///Bekerja dengan landasan firman Tuhan

Bekerja dengan landasan firman Tuhan

Dalam membangun karir atau kerja, masing-masing orang pasti memiliki landasan berupa kerangka berpikir (mindset, mind frame) tertentu. Landasan inilah yang akan menentukan bagaimana kita berpikir dan bertindak di dalam konteks pekerjaan. Pertanyaannya, kerangka berpikir kita didasarkan pada apa? Keyakinan (belief), nIlai-nilai (values) dan paradigma apa yang kita gunakan saat bekerja? Firman Tuhan adalah Kebenaran yang sejati itu sendiri, yang sudah jelas-jelas memberikan petunjuk untuk berhasil (Yos. 1:8), “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Mari kita lihat, bagaimana caranya untuk menjadikan firman Tuhan sebagai landasan dalam bekerja.

1. Temukan ayat-ayat firman Tuhan yang berbicara tentang dunia kerja.
Sebagai langkah pertama, setidaknya pilihlah 3-5 ayat yang sesuai dengan konteks pekerjaan kita.

2. Buat reminder atau pengingat tentang ayat-ayat yang kita pilih tadi sebagai acuan kerangka berpikir kita dalam bekerja.

Berikut adalah beberapa saran untuk membuat reminder:

a) Ketik ayat pilihan dengan ukuran huruf minimal 32, pada kertas A4, supaya bisa terbaca dengan mudah dari jarak kira-kira 2 meter. Laminating kertas itu dan kemudian tempel di tempat yang paling sering kita lihat setiap hari.
b) Tulis ayat pilihan dalam screen saver komputer, dan atur agar pada saat-saat tertentu screen saver itu akan muncul di layar komputer.
c) Tulis ayat pilihan di gawai (gadget) Anda dengan membuat alarm, yang akan muncul dan berbunyi di jam-jam tertentu.
d) Tulis ayat pilihan pada sebuah kartu berukuran kartu nama, lalu letakan di dalam dompet. Ketika Anda tiba di tempat kerja, keluarkan kartu tersebut dan letakkan di dekat komputer atau area kerja Anda sehari-hari.

3. Hafalkan dan renungkan ayat-ayat pilihan itu. 
Reminder berfungsi sebagai pengingat saja, tetapi ayat-ayat tersebut perlu “dikunyah dan dicerna” dengan cara kita hafalkan dan renungkan sesering mungkin. Mulailah dengan menghafal satu persatu-satu ayat pilihan Anda, jangan sekaligus semuanya. Ketika satu ayat tertentu sudah dihafalkan, direnungkan dan difahami, maka kita bisa pindah menghafalkan ayat lain. Dengan dihafal dan direnungkan, ayat-ayat ini akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita. Kekuatan pikiran bawah sadar itu berperan sebanyak 88% di dalam mengendalikan dan mendorong tindakan kita.

4. Bagikan, ceritakan dan ajarkan ayat-ayat pilihan kepada orang lain, terutama di lingkungan kerja.
Sesering mungkin, ceritakan, bagikan dan ajarkan ayat-ayat pilihan yang menjadi landasan kerja Anda melalui berbagai kesempatan, misalnya dalam rapat-rapat di kantor, forum briefing pagi  harian dengan staf atau anggota tim, atau dalam forum sharing firman di komsel. Ini akan memperkuat landasan pribadi Anda sendiri dalam bekerja, sekaligus mendorong orang lain untuk tertarik menggunakan firman Tuhan sebagai landasan mereka juga.

5. Ketika tantangan dan kesulitan datang, lihat kembali ayat-ayat pilihan 
Tidak ada satupun orang yang tidak menjumpai tantangan dan kesulitan di dalam bekerja dan berkarir. Tantangan dan kesulitan justru merupakan saat yang tepat untuk menggunakan ayat-ayat pilihan Anda sebagai dasar dan acuan dalam membuat keputusan ataupun mengupayakan solusi. Firman yang Anda gunakan sebagai landasan itu akan mendatangkan damai sejahtera dan kekuatan ketika dipraktikkan.

 

Untuk memudahkan, berikut ini saya bekali para pembaca dengan berbagai ayat firman Tuhan yang dapat digunakan sebagai landasan berpikir di dalam konteks pekerjaan.

  • “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Ams. 10:22)
  • “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” (Ams. 22:4)
  • “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” (Ams. 22:1)
  • “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (Mzm. 62:9)
  • “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Tim. 1:7)
  • “…yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer. 29:11b)
  • “TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk se-lama2-nya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!” (Mzm. 138:8)
  • “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri.” (Ams. 3:5-6)
  • “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan tetapi kata kata belaka mendatangkan kekurangan saja.” (Ams. 14:23)
  • “Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik, orang yang tergesa gesa akan salah langkah.” (Ams. 19:2)
  • “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa menahan bibirnya berakal budi.” (Ams. 10: 19)
  • “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mzm. 1:1-3)
  • “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” (Ams. 12:27)
  • “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” (Pkh. 11:6)
  • “Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.” (Pkh. 10:10)
  • “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.” (Ams. 24:6)
  • “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yak. 4:2b-3)
  • “Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.” (Ams. 20:13)
  • “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.” (Ams. 28:20)
  • “Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.” (Ams. 21:17)
  • “Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.” (Ams. 19:2)
2019-10-17T15:54:36+07:00