///Datanglah Kerajaan-Mu

Datanglah Kerajaan-Mu

Tidak terasa, kini kita sudah berada di penghujung tahun 2020. Tanpa kita sangka-sangka sebelumnya, tahun ini Tuhan dalam kedaulatan-Nya telah mengguncangkan segala sesuatu yang dapat diguncangkan. Saya percaya bahwa Tuhan memang bertujuan sedang memurnikan kita, gereja-Nya, agar kita kembali ke fokus pada Kerajaan Allah dan agar tinggal tetap kerajaan yang tidak terguncangkan itu. Memang, tanpa sadar banyak dari kita telah kehilangan fokus Kerajaan Allah. Hidup pribadi, pernikahan, keluarga, gereja, dan masyarakat kita banyak yang tidak lagi berlandaskan prinsip Kerajaan Allah. Karena itulah, Tuhan mengguncang segala hal yang tidak berlandaskan prinsip Kerajaan Allah, supaya kita kembali menerapkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah dalam segala bidang kehidupan.

Saat kita belajar melihat rencana Allah dalam konteks Kerajaan-Nya, kita akan mulai mengalami kehidupan yang tak terguncangkan itu.

 

Kristus, Raja kita, telah hadir

Pada bulan Desember ini, rupanya kita masih diberi kesempatan untuk merayakan Natal. Marilah kita mempergunakan masa Natal ini untuk merenungkan bahwa Kristus, Raja kita, telah hadir. Tujuan kedatangan-Nya sebagai bayi manusia yang terlahir ribuan tahun lalu ialah untuk membawa Kerajaan Surga turun ke bumi sehingga kita dapat hidup dalam Kerajaan Allah.

Manusia sejak awalnya sudah diciptakan untuk hidup di dalam Kerajaan Allah, yaitu pemerintahan Allah. Ketika Allah hadir, berdiam, dan memerintah di dalam dan di antara manusia, meski manusia masih tinggal di bumi, keadaan manusia dan bumi itu berada dalam keadaan “sungguh amat baik”. Artinya, dosa, kejahatan, penyakit, keterikatan, kutuk, dan kematian tidak berkuasa atas manusia. Namun sayangnya, manusia telanjur tidak taat dan melanggar perintah Allah; manusia berbuat dosa dan hidup terpisah dari Allah. Sejak kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, manusia hidup di luar Kerajaan Allah, yaitu di dalam kerajaan kegelapan. Ini sesuai dengan nubuatan Nabi Yesaya, bahwa manusia semua hidup di dalam kegelapan, tetapi Allah mempunyai rencana untuk menyelamatkan manusia dari kerajaan kegelapan.

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.

– Yesaya 9:1-6, TB

Apakah jalan keluar bagi manusia yang hidup diperbudak oleh kerajaan kegelapan? Jalan keluar ini bukan terletak atau tergantung pada manusia. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari kegelapan. Solusinya haruslah datang dari Allah. Karena persoalan manusia adalah karena manusia kehilangan Kerajaan Allah, satu-satunya solusi persoalan manusia hanyalah Kerajaan Allah. Itulah sebabnya, Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk diberikan pada kita. Dia adalah hadiah terbesar yang diberikan Allah bagi kita. Dia lahir sebagai bayi manusia untuk menjadi Raja bagi kita. Itulah yang kita rayakan pada momen kelahiran-Nya, yaitu Natal. Mari kita mengucap syukur bahwa Dia rela datang ke dunia, menebus kita dari dosa, memerintah sebagai Raja atas kita, sehingga manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah dan mendapatkan solusi yang sepenuhnya serta tuntas bagi hidupnya.

 

Kini kita hidup di dalam komunitas Kerajaan-Nya 

Dari Firman Tuhan, kita tahu bahwa hal yg kita alami sekarang belum apa-apa dibandingkan apa yang akan terjadi di hari-hari yang akan datang. Lalu, bagaimanakah kita harus menyikapi guncangan yang semakin keras di masa depan? Bagaimanakah kita dapat bertahan dalam guncangan yang begitu mengerikan? Dalam Ibrani 12, Tuhan sudah memberikan kepada kita solusinya. Cara agar kita hidup tidak terguncangkan adalah hidup di dalam komunitas Kerajaan Allah, yaitu Sion.

Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi, dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

– Ibrani 12:22-24, TB

Jelaslah, Tuhan ingin kita hidup di Sion, Yerusalem baru, jemaat sulung, yang adalah gereja perjanjian baru seperti yang Tuhan mulai dengan jemaat mula-mula. Inilah gereja akhir zaman yang akan mencapai kesempurnaannya. Inilah komunitas Kerajaan Allah yang akan membawa Surga ke bumi, menghadirkan dan memperluas Kerajaan Allah di bumi. Inilah komunitas yang sedang dan akan terus kita bangun; kita akan hidup di dalamnya, sehingga misi Allah Bapa di bumi ini dapat diselesaikan dan semua manusia kembali hidup di dalamnya pula.

 

Mari, pastikan diri kita mengalami kehadiran Sang Raja itu dan mulai hidup di dalam Kerajaan-Nya serta senantiasa melakukan misi-Nya. Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

2020-11-26T12:41:32+07:00