///Danau Labuan Cermin

Danau Labuan Cermin

“Warna air di danau ini bergradasi dari biru tua, biru muda, putih dan hijau di area luar danau. Sesuai dengan namanya, airnya yang jernih pun berkilat seperti cermin. Dasar danau pun bisa kita lihat dengan jelas dari atas permukaan air padahal kedalaman danau ini lebih dari 3 m. Kita bisa berenang, menyelam maupun snorkeling di tempat ini. Danau Labuan Cermin merupakan danau campuran antara danau air tawar dan air asin. Permukaan danau ini akan terasa asin, sementara di dasar danau airnya akan terasa tawar. Saat kita menyelam agak ke dalam, batas antara air asin dan air tawarnya akan terlihat jelas. Hal tersebut pula yang menyebabkan biota di dalam danau ini sangat beragam.”

Membaca informasi tentang danau ini membuat kita tertarik untuk mengunjunginya, karena kita menjadi penasaran dengan keindahan dan keunikannya. Saya sendiri pun tertarik untuk melihatnya. Bagi saya, selain kejernihan air danau yang seperti cermin, campuran antara air tawar dan air asin menjadi suatu fenomena yang menarik untuk dilihat, karena mengingatkan saya akan kisah kehidupan Tuhan Yesus dan segala perbuatanNya di bumi, sebagai Allah yang hidup di tengah-tengah manusia.

Tuhan Yesus adalah seperti air asin (Sang Garam), yang bercampur dengan air tawar yaitu orang dunia. Namun meskipun Dia hidup bersama manusia, serupa dengan manusia, Dia tidak menjadi berdosa seperti manusia. Dia tetap menjadi pribadi Allah yang kudus dan berkuasa untuk mendatangkan mujizat dan tanda-tanda ajaib. Demikian pula seperti Danau Labuan Cermin dengan air yang jernih, kehidupan Tuhan Yesus yang hadir di umat manusia juga mendatangkan kejelasan dan kebenaran ilahi. Segala hal dapat terlihat dengan jernih di hadapanNya, karena hadirat Allah sangat nyata melalui diriNya.

Saat ini pun Tuhan Yesus hidup di tengah-tengah kita, yaitu melalui firmanNya yang membuat kita mengerti dengan jernih tentang kebenaran serta melalui kuasa yang diberikanNya kepada anak-anakNya untuk melakukan banyak perkara dan mujizat yang bahkan lebih besar daripada yang pernah Dia sendiri lakukan. Lalu, bagaimana kita mengalami semua keunikan dan keindahan ini? Kita harus belajar dari cara Tuhan Yesus hidup, bagaimana dia bercampur dengan segala jenis manusia di dunia tanpa menjadi berdosa seperti orang dunia.

Sama seperti danau yang memiliki air asin dan air tawar, sebagai garam dunia (“air asin”) kita harus hidup di tengah-tengah orang dunia (“air tawar”). Namun kita tidak boleh menjadi serupa dan menjadi air tawar, dan justru dengan tetap menjadi air asin dan air yang jernihlah “danau kehidupan” kita akan menjadi sesuatu yang menarik perhatian banyak orang. Segala perkara ajaib dan mujizat terjadi dan setiap kebenaran dapat terlihat dengan jelas  di “danau kehidupan” kita, bagi orang-orang yang datang “berkunjung”.

Tuhan Yesus mengutus kita di mana pun kita berada saat ini, sebagai pelajar, pekerja, pengusaha atau ibu rumah tangga, untuk menjadikan Dia sebagai teladan dalam memuridkan orang lain. Ikutilah teladan hidup Tuhan Yesus,  jadilah saksi Kristus dalam  memberitakan “danau kehidupan” kita, sehingga makin banyak orang yang tertarik untuk datang dan mengalami berbagai kebenaran dan tanda-tanda ajaib yang diberikan Tuhan Yesus melalui kita anak-anak yang dikasihiNya.  Amin.

“…sebab AKU telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah KUperbuat kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, atau pun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yoh. 13:16)

2019-10-17T14:13:32+07:00