//Bahan Saat Teduh 20 – 26 Juni 2011

Bahan Saat Teduh 20 – 26 Juni 2011

Senin, 20 Juni 2011

EKSPRESI ALLAH MELALUI KEMATIAN

M1 : MENERIMA FIRMAN
Bacalah Yohanes 12:24-26 dengan hati yang haus dan disertai doa agar Tuhan memberikan pengertian dalam renungan hari ini.

M2 : MERENUNGKAN FIRMAN
Bacalah Yohanes 12:24-26 dengan teliti. Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.Prinsip apakah yang Yesus katakan tentang bagaimana menghasilkan buah? (ayat 24).
2.Bagaimana Kristus menjelaskan prinsip tersebut dalam hidup setiap orang? (ayat 25).
3.Hal apakah yang harus dilakukan bagi orang yang mau melayani Tuhan? (ayat 26).

Kristus mengumpamakan kematianNya seperti gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati. Gandum tersebut terkubur di dalam tanah, kulit luarnya menjadi terkelupas, tapi kehidupan yang di dalamnya bertumbuh dan akhirnya menghasilkan banyak butir-butir gandum lain. Jadi, jikalau Kristus telah mengalami kematian dan kebangkitanNya bagi kita, maka kitapun dapat mengalami pengalaman kematian dan kebangkitanNya. Cara praktisnya adalah dengan tidak mencintai nyawa kita. Nyawa kita, berbicara tentang kehidupan yang terekspresi dari ke-Akuan kita. Inilah ego kita. Jika kita membiarkan Si Aku yang berekspresi, maka hidup Kristus tidak berekspresi. Setiap hari kita harus menyangkal diri dan memikul, salib agar Si Aku tidak berekspresi secara mandiri. Ingat! Si Aku telah mati bersama Kristus. Jikalau Si Aku telah mati dan Kristus yang berekspresi, maka pasti kita menghasilkan buah.
Pada tahun 1972, seorang pengusaha muda di Mesir kehilangan jam tangannya yang berharga kira-kira USD $11.000,- Ternyata, seorang Kristen dari kota sampah di Kairo menemukan jam tangan itu dan mengembalikannya kepada pengusaha tersebut. Kota sampah di Kairo dihuni olehpemulung-pemulung yang bertugas mengangkut sampah-sampah dari kota Kairo. Mereka adalah orang-orang yang tidak beragama, termasuk orang-orang Kristen Koptik yang terpinggirkan. Pemulung Kristen tua di kota mengembalikan jam tangan tersebut sambil berkata: “Kristusku meminta aku untuk hidup jujur sampai mati.” Pengusaha itu berkata: “Saya tidak mengenal Kristus pada saat itu, tetapi saya beritahu kepada pemulung itu bahwa saya melihat Kristus di dalam dia.” Selanjutnya saya katakan kepadanya bahwa: “Karena apa yang engkau sudah lakukan dan tunjukkan contoh hidupmu, maka saya akan menyembah Kristus yang engkau sembah.” Akhirnya, pengusaha tersebut menjadi hamba Tuhan yang melayani gereja terbesar, yang telah memenangkan ribuan jiwa di kota sampah di Kairo. Beliau disebut Father SAMA’AN.2

PENDALAMAN PRIBADI & KELOMPOK:
Bacalah buku Build MY Home bab-bab sebelumnya sesuai dengan kebutuhan Anda.

2019-09-25T08:11:09+00:00