Ekspresi Allah

Demikian pula dengan pembangunan rumah Allah. Rumah Allah sudah ada cetak birunya dan sudah dimulai pembangunannya. Namun, rumah tersebut belum mencapai kepenuhannya. Artinya, bangunan rumah Tuhan belum memperlihatkan wujud sempurna dari keseluruhannya. Mengapa? Karena belum bertumbuh dan tersusun rapi. Agar bertumbuh dan tersusun rapi, harus ada proses pembangunan.

MISI UTAMA MEMBANGUN RUMAH TUHAN
Lalu, siapakah yang akan dipakai sebagai alat pembangunan rumah Tuhan? Semua orang percaya dipanggil untuk membangun rumah Tuhan (1 Korintus 14:26). Ini adalah misi utama hidup kita. Kita diciptakan untuk misi utama itu. Kita hidup dan beraktifitas adalah demi misi utama tersebut. Orang-orang yang hidup bukan demi misi pembangunan rumah Tuhan, tidak akan mencapai kehidupan yang berkelimpahan. Mereka menabur banyak, tapi membawa pulang hasil sedikit; makan tetapi tidak sampai kenyang; minum tetapi tidak sampai puas; berpakaian tetapi tidak sampai panas; mereka bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang. Mereka adalah orang-orang yang tidak peduli sama sekali tentang rumah Tuhan yang menjadi reruntuhan, sedangkan mereka sibuk mengurusi rumah sendiri (Hagai 1:3-11).

DARI RUMAH, OLEH RUMAH, UNTUK RUMAH
Nubuatan Nabi Hagai di atas menggambarkan orang-orang yang hidupnya tidak berkaitan dengan pembangunan rumah Tuhan. Mereka dapat makan, minum, berpakaian, bekerja, tanpa berkaitan dengan misi pembangunan rumah Tuhan. Saya percaya bahwa di jaman Perjanjian Baru, kita bukan hanya hidup dengan misi pembangunan rumah Tuhan, namun hidup kita adalah dari rumah Tuhan, oleh rumah Tuhan, dan untuk membangun rumah Tuhan.

Ini berarti, hidup kita telah direncanakan di dalam kekekalan di rumah Tuhan. Sekarang kita hidup di dalam rumah Tuhan, dan sebagai ekspresi dari rumah Tuhan. Misi utama hidup kita adalah untuk membangun rumah Tuhan sampai mencapai kepenuhannya.

DARI EKSPRESI KEPADA EKSPRESI
Inilah uniknya hidup kita. Hidup kita adalah ekspresi rumah Tuhan, tetapi hidup kita juga ditentukan untuk membangun rumah Tuhan, sampai rumah Tuhan dapat mengekspresikan Allah sepenuhnya. Jadi, kita tidak bisa membangun rumah Allah bilamana kita tidak mengekspresikan Allah. Sebenarnya, Allahlah yang berinisiatif mengekspresikan hidupNya di dalam kita, supaya kita membangun rumahNya yang belum mencapai kepenuhannya. Makin kita mengekspresikan Allah untuk membangun rumahNya, makin rumah Tuhan secara korporat mengekspresikan Allah yang berdiam di dalamnya.

Oleh sebab itu, pada bulan Juni ini kita berfokus mempraktekkan cara mengekspresikan Allah di dalam jemaat dasar, keluarga, bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita akan terus belajar bersama untuk mempraktekkan prinsip I.D.E. Dengan 3 langkah sederhana di dalam I.D.E., kita dapat mengekspresikan Allah melalui diri kita.

2011-05-31T06:44:28+00:00