//Chain Reaction

Chain Reaction

Ini bukan artikel berbahasa Inggris, walaupun judulnya ditulis dalam Bahasa Inggris. Istilah yang saya gunakan di judul memang sulit dicari padanan singkatnya dalam Bahasa Indonesia, sehingga saya memilih menggunakan versi Bahasa Inggrisnya saja. Apa artinya chain reaction? Chain artinya rantai, dan reaction artinya reaksi. Jadi kira-kira, dalam Bahasa Indonesia kita bisa sebut dengan reaksi berantai. Nah, kurang nyaman kan di telinga? Jadi kita gunakan istilah aslinya yang berbahasa Inggris saja, ya. :).

Istilah chain reaction awalnya mengacu pada serangkaian reaksi fisika atau kimia, yang dipicu oleh suatu penyebab awal pada benda/elemen tertentu dan terus berlanjut pada benda/elemen berikutnya sebagai dampak/akibat dari penyebab awal tadi. Istilah ini kemudian digunakan di berbagai bidang untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat yang terjadi dalam suatu rangkaian, baik yang positif ataupun yang negatif. Nah, supaya kita lebih mudah memahaminya, yuk kita langsung lihat contohnya.

Amir lahir di keluarga miskin di sebuah kampung. Saat masih kecil, Amir terbiasa bersekolah sambil menahan lapar dan haus karena ia tidak memiliki uang jajan seperti teman-temannya. Ia pun seringkali diejek oleh teman-temannya karena seragamnya lusuh, dan tas maupun sepatunya hampir selalu robek-robek. Walaupun malu dan sedih, Amir belajar mengerti bahwa uang jajan, seragam, tas dan sepatu bukanlah hal yang utama dalam hidupnya sebagai seorang pelajar dan seorang anak. Amir berusaha belajar dengan baik serta rajin membantu melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga agar ibunya bisa lebih berkonsentrasi membantu pekerjaan ayahnya. Prestasi demi prestasi teraih, hingga Amir menerima beasiswa untuk berkuliah di ibukota. Sesuai cita-citanya, Amir mengambil jurusan ilmu manajemen dan bekerja apa saja sambil berkuliah. Selepas kuliah, Amir menggunakan tabungan dari penghasilannya itu untuk memulai bisnis jasa pembersihan rumah dan apartemen, bidang yang sangat ia kuasai sejak kerap membantu ibunya di rumah mereka di kampung dulu. Perpaduan kualitas jasa pembersihan yang unggul dan ilmu manajemen yang diterapkan dengan baik membuat bisnis Amir bertumbuh pesat serta mengundang para calon pemodal untuk berinvestasi. Dengan tambahan modal ini, Amir semakin mengembangkan bisnisnya, dan bahkan dapat menyisihkan dana untuk memberikan beasiswa rutin kepada para pelajar berprestasi dari keluarga miskin di berbagai desa. Apa chain reaction yang tampak di sini? Situasi awalnya adalah kemiskinan keluarga Amir, akibat yang terjadi berurutan adalah: Amir hidup pas-pasan dan sering diejek teman-temannya, Amir malu dan sedih, Amir belajar memahami situasi dan apa yang harus dilakukannya, Amir melakukan hal yang benar dengan rajin belajar serta membantu ibunya, Amir meraih prestasi, Amir mendapatkan beasiswa kuliah, Amir rajin belajar di kuliah dan bekerja sambil kuliah, Amir punya tabungan untuk memulai bisnisnya, Amir menjalankan bisnisnya dengan baik, Amir mendapatkan tambahan modal dari para investor, Amir berhasil mengembangkan bisnisnya, dan akhirnya Amir mendanai pendidikan para pelajar yang mengalami situasi seperti dirinya dulu. Inilah chain reaction yang positif.

Sekarang coba kita berandai-andai jika chain reaction yang terjadi dalam hidup Amir justru negatif. Amir kecil yang hidup pas-pasan dan diejek oleh teman-temannya ini merasa malu dan sedih. Ia marah dan memberontak kepada orang tuanya, lalu memutuskan tidak mau bersekolah lagi. Amir terpaksa membantu ayahnya bekerja di ladang karena tidak bersekolah, walaupun ia melakukannya sambil bermalas-malasan karena hati yang tidak rela dan marah. Setelah ayahnya meninggal, Amir pun bertanggung jawab meneruskan pekerjaan ayahnya di ladang. Namun karena tidak pernah belajar menguasai pekerjaan ini, Amir mengalami beberapa kali gagal panen dan akhirnya semakin bangkrut, sehingga ladangnya disita oleh lintah darat yang memiutangi Amir dan ibunya. Sekarang Amir tidak mempunyai apa-apa lagi, padahal ia harus merawat ibunya yang sudah berusia sangat lanjut dan sakit-sakitan. Amir pun frustrasi dan akhirnya diam-diam ingin mengakhiri hidupnya saja. Perhatikan bahwa situasi awalnya sama, namun di skenario ini Amir memilih respon yang berbeda, respon yang negatif terus-menerus, yang selangkah demi selangkah membawanya kepada situasi yang semakin buruk. Inilah chain reaction yang negatif.

Tanpa kita sadari, pada segala sesuatu ada serangkaian sebab-akibat yang lebih panjang daripada yang kita lihat saat itu. Hidup kita sehari-hari, hal-hal sekecil apapun, adalah bagian dari sebuah chain reaction. Apa yang terjadi pada kita adalah akibat dari sesuatu yang lain yang terjadi awalnya, dan apa yang kita lakukan atas apa yang terjadi itu akan menyebabkan sesuatu yang lain sebagai dampaknya. Apa yang terjadi pada kita tidak bisa kita kontrol. Apa yang kita lakukan bisa kita kontrol, dan dengan demikian apa dampaknya pun bisa kita kontrol. Apa artinya semua ini? Sederhana saja. Respon kita menentukan dampak yang kita hasilkan. Chain reaction seperti apa yang sedang kita ciptakan? Positif atau negatif? Kuncinya adalah respon kita. Respon yang positif, apalagi terus-menerus, akan menciptakan chain reaction yang positif juga, dengan dampak berupa hasil akhir yang positif pula. Respon yang negatif, apalagi terus-menerus, akan menciptakan chain reaction yang negatif juga, dengan dampak berupa hasil akhir yang negatif pula.

Nah, mari kita lihat hidup kita sendiri sekarang. Bagaimana selama ini kita berespon terhadap apa yang terjadi pada kita? Mulailah dari hal-hal kecil. Ada begitu banyak hal yang terjadi pada hidup kita: kemacetan, konflik yang mengganggu hubungan dengan orang tertentu, event yang tidak berjalan semestinya, peristiwa mendadak yang membuat jadwal berantakan, mood yang tidak enak, dll. Ingat, ini semua bagian dari sebuah chain reaction, dan respon kita ikut menentukan chain reaction apa yang akan berjalan selanjutnya. Mau menciptakan chain reaction yang menghasilkan dampak negatif atau dampak positif, pilihan ada di tangan kita. Kontrollah bagian yang bisa kita kontrol, yaitu respon kita, maka kita akan menciptakan dampak yang tepat. Selamat menikmati hasilnya, ya! 🙂  (my)

2019-11-01T11:23:26+07:00