///Berjalan dalam terang dan kasih

Berjalan dalam terang dan kasih

Di sepanjang bulan ini, kita akan bersama-sama merenungkan ketiga surat Yohanes sekaligus. Dalam surat-surat ini tidak tercantum identitas penulisnya, tetapi catatan sejarah bapa-bapa gereja seperti Irenaeus, Clement, Tertulianus, dll, meneguhkan bahwa penulisnya adalah Rasul Yohanes. Ketiga surat ini ditulis dalam bahasa Yunani Koine yang sangat sederhana, tetapi berisi makna pengajaran Kristus yang sangat dalam. Surat-surat ini ditulis pada sekitar tahun 85-95 Masehi.

Memahami isi ketiga surat ini perlu diawali dengan memahami latar belakang alasan penulisannya, khususnya surat pertama dan kedua. Surat-surat ini ditulis oleh Yohanes secara khusus untuk menangkal ajaran sesat yang telah mulai memengaruhi gereja pada akhir abad pertama yang berasal dari pengaruh filsafat Gnostik dari Yunani. Ajaran filsafat Gnostik yang memengaruhi ajaran kekristenan adalah dualisme (pemisahan) antara dunia roh dan dunia fisik/materi. Dalam ajaran Gnostik, dunia roh adalah baik/kudus, sedangkan dunia fisik/materi adalah jahat/tidak kudus. Karena ajaran dualisme dari filsafat Gnostik itu, kekristenan terpengaruh hingga mengadopsi konsep-konsep pemikiran berikut:

Karena tubuh adalah materi, tubuh pada dasarnya adalah jahat/najis, sedangkan roh manusia adalah baik/kudus.
Karena itu, keselamatan diperoleh bukan dengan iman kepada Kristus, tetapi dengan menghindari (melarikan diri) tubuh yang jahat melalui pengetahuan khusus: “Gnosis”.
Aplikasinya, keaslian Kemanusiaan Kristus disangkal dalam dua ajaran:

1. Yesus hanya “kelihatan” mempunyai tubuh, padahal tidak benar-benar memiliki tubuh. – Ajaran ini disebut Docetisme (dari bahasa Yunani “dokeo”, yang artinya “kelihatannya”).
2. Keilahian Kristus baru bergabung dengan kemanusiaan Yesus pada waktu pembaptisan Yesus di sungai Yordan; lalu keilahian Kristus meninggalkan kemanusiaan-Nya sebelum Dia mati. – Ajaran ini disebut Cerinthianisme (karena berasal dari Cerintus).

Selain itu, aplikasi lainnya adalah mengenai perlakuan terhadap tubuh. Pertama, karena tubuh itu jahat, tubuh harus diperlakukan dengan keras, sehingga muncullah penyangkalan diri berupa penyiksaan diri (asketisme) legalistik seperti yang dijelaskan Paulus dalam Kolose 2:21,23. Variasi lainnya, secara bersamaan muncul juga konsep bahwa karena tubuh itu pada hakikatnya jahat, maka manusia dibenarkan untuk hidup mengikuti keinginan-keinginan tubuh yang jahat (karena roh tetap kudus, tidak terpengaruh). Ini berkebalikan dari penyangkalan diri berupa asketisme yang keras tadi. *

Rasul Yohanes menyatakan bahwa ajaran-ajaran semacam ini adalah ajaran sesat yang akan diajarkan oleh Antikristus untuk menyesatkan umat Tuhan pada zaman akhir (Yoh. 2:18), tetapi kita tak perlu takut sebab Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari pada yang ada di dalam dunia ini. “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia,” (1 Yoh. 4:4).

Garis Besar Isi Ketiga Surat Yohanes

1 Yohanes:
Allah adalah Terang dan Kristus adalah jalan (1 Yoh. 1:1–2:6)
Perintah yang tidak berubah dalam dunia yang berubah (1 Yoh. 2:7–17)
Mengalahkan Antikristus dengan mengakui Sang Anak (1 Yoh. 2:18–3:10)
Mengalahkan yang jahat dengan mendengarkan pengajaran rasul (1 Yoh. 3:11–4:6)
Kepastian kasih melalui kasih Allah (1 Yoh. 4:7–21)
Iman kepada Anak adalah jalan kehidupan (1 Yoh. 5:1–12)
Panggilan akhir kepada iman dan pegertian (1 Yoh. 5:13–21)

2 Yohanes:
Salam pembuka dan ungkapan kasih dari penatua (ay. 1–3)
Sukacita dan permintaan penatua (ay. 4–6)
Keprihatinan penatua (ay. 7–8)
Peringatan penatua (ay. 9–11)
Penutup dan salam perpisahan dari penatua (ay. 12–13)

3 Yohanes:
Salam pembuka dan ungkapan sukacita penatua atas kesetiaan Gayus (ay. 1–4)
Pujian atas dukungan Gayus untuk saudara yang sedang berada dalam perjalanan (ay. 5–8)
Keprihatinan atas Diotrefes (ay. 9–10)
Nasihat dan pujian terhadap Demetrius (ay. 11–12)
Penutup dan janji untuk bertemu kembali (ay. 13–15)

Sebagai orang-orang Kristen yang hidup di tengah-tengah maraknya ajaran yang salah dari mereka yang menentang Kristus (memiliki roh Antikristus), mari kita tekun belajar dan menghidupi isi ketiga surat Yohanes ini dengan terus berjalan dalam terang dan kasih.

* Referensi: Introduction to NIV Study Bible

2019-10-11T10:58:06+07:00