/Saat Teduh BUILD! (Juni 2014)

00 – Go And Tell

PERGI DAN CERITAKAN

Dalam edisi kali ini, kita sedang belajar untuk senantiasa melakukan BBM – Bertemu, Bersaksi dan Mengajak orang-orang di sekitar kita untuk mengenal Allah yang kita sembah, Allah yang hidup. Allah yang hidup ini kuasaNya sanggup dan telah mengubah hidup kita, sehingga kita bisa menceritakan apa yang kita alami kepada orang lain, agar mereka pun mengalaminya. Bagaimana contoh sederhana dan praktis untuk melakukan hal ini?

Ada satu kisah tentang perempuan Samaria, yang hidupnya berubah setelah bertemu dengan Yesus lalu pergi menceritakan kepada orang lain apa yang dialaminya. Inilah perempuan di kota Samaria, di mana terdapat sumur Yakub. Yesus yang saat itu sangat letih oleh perjalanan, duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Lalu datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air di sumur itu. Kata Yesus kepadanya: 'Berilah Aku minum,'" (ayat 4-7). Jadi, Yesus yang memulai percakapan tersebut. Dengan segera perempuan itu menjawab, "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (ayat 9). Mungkin perempuan ini tidak suka dengan orang Yahudi. Dan Yesus tidak tersinggung dengan hal ini, tetapi menjawab, "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup," (ayat 10). Yesus justru membuka pikiran perempuan ini dengan pernyataan yang tajam, "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah.” Tiba-tiba perempuan ini tersadar dan menjawab, "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" (ayat 11-12). Perhatikan bahwa sekarang ia menggunakan sebutan “Tuhan” untuk memanggil Yesus. Pintu kehidupannya makin terbuka. Perempuan ini tertarik dan memberi respon yang baik. Yesus mengungkapkan apa yang dibutuhkan oleh perempuan ini, "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal,"(ayat 13-14). Awalnya, Yesus memulai dari kebutuhan jasmani, lalu Ia menyinggung kebutuhan rohani, yakni hidup kekal. Ketika menyadari kebutuhan rohaninya, maka perempuan ini berespon, "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air,"(ayat 15). Ini adalah cara penginjilan yang efektif, yaitu menuntun seseorang menemukan kebutuhan hidupnya.

2014-05-30T06:32:47+07:00
Load More Posts