///Berbisnis dengan Tuhan

Berbisnis dengan Tuhan

Berbisnis dengan Tuhan adalah suatu bentuk kerja sama kita dengan Tuhan dalam membangun kehidupan yang berkenan bagi Dia dan berdampak bagi sesama. Salah satu dasar kebenaran penting yang harus kita pahami untuk berbisnis dengan Tuhan adalah yang tertulis di dalam 1 Petrus 3:14, “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.” Kebenaran ini berurusan dengan ketakutan manusiawi kita, yang secara umum dapat digolongkan menjadi dua macam ketakutan:

 

Pertama, takut kehilangan kepuasan duniawi.
Jawaban Firman Tuhan terhadap ketakutan ini: 1 Yohanes 2:16, TB, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata, serta keangkuhan hidup, bukan berasal dari Bapa.”

 

Kedua, takut kehilangan kehidupan kekal.
Jawaban Firman Tuhan terhadap ketakutan ini: 1 Yohanes 2:17, TB, “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

 

Untuk mengatasi ketakutan-ketakutan ini, kita perlu mengerti dan berpegang pada janji Tuhan bagi orang benar:

1. Hidup berkecukupan, bahkan berkelimpahan
2 Korintus 9:8,10-11, TB: “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

 

2. Hidup di dalam naungan dan perlindungan Tuhan
Mazmur 91:1-2, 9-11, TB: “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: ‘Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.’ Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

 

3. Hidup diluputkan dari celaka dan memiliki akses langsung kepada Tuhan
Mazmur 91:14-15, TB: “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab dia mengenal nama-Ku. Bila dia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

 

4. Hidup di dalam hikmat dan pengertian
Amsal 16:16, TB: “Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.

 

5. Hidup dengan kemampuan melihat hal-hal baik dari Tuhan
Ulangan 11:7, TB: “Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN.

 

Lima Prinsip Berbisnis dengan Tuhan

Sambil berpegang teguh pada janji-janji Tuhan, dalam berbisnis Anda perlu melangkah menggunakan lima prinsip berikut:

 

1.Kerja sama dengan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan

Bukan untung-rugi material yang seharusnya menjadi fokus kita dalam berbisnis, melainkan agathos, yaitu hasil yang baik, yang memuliakan Tuhan, dan yang sesuai tujuan-Nya. Roma 8:28, TB menjelaskan prinsip yang penting untuk kita ketahui ini, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

  • Bagian kita: proses, yaitu hal-hal yang bisa dikontrol
  • Bagian Tuhan: hasil, yang tidak bisa dikontrol

 

2. Asas berguna + membangun + saling bermanfaat

1 Korintus 10:23-24, TB, menyatakan, “”Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ‘Segala sesuatu diperbolehkan.’ Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.” Kita tidak selayaknya puas, apalagi mencari celah, untuk melakukan praktik bisnis yang diperbolehkan (tidak melanggar aturan/hukum). Kita justru harus senantiasa mengutamakan asas berguna, membangun, serta saling bermanfaat melalui bisnis.

  • Berguna: memberi manfaat bagi diri dan sesama.
  • Membangun: memberi dampak baik, tidak merugikan lingkungan dan sosial.

 

3. Kompetensi dan karakter yang berjalan beriringan

Perhatikan Matius 10:16, TB, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengahtengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Jadilah pebisnis yang cerdik sekaligus tulus, bukan salah satunya saja.

  • Cerdik: Pintar, ahli, mahir, berkompetensi
  • Tulus: Berniat murni, tidak ingin membahayakan atau merugikan diri dan orang lain

4. Keterampilan berkomunikasi efektif yang terus dipertajam

Amsal 25:11, TB, melukiskan indahnya komunikasi yang efektif, “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” Pertajam keterampilan komunikasi efektif dalam Anda berbisnis, maka Anda akan mengalami keindahan ini.

  • Perkataan yang tepat: komunikasi dengan kata-kata hikmat
  • Waktu yang tepat: komunikasi pada situasi dan kondisi yang tepat

 

5. Tidak malas dan tidak menunda-nunda

Ada peringatan tegas yang tertulis di dalam Pengkhotbah 10:18, TB, “Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah,” dan Amsal 21:25, TB, “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” Cegah hal-hal ini terjadi pada Anda dan bisnis Anda, dengan membiasakan diri tidak malas serta tidak menunda-nunda.

  • Disiplin: Melakukan yang harus, bukan apa yang mau.
  • Penundaan: Takut gagal hingga tidak ada atau lambat eksekusi

Nah, jika saat ini Anda sedang menimbang-nimbang untuk berbisnis dan telah menerima arahan Tuhan untuk itu, siapkah Anda mulai berbisnis dengan Tuhan?

2021-07-27T09:32:43+07:00