//Bukan Tanaman Hidroponik

Bukan Tanaman Hidroponik

Praktis. Itulah kriteria aktivitas yang saya cari, mulai dari pemilihan gaya pakaian, cara transportasi, bahkan kebiasaan berbelanja, termasuk saat berbelanja keperluan isi kulkas atau grocery shopping. Saya, seperti banyak di antara generasi milenial yang fasih teknologi setidaknya dalam penggunaan ponsel pintar, lebih memilih untuk berbelanja apa pun; dari aksesoris, pakaian, bahkan sayur-mayur dan buah-buahan, melalui aplikasi daring (online). Saya hanya perlu mencari apa saja yang saya inginkan, masukkan ke dalam keranjang virtual, bayar, dan menunggu barang belanjaan diantar esok hari. Sungguh praktis, bukan?

Khusus dalam hal sayuran hijau, saat ini ada banyak pilihan yang tersedia juga. Misalnya bayam; selain jenis atau varietas bayam itu sendiri, terdapat pula pilihan hasil panen bayam tersebut: lokal (ditanam dengan teknik tradisional di kebun), organik (tanpa penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya), atau hidroponik (ditanam tanpa tanah). Konon, tanaman hasil panen hidroponik memiliki kandungan gizi yang lebih banyak, lebih bersih, dan lebih sehat. Menurut penjelasan sebuah situs di internet, hidroponik adalah cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan air, tanpa menggunakan tanah, yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Jadi petani hanya perlu memastikan larutan nutrisi yang dicampur dengan air tetap mengalir di bawah tanaman tersebut, dan akar tanaman tidak perlu susah payah menerobos kerasnya tanah untuk mencari makan. Tanaman hanya perlu menyerap nutrisi yang disediakan, dan pertumbuhan pun terjadi. Sampai saatnya panen.

Ah, betapa nyaman dan mudahnya teknik hidroponik ini. Bukankah akan menyenangkan sekali kalau proses pertumbuhan rohani kita juga hidroponik seperti ini? Tidak perlu bersusah payah merenungkan Firman, tidak perlu juga datang ke pertemuan komsel setiap minggu, tidak perlu berlatih mempraktikkan Firman. Gereja hanya perlu menyiapkan materi khotbah dan lagu rohani yang dapat didengarkan setiap saat, dan simsalabim—kita bertumbuh dalam Tuhan. Asyik, bukan?

Wah, tunggu dulu. Selain di dalam Alkitab tidak pernah disebutkan tentang adanya pohon yang bisa berbuah lebat dengan teknik hidroponik, tujuan dari inovasi hidroponik ini sebenarnya adalah supaya tanaman yang ditanam menjadi lebih mudah dan lebih cepat dicabut/dipanen, alias supaya bisa segera dinikmati. Dengan kata lain, memang tanaman hidroponik tidak dimaksudkan untuk berakar, bertumbuh, dan bertahan dalam berbagai cuaca dan musim. Tujuannya hanya cepat dan mudah dipanen. Akibatnya, jika ada gempa bumi atau badai atau angin kencang atau perubahan suhu yang drastis, dengan mudah tanaman hidroponik akan goyah dan mati, sebab tidak ada tanah untuk berpijak dan ia tidak merambatkan akarnya pada dasar yang kokoh.

Karakteristik tanaman hidroponik berbeda dengan karakteristik kerohanian kita. Allah menyelamatkan kita bukan hanya supaya kita menyerap dan menikmati segenap kebaikan-Nya, tetapi Ia juga mau kita bertahan dan teguh berdiri dalam iman kepada Yesus Kristus apa pun yang terjadi. Kita tidak pernah diciptakan menjadi seperti tanaman hidroponik. Ini sungguh merupakan kabar baik! Dalam Yesaya 28:16 bahkan dikatakan bahwa Allah sendirilah yang meletakkan sebuah dasar yang teguh, bukan fondasi kualitas murahan, melainkan batu penjuru yang mahal dan teruji, yaitu Yesus Kristus. Dengan kualitas dasar bertumbuh seperti ini, bayangkan potensi pertumbuhan dan pembangunan yang bisa terjadi di atasnya, yang bisa terjadi asalkan kita sebagai tanaman berakar dalam-dalam dan berpegang pada dasar bertumbuh yang luar biasa ini.

Yang penting pula bagi setiap orang percaya yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, tentu berakar dan dibangun dalam Kristus adalah perjalanan dan proses yang jauh dari praktis atau cepat. Seperti tanaman yang harus menerobos tanah dan batu untuk merambatkan akar-akarnya, kita pun sering kali harus menerobos zona nyaman dan aman kita. Bagi sebagian orang, mungkin ini wujudnya usaha untuk membangun kebiasaan membaca dan merenungkan Firman setiap hari. Bagi sebagian lainnya, mungkin merendahkan diri untuk bergabung dalam komunitas sel, terbuka dan membiarkan diri ditolong oleh orang lain. Ada pula sebagian lain yang harus menerobos ketakutannya untuk berdoa bagi orang lain, menerobos trauma dan pengalaman masa lalu untuk menemukan Tuhan dan mengalami pemulihan, atau banyak lagi wujud usaha menerobos yang berbeda-beda.

Sebenarnya, semakin banyak zona nyaman yang kita terobos, semakin dalam pula pengenalan kita akan Allah, Kristus Sang Dasar yang teguh itu. Semakin penuh hari-hari kita dengan pengalaman bersama Tuhan, semakin dalam juga kita akan berakar, semakin nyata pertumbuhan rohani kita, dan semakin tangguh pula kita akan bertahan dan menang dalam menghadapi badai kehidupan. Hasilnya, kita benar-benar dapat hidup dengan suatu keyakinan yang sejati dan bukan yang dibuat-buat. Kita dapat merasakan sukacita dan damai sejahtera yang tidak dipengaruhi oleh situasi, orang, maupun barang. Bahkan, kasih-Nya justru akan terpancar keluar dari hidup kita, sehingga banyak orang akan mengenal Tuhan lewat diri kita. Bukankah ini luar biasa?

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” – Kolose 2:6-7

Tentu kita memiliki pergumulan kita masing-masing. Mungkin, bahkan tak seorang pun tahu tentang pergumulan kita itu. Namun, satu hal yang pasti dapat kita pegang ialah bahwa Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Proses kita berakar dan bertumbuh dan dibangun tidak akan selalu nyaman dan instan menghasilkan panen, tetapi dalam setiap langkah dan tahapnya kita akan menemukan Kristus. Kristus itulah dasar dan pegangan pertumbuhan kita. Ia tidak akan membiarkan kita goyah.

Jadi, bagaimana? Siapkah kita berakar dalam-dalam dan menggenggam Kristus dalam hidup kita supaya kita terus bertumbuh dan dibangun di dalam Dia?

2019-10-23T11:24:40+00:00