///Ekklesia atau Gereja?

Ekklesia atau Gereja?

Saya sehari-hari bekerja sebagai penerjemah, dan hari ini saya membaca dua artikel yang sangat menarik di internet tentang mengapa seharusnya kata “ekklesia” (bahasa Yunani) di dalam Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “assembly” (bahasa Indonesia: “sidang” atau “majelis”) atau “congregation” (bahasa Indonesia: “perkumpulan jemaat”). Kedua artikel ini membahas arti dan sejarah dari kata “ekklesia” dan menunjukkan bahwa terjemahan bahasa Inggris dari kata ini menjadi kata “church” (bahasa Indonesia: “gereja”) telah banyak menimbulkan kesalahpahaman mengenai makna yang sebenarnya.

Banyak orang, termasuk orang Kristen, menjadi memahami dan menghidupi makna/prinsip yang tidak tepat/tidak utuh tentang “ekklesia”. Ketidaktepatan yang mudah kita lihat ini salah satunya adalah pemahaman terhadap “gereja” hanya sebagai “gedung/lokasi acara ibadah Kristen”, dan “gereja” sebagai tempat orang Kristen meminta dan menerima sesuatu dari Tuhan. Kali ini, saya ingin berbagi pengertian yang saya peroleh melalui membaca kedua artikel tersebut (http://bible-truth.org/Ekklesia.html dan http://www.ecclesia.org/truth/ekklesia.html), sekaligus menangkap penerapannya dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai orang Kristen yang bergereja.

Sebagai orang muda Kristen, yang setiap saat hidup bersama dengan orang-orang Kristen lainnya, kita perlu menyadari bahwa pemahaman dan penerapan yang tepat mengenai makna/prinsip di balik kata “ekklesia” ini sebenarnya amat sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari kita. Karenanya, hal ini patut kita pedulikan dan kita usahakan sebagai perhatian kita setiap hari. Apakah ini benar? Yuk, kita buktikan bersama-sama, dengan mengamati arti dan sejarah di balik kata “ekklesia”, sekaligus melakukan perenungan terhadap hal-hal praktis yang kita lakukan di dalam hidup sehari-hari.

* “Ekklesia” berasal dari kata dasar “ekkaleo”, yang menjadi asal kata “call” dalam bahasa Inggris. “Kaleo” atau “call” berarti “memanggil”.
(Apakah kita sadar bahwa kita telah dipanggil secara khusus oleh Yesus Sang Raja, ataukah kita cenderung bangga dengan kekristenan, kebenaran dan kekudusan diri kita sendiri?)

* “Ekklesia” berarti suatu “majelis” atau “dewan” yang terdiri dari orang-orang yang diberi tugas khusus untuk memegang tanggung jawab legislatif.
(Apakah kita sadar bahwa kita telah dipanggil untuk melakukan tanggung jawab yang besar dan kita berada pada posisi yang sangat terhormat bersama-sama dengan Yesus Sang Raja, ataukah kita selama ini cuek dan hanya bergereja demi menerima berkat, pertolongan, dan mujizat dari Dia?)

* “Ekklesia” awal di dalam sejarah bukan hanya menunjukkan identitas sebagai orang-orang yang telah dipanggil secara khusus, namun juga menunjukkan adanya “perkumpulan” yang dilakukan secara teratur oleh orang-orang itu.
(Apakah kita telah menjalani gaya hidup berkumpul/bertemu secara teratur dengan sekelompok orang Kristen lainnya, ataukah kita masih hidup menyendiri tanpa berkomunitas?)

* “Ekklesia” awal di dalam sejarah melakukan tugasnya sebagai dewan khusus yang mengambil keputusan atas berbagai hal di tengah-tengah masyarakat, sehingga kehendak penguasalah yang terwujud.
(Apakah kita telah terbiasa untuk mengambil keputusan bersama-sama dengan Yesus Sang Raja dan mewujudkan kehendakNya di lingkungan sekitar kita, ataukah kita tetap tak peduli dengan orang-orang di sekitar kita yang sebenarnya membutuhkan Dia dan kehendakNya?)

* “Ekklesia” disebut sebanyak 115 kali di seluruh Perjanjian Baru, dan 113 kali di antaranya kata ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “church” (“gereja”), yang arti utamanya di dalam kamus bahasa Inggris Webster adalah (sekadar) “gedung tempat orang Kristen berkumpul” dan “acara ibadah yang dilakukan di gedung perkumpulan orang Kristen”. Arti ini meleset dari arti kata “ekklesia” yang sebenarnya.
(Apakah kita telah bergereja sebagai gaya hidup “ekklesia”, ataukah kita baru bergereja secara tempat/acara saja?)

Jawaban dari semua pertanyaan perenungan ini tentu mudah kita lihat di dalam kehidupan kita masing-masing setiap hari. Anda dan saya memang tidak perlu memusingkan istilah/kata “ekklesia” atau “gereja”, tetapi yang pasti, Anda dan saya perlu “ber-ekklesia”, bukan sekedar “bergereja”! Setuju?

2019-10-17T16:34:57+07:00