///Festival Kuliner

Festival Kuliner

 

Sebenarnya, demikian juga kita sebagai anak Tuhan. Mungkin kita tidak banyak memiliki talenta khusus, tetapi jika bergabung dalam komunitas anak Tuhan, apa pun talenta yang kita miliki itu akan bertambah nilainya bagi orang lain. Tuhan pada dasarnya telah memberikan talenta kepada masing-masing dari kita, sehingga ketika kita bergabung menjadi satu di dalam “festival” yang disebut dengan komunitas, maka buah kita pun akan lebih banyak, baik itu buah roh secara pribadi maupun buah jiwa-jiwa baru.

Saya sendiri sudah menjadi anak Tuhan sejak 35 tahun lalu, tapi saya baru bergabung dalam “festival” anak Tuhan ini sejak 6 tahun lalu. Saya merasakan dalam 6 tahun, bahwa saya mengalami pertumbuhan rohani yang lebih baik. Dalam “festival” ini, saya bukan lagi “es doger” yang berdiri sendiri, tapi menjadi “es doger” yang perlu ada, untuk melengkapi “menu utama” lainnya. Ternyata, ada banyak talenta yang bisa saya berikan pada komunitas anak Tuhan ini. Itulah yang membuat “omzet” saya berupa buah roh dan buah jiwa baru menjadi makin banyak.

Sebagai anak Tuhan, kita perlu berada dalam komunitas anak Tuhan, yaitu komsel. Ada komsel keluarga, komsel youth, komsel dewasa muda, bahkan komsel opa-oma, yang penting komunitas itu adalah sebuah komunitas dan perkumpulan yang membuat kita bisa tetap bertumbuh serupa dengan Kristus dan menghasilkan buah-buah yang nyata. Tidak cukup bagi kita hanya dengan menghadiri ibadah raya, karena kehidupan anak Tuhan itu perlu mendapat “covering” setiap hari, bukan hanya pada hari Minggu saat ibadah. Dan “covering” itu akan kita dapatkan kalau kita ada dalam komunitas, yaitu melalui proses pemuridan. Kemudian, apa yang sedang kita lakukan lewat komunitas ini adalah bagian dari tugas kita dalam membangun rumah Tuhan (“Build MY Home”).

Setiap anak Tuhan mempunyai karunia. Ada karunia bermazmur, karunia pengajaran, karunia berbahasa roh, dan lain sebagainya. Dan karunia ini tidak dimaksudkan untuk berdiri sendiri, tetapi harus berkumpul dan digunakan untuk membangun. Sehingga banyak ‘pengunjung’ yang akan tertarik hadir di ‘festival kuliner’ kita.

“Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa Roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”

(1 Korintus 14:26)

Sekarang, apakah kita mau tetap menjadi “es doger” yang sendirian, atau menjadi “es doger” dalam “festival kuliner”? Mari kita renungkan…

2019-10-17T15:08:20+07:00