///Dimuridkan menjadi ekklesia

Dimuridkan menjadi ekklesia

Pada edisi-edisi sebelumnya, kita sudah banyak belajar tentang ekklesia. Kita tahu bahwa Allah memanggil kita untuk menjadi ekklesia-Nya, yaitu orang-orang khusus yang dipanggil menjadi mitra/rekan sekerja dalam pemerintahanNya, untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi. Kali ini, kita akan mempelajari cara Kristus membentuk ekklesia-Nya, yaitu melalui pemuridan. Tujuan pemuridan adalah melatih kita agar berfungsi sebagai ekklesia yang dewasa dan dapat memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya di bumi (Why. 5:4-6; 20:6; 22:5). Karenanya, tanpa dimuridkan, kita tidak mungkin menjadi ekklesia yang berfungsi.

Bermagang kepada Yesus

Pola pemuridan yang dilakukan Yesus Kristus memiliki latar belakang budaya pendidikan Yahudi. Orang Yahudi pada zaman Yesus mempraktikkan tiga tingkat pendidikan yang diajar oleh para guru yang disebut rabi. Pada usia 5-10 tahun, seorang anak Yahudi akan belajar dari seorang rabi di sinagoga untuk memahami dan menghafal kitab Taurat. Sekolah tingkat ini disebut Beth Sefer. Pada usia 10-14 tahun, mereka belajar untuk menafsirkan isi kitab Taurat dari seorang rabi di sinagoga. Sekolah tingkat ini disebut Beth Midras. Kemudian barulah pada usia 14-30 tahun, seorang murid memasuki pendidikan tertinggi yang disebut Beth Talmud. Pada tingkat ini, pendidikan tidak lagi berlangsung di sinagoga, melainkan dengan sistem pemagangan langsung di lapangan. Pada tingkat ini, murid-murid disebut talmidim, yaitu orang-orang yang mengikut rabinya ke mana pun rabi itu pergi, untuk belajar hingga menjadi seperti sang rabi.

Murid pada tingkat talmidim inilah yang menjadi titik terpenting pertimbangan sang rabi ketika memilih calon murid. Ketika seorang rabi menemukan orang yang berpotensi “sukses” menjadi talmidim-nya, ia akan mengundang orang itu menjadi muridnya (mungkin sejak tingkat pendidikan sebelumnya). Ia akan berkata, “Ikutlah aku, kamu akan kujadikan serupa dengan aku.” Demikian pula dengan Kristus ketika datang ke dunia untuk mendirikan ekklesia-Nya. Sebagai Rabi Agung, Yesus memanggil calon-calon muridNya untuk menjadi pemagangNya. Ia berkata kepada Simon dan Andreas, “Mari, ikutlah Aku, maka kamu akan kujadikan penjala manusia,” (Mat. 4:18-19).

 

Menjadi Penjala Manusia

Matius mencatat bahwa setelah Yesus, sang Rabi, memanggil murid-muridNya, mereka menjadi pemagang-pemagangNya. Di dalam ayat 23-24 dijelaskan “curriculum vitae” Yesus: “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepadaNya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka,” (Mat. 4:23-24). Ternyata Yesus adalah Rabi yang juga seorang Pengajar, Pemberita Injil, Penyembuh, dan Pelepas. Ini berarti, menjadi pemagang Yesus adalah belajar untuk menjadi serupa dengan Yesus yang adalah Pengajar, Pemberita Injil, Penyembuh, dan Pelepas.

Sekarang, jelaslah sasaran kita dalam pemuridan. Pemuridan adalah belajar menjadi pemagang Yesus dalam mengajarkan Kerajaan Allah, memberitakan Injil Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir setan. Inilah yang disebut dengan menjadi penjala manusia. Pemuridan adalah belajar menjadi penjala manusia lewat proses pemagangan, dengan melepaskan orang-orang yang belum percaya dari kuasa kerajaan kegelapan melalui pelayanan kesembuhan, mengusir setan, memberitakan Injil kerajaan, dan mengajarkan firman kerajaan Allah.

Pola Pemagangan dengan Yesus

Selanjutnya, mari kita amati cara Yesus melatih murid-murid sebagai pemagang-pemagangNya. Dalam Injil Matius pasal 5-7, dijelaskan bagaimana Yesus mendemonstrasikan kepada murid-muridNya fungsi sang Rabi sebagai penjala manusia. Matius 5:1-12 menguraikan bahwa Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah; dan Matius 5:13-7:29 menguraikan bahwa Yesus mengajar cara hidup dalam Kerajaan Allah. Setelah itu, Matius 8 dan 9 menjelaskan bahwa Yesus menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan pula. Maka, Matius 5-9 menjelaskan tentang Yesus, sang penjala manusia, yang mendemonstrasikan kepada pemagangNya bagaimana menjadi penjala manusia pula. Pada bagian akhir dari Matius 9, penulis kembali mengulangi “curriculum vitae” Yesus. Dikatakan, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan,” (Mat. 9:35).

Sayangnya, kita dapat membaca bahwa Yesus merasa sedih karena melihat keadaan dunia. KesedihanNya ini adalah karena tuaian begitu banyak, tetapi pekerjanya (penuai) sangat sedikit (Mat. 9:37). Penuai atau penjala manusia sejauh itu hanya ada seorang saja, yaitu Dia sendiri. Yesus ingin mencetak lebih banyak penuai atau penjala manusia. Itu sebabnya, di dalam ayat-ayat berikutnya (Mat. 10:1-15), Yesus mengutus murid-muridNya untuk melakukan hal-hal yang telah Dia lakukan, sesuai isi “curriculum vitae”-Nya. Di saat inilah pemagangan dimulai. Sekarang, para murid mulai diajar oleh Rabi Yesus untuk melakukan apa yang Dia lakukan, melalui pengutusan berdua-dua (Mrk. 6:7). Jadi, kita melihat bahwa pola pemagangan Yesus adalah melalui komunitas kecil (2-3 orang). Inilah komunitas pemuridan tempat Kristus berdiam/tinggal dan melakukan proses pemagangan kepada murid-muridNya (Mat. 18:19-20).

Semua Orang Percaya adalah Pemagang Yesus

Sebagian orang Kristen menganggap bahwa Yesus hanya mengutus keduabelas rasulNya untuk melakukan hal-hal yang Dia lakukan. Anggapan ini berarti proses pemagangan hanya berlaku untuk keduabelas rasulNya saja. Padahal ternyata, dalam Lukas 10:1-12 dan 17-23 jelas bahwa Yesus juga mengutus 70 murid lain untuk menjadi pemagangNya, berdua-dua dan diberi tugas yang sama seperti yang Yesus sendiri lakukan. Ke-70 murid ini mewakili semua orang percaya yang dipanggil menjadi ekklesia-Nya, maka semua orang percaya dipanggil menjadi pemagangNya untuk mengikut Dia dan menjadi penjala manusia, dengan cara menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan mengajarkan firman kebenaran Kerajaan Allah. Sama seperti yang disebutkan tentang pengutusan berdua-dua di dalam Injil, semua orang percaya pun perlu menjalani proses pemuridan ini di dalam komunitas kecil yang terdiri dari 2-3 orang. Itu sebabnya, di bulan ini secara khusus kita akan belajar menjadi pemagang Yesus di dalam komunitas kecil yang sepakat. Mari kita belajar mempraktikkan hal-hal yang Yesus lakukan bersama rekan sekomunitas kecil kita, dan bertumbuh dalam ekklesia.

2019-10-17T12:53:18+07:00