///DEVELOPING PARTNERSHIP WITH YOUR BOSS

DEVELOPING PARTNERSHIP WITH YOUR BOSS

 

Dibawah ini ada beberapa tips praktis tentang bagaimana cara Anda bisa lebih kooperatif dengan atasan dengan perasaan damai dan suka cita (bukan terpaksa).
1. Amati ‘mood’ atasan Anda & sesuaikan diri
Bila dia sedang emosional dan dalam situasi tertekan, jangan terlalu banyak komunikasi. ”Parkir” sejenak. Jangan protes atau mengeluh dan jangan mengusulkan ide apapun dalam situasi, apalagi merengek-rengek minta naik gaji.

2. Bantu “kelola” waktu dan prioritas atasan
Setiap pagi, ingatkan atasan anda berbagai hal-hal penting tentang tugas-tugas hari ini. Usulkan jam berapa sebaiknya rapat atau harus bertemu dengan siapa dan untuk urusan apa. Dengan Anda menolong atasan mengingatkan dan mengelola waktu dia, hal ini akan sangat menolong Anda juga menyelaraskan berbagai prioritas pada hari tersebut.

3. Tawarkan bantuan
Ketika Anda melihat atasan sedang kelimpungan dengan berbagai beban tugas, tawarkan diri untuk membantu dia dengan tugas-tugas yang Anda sangat fahami. Dengan melakukan hal ini, akan menciptakan “rasa hormat” dari atasan kepada Anda.

4. Pegang janji Anda
Bila Anda telah sepakati deadline menyelesaikan tugas dari atasan, semaksimal mungkin tepati janji Anda (dengan harga apapun). Bila Anda menemui kesulitan untuk selesaikan tugas sesuai dengan deadline, bertindak secara cepat untuk cari solusinya. Bila Anda tidak temukan solusinya, secepatnya informasikan kesulitan yang tak terkendali ini pada atasan. Tips ini hanya berlaku untuk tingkat kesulitan yang tinggi dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

5. Selalu jadi “problem solver”
Hindari bolak-balik datang kepada atasan untuk mengabarkan kesulitan-kesulitan Anda. Setiap menjumpai kesulitan, coba untuk atasi sendiri dulu. Bila Anda mengalami kebuntuan, cari bantuan dan advis dari rekan kerja atau seseorang yang lebih berpengalaman ( pokoknya jangan bikin rusuh atasan dulu!). Kalau tetap mentok juga, datanglah kepada atasan Anda dengan berbagai alternatif dan tanyakan advis dari atasan.

6. Datang lebih awal
Bila Anda tahu atasan akan datang jam 7.50, datanglah pada pukul 7.40. Datang 10 menit lebih awal menunjukan dedikasi Anda sebagai karyawan yang siap membantu. Siapa tahu si atasan, pagi-pagi butuh sesuatu yang perlu diselesaikan dan membutuhkan bantuan Anda. Dengan lakukan hal ini, Anda sebenarnya sedang investasi “cfredit points” kedalam benak atasan, bahwa Anda adalah karyawan yang all-out didalam menjalankan tugas.

7. Jangan lupa status Anda
Mungkin Anda bingung, kadang si atasan bisa tertawa terbahak-bahak, bersenda gurau dan terlihat sangat akrab. Tapi dalam hitungan menit dia bisa berubah menjadi tegas, marah-marah dan bahkan menegur Anda dengan keras. Anda tidak perlu sakit hati atau bingung. Penting untuk Anda ingat, bahwa didalam jam-jam kerja, dia tetap atasan Anda, dan Anda adalah anak buahnya. Dengan sadar status, Anda tetap menjaga perilaku sebagai anak buah dan hormati dia sebagai atasan yang berwenang. Jangan bertindak melewati garis wewenang. Jangan mentang-mentang dia bisa berakbrab-akraban dengan anak buah, Anda menjadi “ngelunjak” melupan berbagai tata tertib kantor dan lupa akan tugas.

8. Atasan juga manusia
Jangan lupa, bahwa atasan Anda juga manusia, punya banyak kelemahan dan kekurangan. Jadi, janganlah berfokus pada kekurangan dan kelemahan dia (apalagi pikirkan berbagai kekurangan dia siang dan malam). Anda sendiripun juga penuh dengan berbagai kekurangan, bukankah begitu? Daripada fokus pada kejelekan atasan, lebih baik Anda fokus pada kekuatan dan kelebihan yang ia miliki dan belajar / mencontoh dari dia. Bila lakukan ini, selain menguntungkan, juga akan mengurangi stress Anda.

9. Jangan fokus pada atasan, tapi pada prestasi Anda
Banyak orang menjadi patah semangat dan menjadi malas karena berbagai ulah atasan. Banyak orang jadikan kelemahan & kekurangan atasan sebagai penghalang mereka untuk berprestasi. Banyak karyawan yang punya prinsip,”Ngapain saya kerja keras dan belajar skill baru, saya sebel banget dengan si atasan” atau ”Saya tidak punya semangat kerja lagi karena atasan saya otoriter”.
Sebenarnya, mau si atasan otoriter, semena-mena, mau menang sendiri or whatever, itu bukan urusan Anda. Fokus dan urusan Anda adalah bekerja dengan berprestasi, belajar berbagai ketrampilan (untuk masa depan Anda) dan latih sikap kerja yang positif. Bila Anda memiliki fokus seperti ini, dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan ”daya saing” Anda dibursa tenaga kerja.

10. Jaga kredibilitas Anda didepan semua orang
Jaga kredibilitas bukan hanya didepan atasan saja. Bila Anda mampu menjaga sikap, selalu jujur, selalu tepat janji, selalu puya sikap positif, memiliki sikap “Ya adalah Ya – Tidak adalah Tidak”, selalu pegang janji, memiliki disiplin diri yang kuat, dan lain-lain, tidak hanya atasan saja yang melihat, tetapi semua orang dilingkungan kerja juga akan merasakannya. Bila hal ini terjadi, maka sebenarnya Anda sedang mengasah kualitas sebagai karyawan teladan. Jadi intinya: mau atasan Anda menyebalkan atau tidak, yang penting, tetap jaga kualitas Anda. Dengan Anda memiliki pola pikir seperti ini, maka Anda akan tetap jaga hubungan kerja yang positif dengan atasan.
Jadikan profesional yang “cerdas”, jangan mudah terpancing dengan hal-hal negatif. Selamat mempraktekkan!!! (fl)

2012-07-26T04:11:29+00:00