///Endurance in difficult times

Endurance in difficult times

Robin Williams sangat dikenal dalam bakat improvisasi dan sulih suaranya. Ia mampu mengubah mimik wajahnya dan berganti karakter dalam waktu yang sangat cepat. Robin Williams dan istri keduanya Marsha Garces mendirikan Windfall Foundation, sebuah lembaga penggalangan dana untuk banyak lembaga amal. Robin banyak menyumbang waktu dan energinya untuk amal, termasuk di Comic Relief dan berbagai usaha penggalangan dana lainnya.

Prestasinya luar biasa, membuat begitu banyak orang terhibur dan terkagum-kagum oleh penampilannya. Namun apa yang terjadi ? Di balik prestasinya yang gemilang ini, Robin menderita depresi sepanjang hidupnya dan berjuang mengatasi kecanduan obat-obatan terlarang dan alkohol. Pada tanggal 11 Agustus 2014, ia ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Paradise Cay, dekat kota Tiburon, California.

Ternyata kesulitan dan masalah hidup tidak dapat dihindari dalam sejarah kehidupan manusia. Dari hal-hal sederhana hingga penderitaan yang tak mampu lagi terucapkan dengan kata-kata, masa-masa sulit merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Lalu mengapa ada orang yang mampu bertahan dan justru tampaknya semakin kuat di tengah-tengah masa sulit? Jawabannya adalah karena mereka tidak putus asa. Sikap putus asa merupakan musuh terbesar kita, karena putus asa secara otomatis akan memadamkan semua sumber kekuatan, potensi dan motivasi kita.

Kesulitan kita tidak pernah melampaui batas kemampuan kita
Kita selalu membayangkan telur sebagai benda yang sangat rapuh dan mudah pecah. Namun cobalah untuk meremas seluruh permukaan sebutir telur dalam genggaman tangan kita. Apa yang terjadi? Semakin kuat kita menekan dan meremas telur tersebut, semakin telur itu terasa membatu dan tidak kunjung pecah. Sebutir telur ternyata tidaklah serapuh yang kita duga selama ini. Ketika tekanan datang dari berbagai penjuru, cangkang telur menguraikan tekanan tersebut ke segala arah di permukaannya. Karena bentuknya yang bulat, setiap sel dari cangkang telur akan saling meniadakan momen gaya akibat tekanan. Hasilnya? Telur tidak pecah, melainkan justru terasa makin mengeras.

Seperti itulah kehidupan kita. Ketika tekanan dan masalah datang menerpa seluruh hidup kita, sesungguhnya kita memiliki kekuatan untuk mengatasinya. Putus asa bukanlah pilihan satu-satunya yang ”harus” kita ambil. Kita bisa mempergunakan kekuatan kita itu. Lagipula, ingatlah, kesulitan yang kita alami sebenarnya tidak pernah melampaui batas kemampuan kita.

Daya tahan di masa sulit
Putus asa bukanlah pilihan. Kita memiliki kekuatan yang harus kita pergunakan untuk mengatasi kesulitan dalam hidup kita. Inilah daya tahan di masa sulit. Lalu, bagaimana caranya kita memiliki daya tahan seperti ini?

1. Komitmen pada tujuan
Menarik sekali memperhatikan kuda-kuda pada pedati atau dokar. Kuda-kuda ini sangat mudah terganggu suasana hiruk-pikuk di jalanan, sehingga mereka diberi semacam penutup mata supaya hanya dapat melihat jalan yang ada tepat di depan dan mampu berjalan dengan tenang dan laju tanpa terganggu situasi di sekelilingnya.
Demikian pula sebenarnya dengan kita. Perhatian yang terpecah pada berbagai hal yang mengganggu di sekitar kita dapat menguras konsentrasi. Kita akan mudah merasa kalah dan putus asa ketika menghadapi kesulitan. Dengan melatih diri untuk tetap berkomitmen pada sasaran dan bertekun pada tujuan, kita dapat memusatkan kekuatan untuk bertahan dan akhirnya menang.
”Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3 :13b-14

2. Kesulitan adalah sebuah kesempatan untuk maju
Kadang-kadang sebuah perenungan bisa terasa lucu. Tiba-tiba saya tertarik memperhatikan ulat bulu. Ulat yang kelihatan jelek, menjijikkan dan lemah ini dalam Bahasa Inggris disebut caterpillar. Dan yang lebih menarik, ternyata kata ini identik artinya dengan ”traktor”. Ada persamaan apa antara ulat bulu dan traktor? Ternyata keduanya hanya bisa berjalan maju, tidak bisa mundur. Apapun halangan yang ada di depan, mereka tetap maju. Mereka justru mengalami kesulitan jika berjalan mundur.
Suatu kesulitan jika dipandang sebagai halangan, membuat kita cenderung mundur dan akhirnya kalah. Sebaliknya, jika kesulitan dipandang sebagai tantangan, ia akan selalu mengundang dan membangkitkan motivasi kita untuk menghadapi dan menaklukkannya.

3. Bersikap sebagai pemenang
Dalam sebuah perlombaan, seorang pelari selalu memperhatikan jarak tempuh dan tingkat kecepatan larinya. Ia akan selalu berusaha mengatur agar tenaga yang tersisa masih cukup untuk mencapai hasil terbaik hingga di garis akhir, ali-alih mereka kehabisan tenaga sebelum mencapai akhir atau mencapai garis akhir hanya dengan sisa-sisa tenaga yang melemah.
Seorang pemenang harus mampu mengatur konsentrasi dan prioritas dengan baik untuk menghadapi kompetisi. Ketenangan dan ketekunan merupakan kunci utama untuk meraih sukses dalam mengalahkan kesulitan. Mengelola kekuatan dan potensi yang dimiliki secara optimal untuk menghadapi kesulitan dan masalah berarti menguasai diri sendiri dan menguasai situasi yang dihadapinya. Seorang pemenang bukan hanya kuat di awal pertandingan, namun kuat hingga akhirnya.

WORD OF WISDOM
Ketabahan selalu didasarkan pada pengharapan yang pasti dan penderitaan karena kebenaran adalah penderitaan yang bermanfaat.

2019-10-17T17:36:11+07:00