///Berlomba bersama, menang bersama

Berlomba bersama, menang bersama

Perhelatan akbar ini diikuti oleh 45 negara yang diwakili oleh sekitar 10 ribu atlet. Mereka akan saling berkompetisi memperebutkan medali dan gelar juara di semua cabang olah raga. Sudut-sudut jalan utama, bahkan jalan-jalan kecil juga, dihiasi dengan berbagai spanduk dan dekorasi bertema ajakan untuk mensukseskan Asian Games 2018 ini. Pemerintah pusat dan provinsi/kota, panitia penyelenggara, atlet dan delegasi masing-masing negara, semuanya ingin seluruh rakyat Indonesia pun menikmati dan ikut memberi semangat. Pada intinya, Asian Games 2018 ini dicita-citakan agar berakhir dengan kesuksesan dan keberhasilan, baik bagi Indonesia sebagai tuan rumah maupun bagi setiap negara pesertanya.

Sebenarnya, perhelatan Asian Games adalah salah satu kesempatan kita sebagai orang Indonesia untuk ikut terlibat mengasihi dan memberkati bangsa kita. Kali ini, mari kita mengevaluasi diri kita. Sudahkah kita melakukannya? Adakah tindakan konkret yang sudah kita lakukan untuk ikut mensukseskan Asian Games ini? Sebenarnya tindakan ini bisa dimulai dengan hal yang sederhana, misalnya dengan bersedia tidak nyaman karena kemacetan jalan yang terjadi, membeli tiket pertandingan dan menonton para atlet berlaga, bahkan mungkin menjadi relawan yang akan membantu kelancaran pelaksanaan pertandingan. Data menunjukkan jumlah relawan untuk pelaksanaan Asian Games kali ini mencapai 15 ribu orang, dan para sponsor pun menggelontorkan dana yang luar biasa besar agar segala sesuatunya berjalan dengan baik dan membanggakan Indonesia sekaligus melayani para negara peserta.

Beralih ke kehidupan rohani, sebagai murid Kristus kita sendiri juga berada dalam perlombaan iman setiap hari. Siapa lawan tanding kita? Semua orang percaya lainnya. Sambil mengikuti seluruh hiruk-pikuk Asian Games 2018 ini, sadarkah kita akan perlombaan iman yang kita masing-masing sedang kerjakan?

Kita semua sedang berlomba untuk mencapai garis akhir, dan perlombaan iman ini memungkinkan semua pesertanya menjadi pemenang, menjadi juara, dan mendapatkan mahkota kehidupan dari Tuhan sendiri. Seperti ajakan untuk semua orang Indonesia ikut mensukseskan Asian Games, ajakan dan panggilan untuk bergiat dalam perlombaan iman pun diserukan kepada semua murid Kristus.

Sebagai orang beriman yang sedang berada dalam perlombaan, kita bisa saja lemah sesekali, bahkan terjatuh. Namun, kita harus menjaga semangat dan daya tahan untuk tetap mampu melanjutkan perlombaan. Caranya? Teruslah berfokus mendengarkan menjadi arahan dan perintah dari Pelatih Agung kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Renungkan terus Firman-Nya dan hiduplah dalam komunitas yang saling menjaga dan mendorong dalam perlombaan iman, maka kita pasti bertahan dan mendapatkan semangat baru setiap hari, sampai garis akhir.

Selanjutnya, sebagai gereja Tuhan, kita bersama-sama diminta bukan saja mampu berlomba dan berhasil sendiri, tetapi kita juga dipanggil untuk mengajak orang lain dan membantu mereka untuk berhasil dalam perlombaan ini. Dalam perlombaan ini kita berlomba bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Kita perlu mulai dari kerelaan keluar dari kenyamanan hidup diri sendiri, demi menolong orang yang belum menerima keselamatan dan kebenaran, lalu memberikan waktu untuk mendampingi orang yang sedang lemah iman, meneguhkan mereka dalam komsel dan pemuridan sehingga mereka bisa mengalami terobosan hidup dan akhirnya bisa menyelesaikan perlombaan iman ini dengan baik. Ini membutuhkan daya tahan dan kekuatan rohani yang luar biasa, yang hanya bisa dijaga lewat kebersamaan dengan lawan-lawan tanding kita, yaitu saudara-saudari seiman. Mereka bukanlah musuh yang harus dikalahkan dan ditinggalkan seperti dalam pertandingan biasa; mereka adalah rekan se-perlombaan yang menjalani seluruh rute dan program perlombaan bersama-sama dengan kita!
Mari kita terus setia di dalam perlombaan iman ini, sampai garis akhir dan sampai kita semua menerima mahkota kehidupan.

2019-10-11T11:12:00+07:00