///Do’s and Dont’s of Salary Negotiation

Do’s and Dont’s of Salary Negotiation

Jangan sembarang menuntu kenaikan gaji atau kenaikan jabatan saja, tetapi kita perlu cek dahulu, apa yang sudah kita kontribusikan kepada perusahaan. Banyak orang yang bingung bagaimana cara yang benar didalam meminta kenaikan gaji pada atasan. Apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan? Berikut ini adalah Do & Don’t didalam meminta kenaikan gaji pada perusahaan.

 

 

DONT – Jangan bandingkan gaji Anda dengar sahabat yang bekerja di bidang  dan jenis industri yang berbeda dengan Anda. Hal ini akan membuat Anda semakin iri dan semakin resah dengan apa yang Anda terima sekarang. Pada umumnya, lain bidang, lain industri akan memiliki tarif gaji yang berbeda-beda

 

DONT – Jangan bicarakan berapa uang yang Anda perlukan didalam negosiasi
Ketika Anda bernegosiasi dengan atasan, jangan pernah ungkapkan bahwa Anda perlu uang yang lebih banyak untuk anak sekolah, renovasi rumah, bayar hutang, dan segala tetek bengek lainnya. Orang tidak akan peduli dengan apa yang Anda perlukan. Orang lebih peduli pada apa yang bisa Anda jual lebih untuk mendapat lebih banyak.

DONT – Jangan mengemis atau mengiba-iba Didalam bernegosiasi gaji, jangan pakai jurus pengemis yang mengiba-iba. Perusahaan tidak akan tertarik dengan orang yang bermental pengemis. Dalam bernegosiasi, jangan pernah mengatas namakan anak sakit, Ibu sedang sakit-sakitan, sedang terlilit hutang, dsb

DONT – Jangan pernah ”menjual” masa kerja sebagai senjata naik gaji 
Ingat, tidak peduli Anda sudah kerja 30 tahun atau 20 tahun atau 3 tahun, apabila Anda belum menunjukan kualitas kerja diatas rata-rata, perusahaan tidak akan peduli denagn permohonan Anda. Masalahnya, bukan berapa lama Anda sudah bekerja, tetapi sudah seberapa banyak Anda sudah memberi keuntungan kepada perusahaan.


DO – Lakukan survey tingkat gaji di bidang Anda pada industri yang sama. 
Misalnya posisi Anda adalah supervisor di pabrik pembuatan packaging. Maka cari tahu gaji orang lain di tingkat supervisor juga di industri pembuatan packaging juga. Kontak teman-teman Anda di bidang yang sama di area yang sama juga. Jangan lupa, setiap regional memiliki standar gaji yang berlainan. Oleh karena, bila Anda bekerja di daerah Jember, jangan bandingkan dengan gaji orang yang bekerja di Semarang.

 

DO – Pertimbangkan seberapa tinggi kualitas kerja Anda. 
Orang yang memiliki kualitas kerja yang diatas rata-rata, biasanya tidak akan terlalu sulit untuk mendapat jawaban positif, saat meminta kenaikan gaji. Namun apabila kualitas Anda standar, biasa-biasa saja dan  pasaran ( artinya kualitas seperti ini mudah dijumpai dimana-mana ) , maka jangan harap bisa dikabulkan permohonan Anda. Apalagi bagi yang kualitas kerjanya rendah

DO – Bahas ”kontribusi apa lagi”  yang bisa Anda jual pada perusahaan 
Saat Anda mengajukan permohonan kenaikan gaji, bahaslah prestasi-prestasi yang telah Anda lakukan, serta hal-hal besar lain yang akan Anda lakukan. Presentasikan dengan meyakinkan, tantangan-tantangan yang Anda siap lakukan dikemudian hari.

Misalnya, ”Pak, saya mengajukan diri untuk ambil tanggung jaawab dala proyek baru yang yang akan saya usulkan. Proyek in saya yakin pasti akan menguntungkanperusahaan. Apabila saya bisa buktikan saya mampu, bersedia tidak Bapak adjust salary saya?”

Perusahaan tidak akan peduli berapa besar kebutuhan uang yang Anda perlukan, tetapi perusahaan peduli seberapa besar kualitas dan kontribusi yang bisa Anda sumbangkan pada perusahaan

DO – Siapkan segala bukti yang menunjang bahwa Anda layak untuk dapat kenaikan gaji 
Bila Anda mengatakan bahwa Anda layak dapat gaji yang lebih tinggi karena Anda sudah berprestasi, butkikan hal itu. Bawa catatan dan fakta lain yang akan meyakinkan atasan bahwa Anda memang diatas standar.

DO – Siapkan skenario positif bila permohonan Anda ditolak
Sebelum Anda pergi menghadap atasan untuk permohonan kenaikan gaji, pikirkan terlebih dahulu beberapa hal dibawah ini :

a.Apa yang akan anda lakukan bila ia menolak mentah-mentah permohonan Anda ? apakah Anda akan ”ngotot” meminta walau dengan argumen sekalipun? Atau Anda bersedia untuk menunggu bicarakan kembali pada waktu kali lain pada saat yang lebih tepat?

b.Apa yang Anda akan lakukan bila ia menjawab bahwa kualitas kerja Anda masih dibawah satandar atau biasa-biasa saja? Apakah Anda akan menolak baik-baik dengan cara halus atau cara dengan anda protes? Atau Anda akan minta masukan lebih jauh, dalam hal apa saja Anda harus memperbaiki kualitas kerja Anda?

c.Siapkan mental dan pikiran Anda, bahwa “Segala sesuatu ada waktunya, waktunya saya, bukan waktunya Tuhan”. Jadi sabar menunggu waktunya Tuhan untuk supaya doa-doa kita dijawab, dan selalu mengucap syukur

(Freddy Liong, MBA, CBA)

 

2012-09-29T03:02:22+00:00