///Conviction : Memiliki keyakinan yang teguh

Conviction : Memiliki keyakinan yang teguh

Ia merupakan seseorang yang dianggap oleh saudara-saudaranya sebagai seorang laki-laki manja dan tidak berguna. Ia dijual sebagai seorang pekerja kasar ke luar negeri ketika masih remaja. Ia mendekam di penjara selama beberapa tahun di negeri itu karena tidak mengikuti konspirasi dari salah satu atasan kerjanya. Namun, pada akhirnya ia menjadi orang kedua yang paling berkuasa di negeri itu.

Bagi saya nilai terunggul yang dimiliki Yusuf adalah kemampuannya untuk memiliki, mempertahankan, dan menunjukkan keyakinannya. Dalam bahasa Inggris, hal ini disebut conviction. Ada perbedaan yang mencolok antara opini (opinion) dengan keyakinan (conviction). Anda dapat memperdebatkan sebuah opini, akan tetapi Anda tidak dapat memperdebatkan sebuah keyakinan. Anda dapat mengubah opini orang lain. Akan tetapi sulit sekali mengubah keyakinan orang lain. Opini dalam banyak hal bersifat temporer dan situasional, sedangkan keyakinan cenderung bersifat permanen. Keyakinan membuat seseorang rela mengorbankan segala-galanya demi mempertahankan atau mencapai apa yang diyakininya. Akan tetapi, jarang sekali, atau bahkan mungkin tidak ada seorang pun yang rela melepaskan nyawanya demi sebuah opini. Keyakinan berfungsi sebagai kompas dalam membuat keputusan-keputusan dalam hidup sedangkan opini hanya berfungsi sebagai tambahan informasi dalam hal ini. Orang yang mempunyai keyakinan teguh akan cenderung sukses dalam meraih apa yang diyakininya. Sedangkan orang yang hanya mempunyai opini akan cenderung berputar-putar di tempat.

Orang yang mempunyai keyakinan yang benar, mampu mengoptimalkan hidupnya walaupun menghadapi rintangan sebesar dan sebanyak apapun sedangkan orang yang hanya mempunyai opini hanya sekadar ada atau exist. Mari kita kembali kepada Yusuf. Di dalam kenaifan masa mudanya ketika ia menceritakan mimpi-mimpinya kepada orang tua dan saudara-saudaranya, ia membuat mimpi itu menjadi sebuah keyakinan yang kuat.

Saya membayangkan sejak Yusuf mendapatkan mimpi-mimpi itu, ia mengatakan pada dirinya sendiri: “Suatu saat aku akan menjadi seorang raja!” Saya yakin ia tidak mengatakan: “Suatu saat aku akan menjadi raja yang dapat berlaku sewenang-wenang atas ayah, ibu, dan saudara-saudaraku yang lain.” Itulah sebabnya ketika ia telah menjadi orang kedua yang paling berkuasa di Mesir dan bertemu sekali lagi dengan saudara-saudaranya yang telah menjualnya sebagai pekerja kasar, ia tidak dikuasai kemarahan atau keinginan untuk membalas dendam. Saya yakin hal ini jugalah yang membuatnya dapat bertahan melawan rayuan istri Potifar. Yusuf yakin bahwa ia adalah bangsa pilihan Allah. Ia yakin bahwa standar hidup yang diatur oleh Allah adalah yang terbaik. Ia yakin bahwa Allah akan selalu memelihara hidupnya jika ia hidup taat pada-Nya. Itu sebabnya ia mampu menolak dengan tegas, hal- hal yang bertentangan dengan keyakinannya.

Lalu, bagaimana caranya membentuk keyakinan yang benar? Tanamkan dalam pikiran dan hati kita bahwa tuhan lebih tahu apa yang terbaik.

Salah satu sumber kebimbangan dan keraguan yang membuat keyakinan kita pada Tuhan menjadi hanya sekadar opini adalah bisikan iblis yang mengatakan bahwa kita lebih tahu apa yang terbaik daripada Tuhan. Ketika pekerjaan dan masa depan orang-orang yang kita kasihi menjadi taruhannya, iblis akan cenderung menggoda kita berpikir bahwa Tuhan tidak mengerti hal-hal yang sedetail dan serumit ini. Jangan dengarkan tipuan iblis itu! Tanamkan keyakinan bahwa Tuhan Yesus mengasihi dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita, setiap saat semakin jauh ke dalam hati dan pikiran kita.

Selain itu, belajarlah menjadi gigih. Memegang teguh keyakinan menuntut kita untuk tetap berfokus dan gigih dalam memperjuangkan atau berusaha meraih target kita. Latihlah kegigihan kita dengan membiasakan diri untuk memiliki target-target bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, atau tahunan. Biasakan diri untuk tidak mencari alasan untuk membenarkan kegagalan kita mencapai target tersebut. Kejar dan kerjakan target-target yang telah kita susun bersama dengan Tuhan, maka kegigihan kita akan bertumbuh dan lama-kelamaan kita akan semakin kuat dalam prinsip-prinsip keyakinan yang benar.

Ketika kedua cara ini kita lakukan, pada akhirnya kita akan menuai hasilnya. Seperti Yusuf.

 

2019-10-12T10:51:39+07:00