/Saat Teduh Build (Apr 2012)

Bahan Saat Teduh 23 – 30 Apr 2012

Senin, 23/04/2012

SEORANG MURID PASTI MENGENAL GURUNYA

Bacaan Firman
Bacalah Yohanes 9:1-41 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Apa kunci rahasia dari pengalaman orang ini untuk menjadi murid Kristus?(ayat 11-17).
2. Menurut Anda, tingkat pengenalan seperti apakah yang membuat orang ini ingin menjadi murid Kristus? (ayat 24-27).
3. Tingkat pengenalan seperti apakah yang ditunjukan oleh murid baru ini? (ayat 30-38).

Jika kita membaca keseluruhan pasal ini dengan sungguh-sungguh, maka kita akan melihat betapa hebatnya murid baru ini mengenal Yesus sebagai Guru Agung yang luar biasa. Ia mengawali pengalaman hidupnya dengan Yesus tatkala Yesus meludah ke tanah, mengaduk ludah-Nya dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta itu. Kemudian Yesus menyuruh dia, "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Herannya, walaupun buta, ia taat kepada perintah Yesus dan segera pergi membasuh diri di kola Siloam. Ketaatannya menghasilkan mukjizat, karena ia kembali dengan matanya sudah melek. Namun mukjizat kesembuhan yang dialaminya justru mendatangkan pertentangan dari para pemuka agama Yahudi. Mereka segera memanggil sang murid baru ini untuk ditanyai tentang mukjizat yang dialami. Inilah kesempatan luar biasa bagi dirinya untuk bersaksi tentang apa yang dialami. Mereka mengancam, "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Maka ia menjawab dengan tegas sesuai pengenalannya atas Yesus, "Ia adalah seorang nabi." Jikalau kita ingin menjadi murid yang berkualitas, maka kita harus mengenal guru kita dengan lebih baik. Lihatlah jawaban yang diberikan kepada para pengancamnya, "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa,"(ayat 31-33). Luar biasa pengenalan murid ini pada Yesus. Bagaimana dengan Anda?

Renungan Firman
Setelah membaca renungan ini, hal apakah yang memberikan pencerahan baru bagi Anda? Apakah yang akan Anda lakukan untuk mengenal Yesus lebih dalam? Bagikan pengalaman Anda di komsel

2012-03-30T05:22:00+07:00

Bahan Saat Teduh 2 – 8 Apr 2012

Senin, 02/04/2012

SEORANG MURID MEMILIKI HATI NURANI YANG MURNI

Bacaan Firman
Bacalah Kisah Para Rasul 24:16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan:
1. Apa yang selalu diusahakan oleh Paulus di dalam hidupnya?
2. Apakah Anda juga memiliki kerinduan seperti Paulus dan mengusahakannya?

Setiap manusia telah diciptakan oleh Tuhan dengan hati nurani yang murni atau suara hati yang bersih. Hati nurani adalah alarm yang ditempatkan Tuhan dalam hati manusia untuk memberi tanda peringatan jika ada yang melanggar hukum Tuhan atau melakukan kejahatan. Sekalipun orang tersebut belum percaya pada Tuhan, tapi bila ia melakukan kejahatan, maka hati nuraninya memberi peringatan atau teguran kepada dia dengan cara hati yang berdebar-debar. Jika ia terus-menerus berbuat jahat dan mengabaikan hati nuraninya, maka ia akan kehilangan kepekaan nuraninya. Jika ia tetap berbuat jahat, maka ia tidak akan merasa lagi bahwa kejahatan yang dilakukan adalah dosa. Bila ia terus-menerus berbuat dosa, maka dosa akan terbentuk menjadi kebiasaan atau karakternya.

Hati nurani bisa terganggu jika ada seseorang berbuat jahat kepada kita atau orang lain. Rasul Paulus senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. Untuk memiliki hati nurani yang murni, ia harus menghadapi berbagai macam tuduhan palsu dari orang-orang yang membencinya. Paulus percaya bahwa ia harus bersikap benar, agar hati nuraninya tetap murni. Ia percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang akan menghakimi dengan adil. Bagaimana dengan hati nurani kita saat ini? Mari tingkatkan kepekaan akan dosa dengan menjaga hati nurani kita tetap murni. Semakin bersih dan murni hati nurani kita, maka kita juga akan makin peka terhadap kejahatan yang terjadi. Tuhan menuntun kita melalui hati nurani agar kita mendengar dan melakukan kehendak-Nya.

Renungan Firman
Masih adakah dosa yang Anda lakukan, namun hati nurani tak terganggu lagi? Carilah nasihat di komsel untuk membereskan kesalahan /dosa tersebut. Bagikan pengalaman Anda di komsel tentang bagaimana menjaga hati nurani tetap murni.

2012-03-30T04:25:04+07:00