//FILIPUS, SANG PEKERJA BAPA

FILIPUS, SANG PEKERJA BAPA

Yesus diutus ke dalam dunia untuk melakukan pekerjaan Bapa dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Yesus sudah lebih dahulu taat untuk melakukan pekerjaan Bapa, dan para muridNya juga perlu melakukan hal yang sama. Untuk itu, kita akan melihat salah satu contoh dari para murid Yesus yang siap melakukan pekerjaan Bapa ketika dibutuhkan. Murid tersebut adalah Filipus.

Tidak ada yang lebih indah dari pada kita bisa mendapati seseorang yang menjadi pekerja Tuhan tetap bertahan dalam segala keadaan hingga akhir. Inilah kehidupan Filipus. Namun, siapakah sebenarnya Filipus? Apa latar belakangnya sebelum dia dipilih oleh Tuhan untuk melakukan pekerjaan Bapa di sorga? Bagaimanakah Filipus bisa menjadi seorang pekerja Bapa yang luar biasa dan paling efektif dalam pelayanannya? Apakah yang terjadi dengan Filipus ketika Tuhan memakai keluarganya menjadi pekerja Bapa di kemudian hari?

Sebelum Filipus dipilih oleh Tuhan menjadi pekerjaNya, ada masalah yang muncul di dalam gereja mula-mula yang membutuhkan solusi cepat. Pada masa itu jumlah murid semakin bertambah banyak dan pelayanan Firman pun semakin meluas, sehingga tidak ada lagi pekerja yang menangani urusan-urusan sehari-hari. Hal ini menyebabkan persungutan di antara orang-orang Yahudi, karena memang urusan-urusan ini perlu segera dibereskan. Tidak ada jalan lain selain Allah bertindak dan membangkitkan pekerja di ladangNya. Jadi, Petrus berbicara kepada para pemimpin dan jemaat mula-mula tentang kebutuhan akan pekerja baru di ladang Tuhan. Petrus berkata, “Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman,” (Kis. 6:3-4). Perhatikan apa yang terjadi setelah usulan rasul Petrus. Dikatakan, “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka,” (Kis. 6:5-6). Di sinilah awal munculnya nama Filipus, yang menjadi pekerja Bapa yang luar biasa.

Pertanyaanya, siapakah Filipus sehingga ia termasuk dalam 7 diaken pertama yang ditetapkan Petrus untuk melayani orang miskin? Ketika kita membaca kriteria yang diajukan Petrus sebelum ia menetapkan 7 diaken tersebut, dapatlah kita simpulkan bahwa Filipus termasuk dalam kriteria tersebut: terkenal baik, penuh Roh dan hikmat. Selain itu Filipus adalah seorang hamba Tuhan yang taat dan intim dengan Tuhan. Pada waktu terjadi penganiayaan hebat terhadap jemaat Tuhan di Yerusalem, sehingga banyak dari mereka tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria sambil memberitakan Injil, Filipus banyak berperan melakukan pekerjaan Bapa. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias dengan mengadakan banyak tanda-tanda sehingga banyak orang menjadi percaya kepada Yesus. Pada masa itu, Samaria adalah sebuah kota yang bergaya Yunani dengan banyak kuil-kuil dan kepercayaan mereka sendiri. Namun justru Filipus mempertobatkan orang-orang Samaria dengan memberitakan Mesias dan melakukan banyak mujizat. Banyak orang yang kerasukan roh jahat dilepaskan, orang lumpuh dan orang timpang pun menjadi sembuh. Itu sebabnya, dikatakan dalam Kis. 8:8, “Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.”

Kemudian, perhatikanlah apa yang terjadi setelah itu. Lukas menulis, “Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: ‘Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza,’ Jalan itu jalan yang sunyi,” (Kis. 8:26). Keintiman Filipus dengan Tuhan membuat dia mudah mendengar suara Tuhan, dan ia mentaati suara Tuhan tersebut. Ternyata, seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang telah pergi ke Yerusalem untuk beribadah, sedang dalam perjalanannya pulang. Ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Orang Etiopia yang haus akan Tuhan ini rindu untuk mengenal Allah lebih dalam lagi. Ia tidak puas dengan ibadah yang baru saja dijalani di Yerusalem. Ia butuh yang lebih dari pada itu dan ia terus-menerus mencari jawaban. Pada saat itulah, Roh Kudus tiba-tiba berbicara kepada Filipus, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” (Kis. 8:29). Apa yang akan terjadi seandainya Filipus tidak taat pada suara Tuhan? Kunci untuk melakukan pekerjaan Bapa di sorga adalah TAAT. Jadi, Filipus segera taat dan pergi ke situ. Pada saat itu, ia mendengar sida-sida itu membaca kitab nabi Yesaya. Orang Etiopia tersebut taat beribadah, tetapi ia tidak mengerti kitab suci yang sedang dibacanya. Ia masih membutuhkan seorang pekerja Bapa yang bisa menjelaskan lebih mendalam tentang firman Tuhan kepada dirinya. Dalam keadaan yang membutuhkan jawaban seperti itu, apakah respon Filipus? “Kata Filipus, ‘Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?’ Jawabnya: ‘Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?’ Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya,”(Kis. 8:30-31). Filipus menjawab tiap pertanyaan yang diajukan oleh orang Etiopia itu, sekaligus ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Ia terus menjelaskan kepada orang Etiopia yang sedang haus akan Allah dan rindu mengenal Dia lebih dalam lagi. Akhirnya, seakan-akan tidak puas jika hanya mendengarkan, kata orang Etiopia itu kepada Filipus, “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”(Kis. 8:36). Luar biasa, respon Filipus terhadap perintah Roh Kudus menghasilkan respon orang Etiopia ini, sehingga ia dibaptis sebagai orang yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Apakah mujizat sudah berakhir setelah orang Etiopia dibaptis oleh Filipus? Tidak. Lihatlah mujizat selanjutnya yang terjadi kepada Filipus. Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus sehingga sida-sida itu tidak melihatnya lagi (Kis. 8:39). Mengapa Filipus harus dilarikan oleh Tuhan? Karena Filipus harus segera melakukan pekerjaan Bapa juga di tempat lain, “Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea,” (Kis. 8:40). Rencana Allah masih terbentang luas di depan Filipus. Respon baik dari Filipus menghasilkan banyak perkara terjadi oleh Tuhan. Mengapa? Karena ia mau menjadi pekerja Bapa.

Kisah hidup Filipus tidak berhenti di sini. Dalam perjalanan Paulus ke Roma, ia juga singgah di rumah Filipus dan menerima pernyataan Tuhan. Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat. Luar biasa keluarga Filipus ini, mereka sama-sama menjadi pekerja Bapa. Ketika tiba di Kaisarea, Lukas menulis, “Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya,”(Kis. 21:8). Lukas menuliskan keterangan ini bagi kita untuk menyadarkan kita bahwa seorang pekerja Allah tidak pernah berhenti untuk bekerja, apapun fase/tahap kehidupan yang sedang dialaminya. Filipus tetap menjadi pekerja Allah yang memberitakan Mesias, di manapun ia ditempatkan, sampai ia dipanggil pulang ke rumah Bapa.

2019-10-29T11:18:18+07:00