//“ Dongeng Sebelum Tidur…”(bag 1)

“ Dongeng Sebelum Tidur…”(bag 1)

2) Dongeng/cerita sebelum tidur MENGEMBANGKAN KECERDASAN ANAK
Anak yang sedang menyimak dongeng secara otomatis juga akan memperhatikan kosa kata dan unsur-unsur bahasa lainnya yang terkandung dalam dongeng tersebut. Dengan demikian, kemampuan berbahasa mereka akan semakin meningkat. Hal ini sulit dialami secara maksimal dengan media TV atau gadget, karena jika ada kosa kata yang sulit atau baru, anak tidak dapat langsung bertanya.
Dampak positif dari hal ini akan sangat terasa ketika anak-anak sudah dewasa. Tutur kata mereka akan sangat rapi, logis, dan memikat. Tidak hanya itu, mereka juga akan mampu menuliskan pendapat atau isi pikiran ke dalam tulisan yang teratur dan mudah dipahami.
Kabarnya, Bung Karno sering dibacakan cerita/dongeng oleh ibundanya sewaktu beliau masih kecil. Ketika dewasa, presiden pertama RI itu pun menjadi orator ulung yang memiliki kecerdasan berbahasa yang tinggi.

3) Dongeng/cerita sebelum tidur MENGEMBANGKAN KETRAMPILAN BERPIKIR
Saat sedang dibacakan dongeng/cerita, sang anak secara alamiah akan berpikir banyak hal tentang dongeng/cerita tersebut, mulai dari alur cerita, nama-nama tokoh yang muncul, masalah pelik yang terjadi, dan solusi yang diambil para tokoh dalam menyelesaikan masalah itu. Hal ini merupakan sarana yang cukup baik bagi anak dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya.
Seiring berjalannya waktu, si kecil mungkin akan sering bertanya saat diceritakan bila pikirannya menemukan hal-hal yang agak ganjil dalam dongeng tersebut atau buku anak lainnya. Hal ini merupakan pertanda bahwa pikirannya mulai berkembang. Hal ini tidak dapat dilakukan si anak, jika si “pen-dongeng” atau “pen-cerita” adalah benda mati seperti TV atau gadget.

4) Dongeng/cerita sebelum tidur MENGEMBANGKAN EMOSI
Alur cerita pada dongeng biasanya turun-naik. Kadang sang tokoh utama mendapat kemalangan, kadang juga begitu beruntung sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan cemerlang. Alur seperti ini dapat mengembangkan emosi anak secara alamiah, seperti empati, rasa prihatin, sedih, bahagia, ceria, peduli, dan lain sebagainya.
Ekspresi dan penghayatan orang tua dalam menyampaikan cerita akan sangat mempengaruhi pengembangan emosi yang terjadi, sehingga akan jauh lebih berdampak daripada dongeng/cerita dari TV atau gadget.
Bukankah luarbiasa dampak positif dari dongeng/cerita yang orang tua sampaikan kepada anak-anaknya yang masih berusia Batita Balita ?

Baru 4 alasan di atas saja, sudah mulai membuka wawasan kita sebagai orang tua untuk sungguh-sungguh menyediakan waktu melakukannya kepada anak kita. Alasan selanjutnya akan disampaikan dalam edisi BUILD Desember 2013.
Ingatlah, 5 tahun pertama usia anak kita adalah tahun-tahun emas, rentang usia yang seringkali disebut GOLDEN YEARS, karena segala sesuatu yang masuk ke dalam hati dan pikirannya di usia ini akan menentukan kelak akan menjadi seperti apa anak kita saat dewasa nanti
Jangan tunda-tunda, karena waktu ini berlalunya sangat cepat, lakukan sekarang, jangan serahkan anak anda kepada asuhan TV, gadget atau orang lain, sebelum tiba saatnya nanti ia sudah tidak mau lagi mendengarkan cerita kita karena masanya sudah berlalu.
“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” Mazmur 127:4

2019-10-01T09:28:06+07:00