///Disciple-making Church : Gereja yang Menghasilkan Murid

Disciple-making Church : Gereja yang Menghasilkan Murid

Amanat terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Dia naik ke surga adalah supaya kita menjadikan segala bangsa murid-Nya dengan mengajar mereka melakukan segala perintah-Nya (Mat. 28:18-20). Ini adalah dasar Firman untuk kita, semua murid Kristus, harus memuridkan, baik secara pribadi maupun bersama-sama sebagai kesatuan Gereja. Sebagai Gereja, ini berarti kita perlu menjadi Gereja yang menghasilkan murid (disciple-making Church).

 

Gambar Besar Pemuridan

Pada bulan ini, kita bersama-sama akan belajar bagaimana kita dapat menjadi Gereja yang menghasilkan murid. Gereja yang demikian berfokus untuk selalu menghasilkan murid, yang bertumbuh dari tahap Kristen anak, Kristen orang muda, sampai menjadi Kristen bapa untuk pada akhirnya mencapai keserupaan sempurna dengan Kristus. Gereja penghasil murid melatih manusia dan melaksanakan pemuridan sesuai dengan pola pemuridan Kristus sendiri, yang dapat kita sebut gambar besar pemuridan.

                           

 

Sasaran Pemuridan

Pemuridan adalah proses yang membawa seseorang dari kondisi yang ada untuk mencapai sasaran pemuridan di depan, yaitu keserupaan dengan Kristus. Inilah sasaran pemuridan, yang hanya dapat dicapai jika seorang murid taat dan setia melakukan tiga hal yang dapat diringkas dengan singkatan “3A”:

  • Ajaran Kristus: transformasi hati melalui praktik isi khotbah Yesus di bukit (Mat. 5-7).
  • Aktivitas Kristus: pekerjaan Kristus, yaitu membangun Rumah Tuhan.
  • Amanat Agung: misi untuk menjadikan semua orang murid Kristus.

 

Peran Murid Kristus

Seorang murid adalah seorang pribadi, baik yang berfungsi sebagai pemurid maupun yang dimuridkan. Keduanya bersama-sama dalam kelompok havruta (kelompok berisi dua atau tiga orang yang belajar bersama dalam budaya Yahudi; dalam konteks kita sering disebut “kompak”, yaitu komunitas sepakat) mempraktikkan proses yang terdiri dari tiga hal, yang dapat diringkas dengan singkatan “3B”:

 

  • Berjalan Bersama Kristus: Murid Kristus hidup dengan selalu berjalan bersama Kristus, yaitu dengan menyadari kehadiran Kristus dan berinteraksi dengan Kristus senantiasa. Ini berarti seorang murid mempraktikkan prinsip coram Deo, yaitu hidup di dalam hadirat Allah, di bawah otoritas Allah, dan untuk kemuliaan Allah.
  • Belajar dari Kristus: Murid Kristus selalu belajar sebagai pemagang dari Firman Tuhan (Alkitab), dalam situasi kehidupan yang nyata, dan di dalam komunitas tubuh Kristus (komunitas pemuridan).
  • Berubah Menjadi Serupa Kristus: Murid Kristus akan mengalami perubahan hidup semakin serupa Kristus apabila ia terus menerus mengalami kematian “ego”. Seorang murid selalu menyangkal diri dan memikul salib setiap hari.

 

 

Fungsi Pemurid (Bapa Rohani)

Seorang murid Kristus tidak mungkin mencapai sasaran pemuridan tanpa bantuan seorang pemurid atau bapa rohani yang mendampinginya. Selain tetap belajar bersama sebagai murid Kristus, pemurid memiliki fungsi khusus, yang dapat kita amati dari teladan Rasul Paulus:

“Dialah yang kami beritakan bilamana tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.”  (Kol. 1:28-29, TB2)

 Dapat kita simpulkan dari teladan Rasul Paulus tersebut, fungsi seorang pemurid adalah:

  • Memberitakan Kristus: Seorang pemurid tidak boleh membawa orang kepada dirinya sendiri. Sebagai pemurid, dia bukanlah sasaran pemuridan itu dan dia bukanlah Guru; Kristus sendirilah sasaran dan Guru Agung dalam pemuridan itu. Bahkan, pemurid sendiri pun perlu terus bertumbuh menuju sasaran keserupaan dengan Kristus, sambil mendampingi si murid. Kita masing-masing adalah murid Kristus dan tidak boleh menjadikan orang murid kita, tetapi murid Kristus. Pemurid “hanya” diperlukan untuk berfungsi memberitakan Kristus dan mendampingi murid agar bertumbuh sebagai murid Kristus pula.
  • Menasihati: Pemuridan adalah proses menjadikan seseorang murid dengan menasihati. Pemurid berfungsi sebagai bapa rohani yang menasihati melalui proses konseling, yaitu membimbing murid Kristus untuk mencapai sasaran pemuridan yaitu keserupaan dengan Kristus.
  • Mengajar dengan segala hikmat: Seorang pemurid mengajar murid Kristus bukan hanya dengan mengajarkan pengetahuan teoretis, melainkan sampai si murid melakukan Firman. Itulah sebabnya, pengajaran Firman harus disampaikan dengan segala hikmat.
  • Mengarahkan: Untuk mencapai sasaran keserupaan dengan Kristus, murid Kristus perlu dipimpin dalam proses bersama melalui pendampingan seorang pemurid. Inilah fungsi pemurid sebagai bapa rohani yang terus-menerus mengarahkan si murid melalui teladan hidupnya.

 

Diperlengkapi Terus-menerus

Murid Kristus tidak dapat mencapai sasaran pemuridan tanpa proses diperlengkapi terus-menerus. Proses ini bukan hanya dilakukan oleh pemurid dalam kelompok kecil pemuridan, melainkan juga oleh para pemimpin jemaat dalam konteks yang lebih besar dan terarah. Melalui proses diperlengkapi yang berkelanjutan dalam gereja lokal, barulah setiap murid Kristus dapat bertumbuh dewasa untuk mencapai sasaran pemuridan. Setiap gereja lokal perlu bertanggung jawab memperlengkapi jemaatnya sebagai murid Kristus, sehingga dengan demikian kita semua menjadi Gereja yang menghasilkan murid (disciple-making Church).

 

Mari melakukannya dan mengalaminya, dengan Kristus sendiri bersama kita.

2024-02-27T15:20:22+07:00