///Being a COOL Dad

Being a COOL Dad

Jangan pernah lupakan, saat perkataan atau perilaku Anda sehari-hari menghapuskan rasa hormatnya pada Anda, kegagalan Anda dalam memimpin dan melindunginya secara otomatis akan membuat putri Anda merasa asing terhadap Anda dalam jangka panjang. Sebagai gantinya, ia akan mencari orang lain untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan – dan tepat pada saat itulah, masalah muncul. Jangan biarkan hal itu terjadi.

Dewasa ini, konsep tentang otoritas membuat banyak pria salah menanggapinya. Banyak psikolog dan pendidik mengatakan bahwa otoritas itu bersifat menghambat, tidak menghargai, dan akan mematahkan semangat anak. Para ayah hari-hari ini banyak yang kuatir bahwa jika mereka menetapkan terlalu banyak aturan kepada anak-anak, anak-anak itu hanya akan memberontak.  Begitu kuatirnya, sampai mereka mengabaikan adanya bahaya yang lebih besar akibat kekuatiran yang berlebih tersebut, yaitu risiko yang mengintai saat seorang ayah melepaskan otoritasnya, terutama saat anak-anak berada dalam fase remaja. Otoritas bukanlah ancaman bagi hubungan Anda dengan putri Anda – justru otoritas inilah yang akan lebih membuat putri Anda lebih intim dan menghargai anda.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar anak perempuan yang akhirnya mendatangi kantor konselor dan pusat rehabilitasi anak bukanlah membutuhkan pertolongan khusus karena mereka mempunyai ayah yang otoritatif, justru sebaliknya. Wanita muda yang bermasalah umumnya menceritakan penderitaan mereka akibat ayah yang menelantarkan mereka, pergi dari kehidupan mereka atau mengabaikan mereka. Mereka menceritakan ayah yang gagal atau takut menetapkan aturan. Mereka menceritakan ayah yang hanya memikirkan pergumulan emosinya mereka sendiri dan bukannya pergumulan emosi putri mereka. Mereka juga menceritakan ayah yang selalu ingin menghindari konflik apapun, sehingga cenderung menghindari terlibat percakapan dengan anak perempuannya.

Naluri alamiah Anda sebagai ayah adalah melindungi putri anda. Lupakan apa yang dikatakan oleh psikolog dan pakar pendidikan yang ada. Lakukan saja sesuai naluri alamiah itu. Kemudian, bersiaplah. Putri Anda ingin Anda menjadi figur yang memegang otoritas. Namun, saat dewasa, ia mungkin akan menguji untuk melihat apakah Anda serius dengan otoritas tersebut. Mereka akan berebut kekuasaan dengan Anda, bukan untuk melihat seberapa kuat diri Anda, tapi untuk melihat apakah Anda benar-benar mempedulikan mereka. Jadi ingatlah, saat ia menentang keras aturan Anda, memukul, menangis sambil berkata bahwa Anda tidak adil, sebenarnya ia memberikan pertanyaan untuk anda: Apakah aku layak untuk kaulindungi, Ayah? Apakah Ayah cukup kuat dan sanggup menanganiku? Pastikan putri Anda tahu bahwa jawabannya adalah YA.

Saat saya masih kuliah, ayah saya sangat protektif sampai saya berpikir bahwa ia sakit jiwa. Saya masuk ke perguruan tinggi khusus perempuan (ini adalah keputusan saya sendiri) dan benar-benar tidak merepotkan orang tua saya. Saya adalah anak perempuan tertua di keluarga dan memiliki rasa tanggung jawab anak sulung. Pada suatu malam di musim panas menjelang tahun terakhir saya, seorang teman pria yang tampan, baru lulus kuliah dan mempunyai pekerjaan yang baik mengajak saya makan malam. Ketika ia menjemput saya di rumah, ayah saya memperkenalkan diri. Sayangnya (atau untungnya) bagi saya, ada sesuatu – yang salah – dari teman pria saya itu yang mengusik ayah saya. Saya tidak bisa melihatnya karena, sejujurnya, pria itu benar-benar menarik. Ayah bertanya jam berapa saya akan pulang. Ya, ia mengingatkan bahwa saya harus mematuhi aturan jam malamnya. Saya berkata bahwa saya akan pulang tengah malam.

Kami pergi ke restoran mewah dan kemudian ke tempat lain untuk menikmati makanan pencuci mulut. Saya begitu terpikat dengan kencan itu sehingga lupa waktu. Sudah pukul 00.30. tiba-tiba restoran yang indah dan tenang itu berubah saat saya mendengar nama saya dipanggil melalui pengeras suara karena adanya panggilan telepon. Saya malu sekali, saya tahu persis siapa yang menelpon. Saya demikian malunya hingga langsung minta teman kencan saya untuk mengantar pulang. Saya sangat marah kepada Ayah. Ayah menunggu di pintu depan dengan lampu teras yang menyala. Teman kencan saya mengantar saya ke rumah. Pria malang itu berencana ingin ke kamar kecil. Tapi sebelum ia sampai ke kamar kecil, Ayah sudah menyatakan kekecewaannya karena ia mengantar saya pulang begitu larut bahkan telah satu jam melampaui perjanjian yang telah disepakati. Kemudian ia sungguh-sungguh menyatakan kepada pria malang itu bahwa ia tidak lagi diterima di rumah kami, karena telah menunjukkan sikap tidak hormat kepada saya! Pria tersebut sangat kecewa sehingga ia pergi tanpa sempat ke kamar mandi.

Saya benar-benar marah, siap untuk bertengkar dengan ayah. Saya menolak diperlakukan seperti gadis remaja yang tidak terkontrol. Saya berteriak kepadanya. Ia berteriak kembali dan menegaskan bahwa saya tinggal di rumahnya dan ia berhak mengatur saya kapan harus pulang. Saya tidak berbicara dengannya selama dua hari. Saya tidak terlalu mempermasalahkan aturan jam malamnya, tapi saya merasa sangat malu dengan kejadian di restoran dan yang lebih buruk lagi, karena teman kencan saya “ditendang” keluar dari rumah !

Saya masih berkencan dengan pria tersebut beberapa kali (ia tidak pernah datang ke rumah, kami bertemu di luar) dan benar-benar menganggapnya sebagai orang yang baik. Murah hati, cerdas dan menyenangkan untuk bisa bersama-sama dengannya. Sampai suatu hari saya ke rumahnya tanpa terlebih dahulu memberitahunya. Saya sudah merasa akrab dengannya jadi bagi saya tidak masalah untuk melakukan hal seperti itu. Ketika mengetuk pintu, saya disambut wanita pirang yang cantik dan berusia sekitar duapuluhan. Saya sakit hati. Terutama saat saya mengetahui bahwa pria ini tidak hanya berkencan dengan wanita itu tapi juga beberapa wanita lain.

Saya sadar bahwa ayah saya melihat sesuatu dalam diri pria ini yang tidak saya lihat. Pria tangguh di rumah, yang bersikeras menerapkan jam malam bahkan ketika saya sudah dewasa dan mengatakan kepada saya semua pendapatnya tentang pria yang mengajakku kencan, ternyata ia telah melakukan hal yang benar. Ia tidak pernah sekalipun mengingkari otoritasnya sebagai ayah – dan saya dapat memberi tahu Anda sekarang bahwa tidak ada yang terasa lebih baik bagi remaja atau wanita muda daripada perlindungan yang diberikan oleh lengan kuat seorang ayah. Otoritasnya menjaga saya dari masalah, yang membuat saya merasa dicintai. Dan, lebih dari segalanya, hal itu membuat saya bangga memiliki ayah seperti dirinya.

Putri Anda membutuhkan ayahnya, Anda, untuk menunjukkan kepadanya mana yang benar dan yang salah, mana perilaku yang tepat dan yang tidak tepat. Ketika anak perempuan Anda memasuki usia sembilan tahun, beranjak remaja, atau akan menikah – setiap hal ini adalah pengalaman baru baginya –ia perlu tahu apa yang Anda pikir terbaik untuknya. Ia memercayai pendapat Anda. Jadi beritahukan pendapat Anda, jangan takut dan jangan menghindar dari pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidupnya. Ia ingin tahu tujuan hidupnya menurut pandangan Anda; Apakah menurut Anda ia harus memuaskan keinginannya sendiri atau mengabdikan diri untuk membantu orang lain? Putri Anda menantikan Anda sebagai ayah yang… COOL!

2019-10-17T15:54:48+07:00