///Buddy System: Membangun Komunitas Sepakat di Dunia Kerja

Buddy System: Membangun Komunitas Sepakat di Dunia Kerja

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:20)

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” (Roma 15:21)

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Gal. 6:2)

 

Sejak masa kuliah dulu, saya sudah pernah membaca dan belajar tentang istilah “buddy system” di dunia kerja. Intinya, buddy system bertujuan untuk membangun sinergi dan bergerak untuk maju bersama-sama. Wikipedia memberikan definisi ini, “The buddy system is a procedure in which two individuals, the “buddies”, operate together as a single unit so that they are able to monitor and help each other.” Webster menjelaskannya sebagai berikut, “The buddy system as an arrangement in which two individuals are paired (as for mutual safety in a hazardous situation).” Secara singkat, buddy system adalah sebuah sistem kerja sama yang sinergis dengan pihak-pihak yang terlibat saling belajar, saling bertumbuh, dan saling menjaga sehingga terjadi kemajuan bersama. Di dunia bisnis, buddy system sudah banyak dikupas, dilatih dan dipraktikkan di berbagai belahan dunia, karena efek positifnya yang sangat dahsyat jika dipraktikkan secara konsisten.

Berikut penggalan kutipan dari dua artikel yang mengulas betapa dahsyatnya “buddy system” dalam berbagai konteks:

“Dalam menyelam, dikenal sebuah istilah buddy system. Apa itu buddy system? Buddy system adalah menyelam dengan penyelam lain dalam sebuah tim yang memberikan bantuan timbal balik dan manfaat keselamatan. Sebagai penyelam rekreasi, kita tidak diperkenankan menyelam seorang sendiri. Dalam buddy system, Anda dan teman Anda harus merencanakan penyelaman Anda bersama-sama, saling membantu dan memeriksa peralatan masing-masing, saling mengingatkan batas waktu dan kedalaman penyelaman, saling membantu jika ada masalah serta saling membantu dengan apa yang ingin Anda lakukan pada menyelam.” (sumber: Diving)

“Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta anggota Polri menjalankan buddy system untuk menjaga keamanan. Buddy system merupakan prosedur keamanan yang mengharuskan minimal dua orang anggota saling menjaga dalam suatu kegiatan. Kami sudah ada arahan sebenarnya dari awal dari Kapolri, bahwa dalam penugasan selalu buddy system. Itu minimal berdua”, kata Setyo saat jumpa media di MabesPolri, Sabtu (1/7). (sumber: CNN Indonesia)

Dari dua kutipan di atas, terlihat betapa pentingnya membangun buddy system di dalam kehidupan dan dunia kerja. Kita patut bersyukur bahwa di gereja kita aktif menerapkan komunitas sepakat (“kompak”), yang sebetulnya sangat alkitabiah dan terbukti relevan serta efektif.

Apa saja potensi manfaat dari menerapkan buddy system atau “kompak” di tempat kerja?

  1. Saling mengajarkan berbagai keterampilan di dunia kerja
  2. Saling membantu dalam kelemahan dalam pekerjaan
  3. Saling memberikan motivasi atau semangat
  4. Saling menolong mencari solusi saat terjadi masalah kerja
  5. Saling menularkan pikiran dan perilaku positif di tempat kerja
  6. Membantu karyawan yang baru masuk kerja supaya lebih cepat beradaptasi
  7. Membangun hubungan kerja dan sinergi yang kuat
  8. Membangun budaya kerja positif yang kuat bagi perusahaan
  9. Menciptakan kesempatan memperkenalkan Yesus kepada mereka yang belum mengenal-Nya
  10. Menjadi wadah untuk saling bertumbuh secara rohani bersama rekan-rekan kerja yang seiman (dengan praktik bersama mempraktikkan Firman di konteks pekerjaan, mengingat bahwa sebagian besar waktu kita dihabiskan untuk bekerja).

Lalu, bagaimana cara menciptakan buddy system atau “kompak” di tempat kerja?

  1. Sosialisasikan kepada seluruh pemimpin tentang pemahaman buddy system dan manfaatnya.
  2. Tetapkan secara spesifik:
  3. Apa tujuan buddy system,
  4. Peranan setiap orang dalam buddy system,
  5. Aturan main; apa yang boleh dan apa yang tidak boleh; di dalam buddy system
  6. Setiap pemimpin menggerakan setiap karyawan yang dipimpinnya untuk mencari rekan untuk buddy system (maksimal tiga orang dalam satu kelompok kecil)
  7. Berlatihlah bersama dalam setiap kelompok kecil:
  8. Cara bersinergi
  9. Cara memecahkan masalah bersama
  10. Cara saling belajar
  11. Cara saling memotivasi
  12. Cara menolong kelompok lain
  13. Untuk mendorong minat para pekerja terhadap buddy system, Anda bisa memicu dengan perlombaan khusus yang menilai kemajuan yang terus-menerus (continuous improvement). Kelompok atau pekerja tertentu yang paling konsisten mengalami kemajuan positif secara terus-menerus dalam suatu periode waktu akan menerima penghargaan khusus.

Ketika Anda sudah memiliki infrastruktur buddy system, Anda bisa menggunakan wadahnya untuk banyak sekali kegiatan dan program positif. Hasilnya pun akan sangat efektif, karena setiap “sel-sel kecil” sudah bergerak. Selain itu, melalui buddy system/kompak kita akan sangat memudahkan terjadinya proses saling mendoakan dan memperkenalkan Yesus kepada sesama rekan kerja.

Selamat mempraktikkan!

2019-09-27T11:45:31+07:00