mikro-chip”, kita bisa salah sekali dalam pemahamannya.

Hal yang lebih penting untuk kita adalah memahami waktu kemunculan tanda 666. Terlalu banyak orang percaya sekarang ini hidup dalam ketakutan bahwa mereka akan menerima tanda 666 itu. Tetapi, siapa sebenarnya di antara umat Tuhan yang akan berada di dalam bahaya menerima tanda itu?

Perhatikan, ini penting sekali!

Baca dan pahamilah seluruh Wahyu 13!

Tanda 666 hanya akan dihadapi oleh umat Kristen yang suam-suam kuku!

Tanda 666 hanya akan ada setelah Antikristus berkuasa!

Tanda 666 akan diterima sebagai meterai penyembahan kepada Setan!

Tidak ada yang menerima tanda 666 akan selamat!

Semua yang menolak tanda 666 akan dipenggal kepalanya (lihat Wahyu 20:4)!

 

Gereja Pemenang, Tubuh Kristus, Disingkirkan

Sebelum Antikristus dapat memiliki otoritas untuk berkuasa di atas bumi, Gereja Pemenang, yang merupakan garam dunia, pengawet dunia, sedang menahan kuasa kegelapan, sehingga kuasa kegelapan itu belum bisa memuncak dan Antikristus belum bisa mengambil alih pemerintahan di dunia. Gereja para Pemenang harus disingkirkan dahulu, kemudian barulah Antikristus akan muncul.

2 Tesalonika 2:6-8,
“Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya.”

Semua orang percaya yang berjalan di dalam terang, sebagaimana Yesus ada di dalam terang, sedang diproses oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus, agar kita berangsur-angsur berubah menjadi serupa dengan Kristus sehingga akhirnya tidak ada cacat cela, atau kerut atau dosa tetapi kita menjadi mulia seperti Yesus, dan siap menjadi mempelaiNya.

1 Yohanes 1:7,
“Jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”

2 Korintus 3:18,
“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”

Efesus 5:25-27,
“Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.”

Gereja inilah yang akan mewujudkan kemuliaan Tuhan, yang akan membawa kegerakan rohani ajaib ke seluruh bumi dan akan sanggup melakukan seperti Yesus lakukan.

Yesaya 60:1-4,
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaanNya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu.”

Yohanes 14:12,
“Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.”

Yang manakah yang kita pilih, menjadi bagian dari Gereja Pemenang atau Gereja Suam-Suam Kuku? Gereja Suam-Suam Kuku adalah mereka yang disebut “keturunan” dari Gereja Pemenang dalam Wahyu 12:17. Mereka adalah orang percaya, namun komitmen mereka tidak total. Taat pada sebagian Firman, lalai dalam yang lain. Karena itu mereka tidak sanggup menjadi pemenang. Itulah sebabnya mereka akan masuk ke dalam kerajaan Antikristus dan harus berhadapan dengan pilihan: menolak Yesus dan menerima tanda 666, atau kepala dipenggal.

Gereja Pemenang yang dihiasi kemuliaan Tuhan, matahari, bulan dan bintang-bintang, akan disingkirkan ke Padang Gurun, tempat yang dipilih dan dipersiapkan Tuhan di mana selama 3½ tahun, Gereja Pemenang akan bernaung di bawah sayap perlindungan Tuhan. Gereja Pemenang akan tetap hadir di bumi dan akan menonton murka Tuhan dicurahkan atas kerajaan Antikristus dan atas segala kefasikan.

Mazmur 91:3-9,
“Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepakNya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayapNya engkau akan berlindung, kesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu.”

Wahyu 12:1,
“Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.”

Wahyu 12:14-17,
“Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.”

Jadi, mengapa Anda perlu takut tentang angka 666 itu? Apa urusan kita dengan tanda 666 itu? Kalau kita adalah orang percaya yang taat kepada Firman Tuhan, berjalan di dalam kasih Kristus dan kuasa Roh Kudus, kita tidak pernah akan harus berhadapan dengan tanda 666 ataupun si Antikristus itu. Kita sebagai pemenang akan mengalami kemuliaan Tuhan yang dahsyat, kegerakan rohani yang maha besar sehingga kemuliaan Tuhan akan menutupi bumi seperti air menutupi lautan, bahkan kita akan hadir untuk melihat semua murka Tuhan dicurahkan atas kerajaan Antikristus sampai dia bersama Nabi Palsu dibuang ke dalam Laut Api, Wahyu 19:20, dan lebih dari itu, sebagai mempelaiNya kita akan menyaksikan kedatangan kembali Tuhan Yesus!

Sungguh ajaib kebenaran ini bagi orang-orang yang percaya. Jangan sampai Anda tersesatkan! Jangan hidup di dalam ketakutan akan tanda-tanda zaman, tetapi hiduplah di dalam iman untuk lawatan Tuhan yang terhebat dalam sejarah dunia, dan bahwa kitalah generasi yang akan mengalaminya. Puji Tuhan!

2019-10-11T12:08:17+00:00