//“ Dongeng Sebelum Tidur…”(bag 2)

“ Dongeng Sebelum Tidur…”(bag 2)

Dalam kondisi yang rileks ketika sedang didongengkan, si kecil akan menyelami betul karakter baik para tokoh, serta periilaku positif yang muncul dalam dongeng yang dimaksud. Dengan demikian, mereka pun akan tumbuh dewasa sebagai pribadi yang hangat dan sangat paham akan nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat Ingatlah bahwa warisan yang tidak pernah rusak dan abadi adalah nilai-nilai kehidupan.
Dongeng dan cerita yang disampaikan oleh orang tua kepada anaknya akan sangat menentukan nilai-nilai kehidupan yang akan dibawa sang anak sampai dewasa.
Jadi bisa dibayangkan betapa akan terkejutnya orang tua yang selalu menyerahkan waktu menjelang tidur anak kepada film-film yang ada di TV atau game di gadget atau komik-komik, saat anaknya beranjak remaja. Orang tua seperti ini akan menemukan anaknya akan memiliki nilai kehidupan yang berbeda dengan yang mereka percaya selama ini.  Mereka telah kehilangan kesempatan memberikan warisan abadi yaitu nilai-nilai kehidupan di masa 5 Tahun Emas pertama (masa BALITA).
Jadi artinya kalau kita kehilangan waktu mendongeng/bercerita kepada anak kita sebelum tidur selama usia Balita; kita kehilangan kesempatan terbaik “memberikan warisan abadi” kepada mereka.

2) Dongeng/cerita sebelum tidur adalah momen “menempatkan diri sebagai figur idola” kepada buah hati anda
Mengapa bisa dkatakan begitu ?
Karena saat mendongeng/bercerita sebelum tidur secara fisik dan emosi, anak akan begitu dekat dengan kita.  Apalagi ditambah dengan suasana malam yang hening dan tenang, maka aktivitas itu semakin meninggalkan kesan yang mendalam di antara keduanya. Akhirnya, ikatan emosional anak dan orangtua pun semakin kuat.
Ketika mendongengi anaknya yang hendak tidur, maka orangtua sedang berada dalam suasana yang sangat akrab dengan anaknya tercinta.
Keakraban seperti inilah yang akan secara naluri anak akan menempatkan pribadi kita sebagai idolanya, pribadi yang dapat membuat ia mengalami kasih sayang.
Bayangkan seandainya yang lebih banyak bersama dengan anak kita sebelum tidur adalah suster atau pembantu atau orang tua kita, tidak heran ini akan menentukan pada akhirnya siapa yang menjadi idola hatinya.
Jadi kalau sebagai orang tua kita mengabaikan waktu untuk bisa mendongeng/bercerita kepada anak dalam usia balita sebelum ia tidur sebenarnya kita sedang mengijinkan pribadi lain atau benda lain yang menjadi kesayangannya. Apakah kita mau kehilangan hal ini ?

3) Dongeng/cerita sebelum tidur adalah momen “menciptakan kenangan manis” sebagai orang tua kepada buah hati anda.
Mengapa bisa dikatakan demikian ?
Karena ada 2 jenis peristiwa yang akan terus dikenang oleh seorang anak sampai ia besar, yaitu peristiwa yang paling menyedihkan dan peristiwa yang paling menyenangkan.
Semakin banyak peristiwa menyedihkan yang dialami oleh seorang anak maka akan membuat dirinya sebagai anak yang muram dan tidak memiliki semangat hidup, tapi sebaliknya jika peristiwa yang sering dialami adalah peristiwa yang menyenangkan maka dirinya akan terbentuk menjadi anak yang ceria dan bersemangat.

Apakah peristiwa yang paling menyenangkan bagi seorang anak ?
Memiliki waktu bersama dengan orang tuanya untuk menikmati kasih sayang adalah hal yang paling menyenangkan bagi seorang anak lebih dari berbagai macam mainan atau hadiah apapun.
Saat-saat orang tua mendongeng/bercerita kepada anak sebelum tidur adalah jenis peristiwa yang dimaksud di atas.
Karena mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh orangtua bisa menjadi ajang relaksasi yang sangat menghibur bagi anak. Hiburan itu bahkan melebihi film atau mainan kesukaannya.
Setelah menjalani hari yang mungkin melelahkan, si Kecil jelas membutuhkan istirahat. Dan, istirahat mereka akan semakin sempurna melalui hiburan dongeng yang dibacakan oleh orangtua.
Ketika bangun di pagi hari, semangat si Kecil akan pulih kembali, dan bahkan akan semakin kuat karena malam harinya telah mendapatkan hiburan yang sangat istimewa dari orangtuanya.
Itulah sebabnya waktu anak mendengarkan dongeng/cerita dari orang tuanya akan menjadi kenangan manis saat ia besar nanti.
Maukah kita menjadi orang tua yang memiliki banyak kenangan manis di dalam hati anak kita ?
Jangan tunda lagi, mendongenglah, berceritalah kepada anak kita selama usianya masih BALITA, sebelum ia tidak punya waktu untuk mendengarkan cerita kita karena dunianya sudah berubah.

3

2019-10-01T06:35:27+07:00