//BELAJAR DAN MENGAJAR

BELAJAR DAN MENGAJAR

Seorang murid harus belajar bagaimana membangun hidupnya agar selalu berpusatkan Kristus dalam segala kegiatan hidupnya.

 

Kehidupan seorang murid diumpamakan seperti ban roda kehidupan, yang hanya dapat berputar dengan baik bila ia dihubungkan dengan porosnya, yaitu Kristus. Tanpa Kristus kehidupan kita tidak akan berjalan dengan wajar dan lancar. Ban roda kehidupan kita terdiri dari 2 bagian, yaitu: bergantung dan taat kepada Tuhan, serta mengasihi dan melayani sesama kita.

 

Apapun yang kita lakukan dalam hidup ini haruslah dilakukan dalam ketergantungan dan ketaatan kepada Tuhan. Sedangkan motif dan tindakan nyata kita terhadap sesama adalah dalam kasih dan pelayanan.

Lalu bagaimanakah ban roda kehidupan seorang murid dapat dijalankan? Satu-satunya cara adalah dengan menghubungkan ban roda kehidupan dengan poros (Kristus) melalui 4 ruji (jari-jari). Keempat ruji itulah yang menghubungkan roda dengan porosnya. Ada 4 hal yang harus kita lakukan dengan setia. Hal-hal itulah yang akan menghubungkan kita dengan Kristus, pusat kehidupan kita.

 

Hubungan Vertikal (Ruji Vertikal)

1. Firman Tuhan

Melalui firman Tuhan, kita berhubungan dengan Allah. Bila kita tinggal di dalam Kristus dan firmanNya tinggal di dalam kita, maka kita pasti berbuah (Yohanes 15:4-8).

2. Doa

Doa adalah hubungan Dialog antara Orang dengan Allah (D.O.A). Doa adalah seperti kita bernafas. Kita “membuang nafas” dengan berbicara kepada Allah, dan kita “menarik nafas” dengan mendengar suaraNya dalam doa (Matius 6:5-6; 7:7-8). Doa adalah suatu tindakan penyerahan tubuh kepada Tuhan, agar hidup kita diperintah Kristus sepenuhnya (Roma 12:1).

 

Hubungan Horizontal (Ruji Horizontal)

3. Hidup dalam tubuh Kristus

Hubungan dengan Tuhan tidaklah lengkap tanpa hubungan dengan sesama. Kita bukan sekedar diselamatkan dari dosa, tetapi kita dibaptis ke dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12:13). Karena itu kita tidak dapat hidup normal, bahkan diperbaharui terus-menerus tanpa hidup di dalam tubuh Kristus (Kolose 3:8-17).

4. Bersaksi

Kita perlu seimbang dalam hubungan ke dalam (hidup dalam tubuh Kristus) dan hubungan ke luar (bersaksi). Hubungan ke luar sama pentingnya dengan hubungan ke dalam. Dengan melakukan kehendak Allah, yaitu pekerjaan penuaian jiwa-jiwa, Kristus mendapatkan “makanan” bagi jiwaNya (Yohanes 4:32-37).

Marilah kita mencontoh Kristus untuk memberikan makanan kepada jiwa kita dengan mempraktekkan kesaksian dan memenangkan jiwa.

 

PENDALAMAN ALKITAB METODE SALIB

Sekarang kita akan mempelajari lebih dalam, bagaimana seorang murid mempelajari firman Tuhan dengan metode yang efektif. Saya akan memperkenalkan kembali metode pendalaman Alkitab yang pernah diperkenalkan sebelumnya, yaitu 4M (Menerima, Merenungkan, Melakukan, Membagikan), atau yang dalam komunitas sel disebut PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang). Namun dengan prinsip yang sama dalam metode ini kita akan sedikit menyempurnakan 4M. Perubahan itu hanya untuk membuat lebih efektif pendalaman Alkitab kita, yang diambil dari Ezra 7:10.

“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” ~Ezra 7:10~

Supaya mudah diingat, kita menyebut metode ini sebagai pendalaman Alkitab metode salib.

Langkah 1: Membaca Firman di Hadirat Kristus

Pertama-tama Ezra mempersiapkan hatinya. Itulah sebabnya ia “bertekad” (di dalam hatinya) untuk mendalami Taurat Tuhan. Membaca adalah langkah awal untuk melakukan perenungan firman Tuhan. Jadi kita mengembangkan bagian perenungan menjadi: membaca firman (langkah 1) dan merenungkan firman (langkah 2). Kedua langkah ini harus dilakukan di hadirat Kristus, yaitu dengan melibatkan hadirat Kristus dalam doa. Kita membaca dan merenungkan sambil berkoneksi dengan Kristus. Hanya Kristuslah yang dapat membuka pikiran kita, agar kita dapat mengerti kitab suci (Lukas 24:45).

 

Langkah 2: Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

Seperti langkah 1, langkah 2 harus tetap dilakukan di hadirat Kristus. Kristus mulai bekerja di dalam hati dan pikiran kita untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kreatif, untuk menggali firman Tuhan yang sedang dibaca. Misalnya: Apakah inti dari ayat-ayat tersebut?; Apakah artinya?; Mengapa …?; Bagaimana …?; Kapan …?; Siapa …?; dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Dalam merenungkan firman, Kristus pasti akan menuntun kita untuk merenungkan firman sesuai dengan konteks (kaitan dengan bagian yang lain, ayat-ayat sebelum dan sesudahnya, sejarah, masa sekarang, dan hal-hal lainnya).

 

Langkah 3: Mendengar dan Melakukan Firman Kristus

Mendengar dan melakukan adalah 2 langkah yang tidak dapat dipisahkan, karena Tuhan tidak ingin kita hanya mendengar, tetapi kita harus mendengar dan melakukannya.

Alkitab adalah firman Allah tanpa salah. Ketika kita merenungkan firman Allah maka pada langkah ini Tuhan mulai memberikan pencerahan akan firmanNya kepada kita.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” ~Roma 10:17~

Pada saat terjadi pencerahan akan firmanNya oleh Roh Kudus, maka kita mulai mendengar firmanNya di dalam hati/pikiran kita. Hal itulah yang memberikan iman kepada kita untuk melakukannya. Kita harus datang kepada Kristus, mendengar, barulah kita dapat melakukan firmanNya.

Orang-orang Yahudi di zaman Yesus mencoba membaca Alkitab tanpa datang kepada Kristus,maka mereka tidak memperoleh hidup dari Kristus.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” ~Yohanes 5:39-40~

Firman Tuhan adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63). Bila kita datang kepada Kristus dan mendengarkan firmanNya, maka kehidupan itu kita terima. Akibatnya, kehidupan yang diberikan oleh firman Kristus itu memberikan kemampuan untuk mempraktekkannya dalam kehidupan kita.

Pada langkah ini kita harus segera membuat langkah-langkah praktis untuk mempraktekkan firman Tuhan. Langkah-langkah aplikasi harus bersifat praktis (dapat dilakukan) dan terukur. Contoh: “Saya mau taat berdoa dan mendalami Alkitab selama 30 menit setiap hari,” atau “Saya tidak akan membiarkan pikiran-pikiran dosa masuk ke dalam pikiran/hati saya lebih dari 5 detik.”

Meskipun kita telah membuat langkah aplikasi, namun satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa tanpa Kristus kita tidak mungkin mempraktekkan firman Tuhan dengan kekuatan kita sendiri. Berdoa dan bergantunglah kepada Kristus untuk mempraktekkan firmanNya (Yohanes 15:5; Galatia 2:19-20).

 

Langkah 4: Membagikan Firman Tuhan

Bagian terakhir dari langkah 4 adalah membagikan firman Tuhan yang kita dapatkan. Inilah tujuan akhir dari pendalaman Alkitab, yaitu supaya kita dapat:

a. Saling mengajar/menasehati di dalam komunitas kita (keluarga, komsel, dan komunitas lainnya) — Kolose 3:16.

b. Memuridkan orang lain dengan mengajarkan prinsip-prinsip yang sama (4M dan roda kehidupan) — Matius 28:19-20.

Selama sebulan kita akan dituntun secara praktis untuk mempraktekkan “roda kehidupan” dengan pendalaman Alkitab metode salib.

Simpanlah materi yang berharga ini. Belajarlah dan ajarkanlah materi ini kepada orang-orang yang perlu dimuridkan, maka kehidupan Anda pasti bertumbuh dan berbuah lebat.

2019-10-05T00:26:45+07:00