///Delapan Sifat Kasih yang Memulihkan

Delapan Sifat Kasih yang Memulihkan

Yeremia 33:11 (TB) – “… akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, Firman TUHAN.

 

  1. Kasih adalah Allah El Shaddai

1 Yohanes 4:16 (TB) – “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

 

  1. Kasih adalah sebuah kekuatan

Keluaran 15:13 (TB) – “Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.

 

  1. Kasih mampu mengerjakan ulang apa yang rusak

Yeremia 18:4 (TB) – “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

 

  1. Kasih mampu membangun kembali apa yang hancur

Yeremia 24:6 (TB) – “Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya.

 

  1. Kasih mengandung kuasa pembaharuan

Yesaya 43:19-20 (TB) – “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara…  …sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;

 

  1. Kasih adalah kekuatan Roh Allah yang lebih besar daripada roh di dunia

Kisah Para Rasul 7:49 (TB) – “Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian Firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?

1 Yohanes 4:4 (TB) – “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku… sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

 

 

  1. Kasih tidak menyangkal atau membatalkan kesetiaanNya

Roma 3:3, 6 (TB) – “Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?

2 Timotius 2:13 (TB) – “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia [Kasih] tidak dapat menyangkal diri-Nya.

 

  1. Kasih yang kita terima melekat sebagai identitas tetap kita

Roma 8:35, 38-39 (TB) – “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Roma 8:37 (TB) – “… dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

 


2023-11-25T09:43:13+07:00