Bajaj Butut

Bajaj Butut 

Sumber:www.glorianet.org 

Sore hari aku keluar dari Pasar Baru untuk pulang ke rumah. Pas sampai  di pangkalan bajaj ternyata bajaj urutan pertama yang ada disitu adalah sebuah bajaj butut sekaliiii! Dilihat dari bodynya saja sudah terlihat bahwa bajaj itu  bentuknya tidak seperti bajaj biasa. Sempat terpikir sebaiknya aku memilih bajaj yang lain saja. Namun niat itu tidak  kesampaian karena begitu aku mau pergi ternyata abang bajaj  butut  langsung menawarkan jasanya  kepadaku. Akhirnya dengan mantap aku naik ke bajaj itu.

Selama perjalanan aku sempat  memperhatikan  bagian dalam bajaj  yang kutumpangi dan aku semakin yakin bahwa bajaj tersebut memang sangat parah keadaannya. Bangkunya tidak seempuk bangku bajaj biasa. Karena begitu aku duduk langsung terasa kalau bangku itu tidak dilapisi busa. Atapnya penuh dengan tempelan plastik, maksudnya supaya kalau hujan tidak bocor. Selain itu setiap kali belok ditikungan  dan direm untuk mengurangi kecepatan, selalu terdengar bunyi ckek..ckek…ckek… seperti gejala mesin yang mau mati. Tiba-tiba sepintas terlintas dalam pikiran seandainya tadi aku tidak memilih bajaj ini, abang bajaj  itu tentu akan merasa sedih. Karena meskipun dia ada di urutan pertama  tapi tidak ada orang yang mau memakai bajajnya. Sambil menikmati pengapnya bajaj, aku teringat dengan kata-kata "Kalau mau melayani jangan pernah pilih-pilih orang." Kalimat yang sering kuucapkan kepada teman-teman, hampir saja aku lupakan  pada saat aku tadi berniat memilih bajaj lain yang kondisinya lebih baik.
 
Sebagai  manusia aku sering kali membayangkan bahwa Tuhan yang kita cari dan  rindukan hanya akan hadir manakala kita rajin berdoa di gereja, setia melayani,  rajin memberi persembahan dan membayar perpuluhan. Padahal dalam hidup sehari-hari sosok Tuhan seringkali dapat kita temukan diantara orang-orang yang mungkin tidak pernah  kita kehendaki seperti pengemis pinggir jalan, pengamen,  pedagang asongan didalam bus, tukang ojek, teman  kantor dan lain-lain.

Tuhan, beri aku kepekaan yang lebih lagi, sehingga bisa memperoleh  kesempatan untuk melihat sosokMu  pada setiap orang yang ku jumpai. Semoga juga aku bisa melayani lebih baik lagi  dari hari ke hari, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu yang aku lakukan  untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina, sesungguhnya aku telah melakukannya juga untuk Tuhanku (Matius 25:40).

2006-07-30T14:29:40+00:00