/, Teaching/Gaya hidup seorang penjala manusia

Gaya hidup seorang penjala manusia

Bulan ini kita belajar tentang pemuridan dari Injil Lukas. Injil Lukas adalah salah satu Injil yang menulis secara terperinci tentang segala sesuatu yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus. Dalam kitab ini, Yesus digambarkan sebagai Anak Manusia yang sangat manusiawi.Tema utama dari Injil Lukas adalah, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” (Luk. 19:10 TB). Jelas tampak dari sini bahwa tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang. Dalam bahasa nelayan, misi ini disebut menjadi PENJALA MANUSIA. Ini adalah misi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang Hidup. Ketika Yesus memanggil murid-muridNya, Ia memiliki sasaran khusus bagi para pemagangNya, yakni menjadi penjala manusia atau pemenang jiwa, seperti diriNya sendiri.

 

Mengenal Yesus Sebagai Tuhan, Bukan Sekedar Guru Kehidupan

Lukas menceritakan peristiwa Yesus memanggil murid-murid-Nya di Galilea dengan lebih terperinci dari kitab-kitab Injil yang lain. Kisah ini dimulai ketika Yesus menggunakan perahu Simon untuk mengajar. Sesudah mengajar, Yesus menyuruh Simon untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menjala ikan.

Perhatikan, Simon hanya melihat Yesus sebagai seorang Guru yang baik saat itu (Luk. 5:5). Mengapa demikian? Simon mendengar pengajaran Yesus ketika Yesus menggunakan perahunya sebagai “mimbar”. Namun, ketika Simon mengalami mukjizat penangkapan ikan, pengenalannya pada Yesus langsung berubah total. Lukas menulis, “Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: ‘Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.’ Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: ‘Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia,’” (Luk. 5:8-10 TB).

Ternyata, Lukas sengaja mencatat rincian proses perubahan yang terjadi pada murid-murid. Awalnya, mereka mengenal Yesus hanya sekedar sebagai Guru, tetapi kemudian mereka mengenal Yesus sebagai Tuhan dan penguasa satu-satunya atas kehidupan mereka. Rupanya, penyebab Simon dan kawan-kawannya ingin mengikuti Yesus secara radikal dan menjadi pemagang Yesus serta belajar menjadi penjala manusia adalah pengenalan yang benar akan Yesus sebagai TUHAN dan penguasa hidupnya. Pewahyuan inilah yang perlu ditangkap oleh setiap orang yang dipanggil oleh Tuhan menjadi muridNya di dalam Kerajaan Allah.

Orang yang hanya semata-mata menenal Yesus sebagai Guru, Penolong, dan Juru Selamat, belum tentu akan taat sepenuhnya kepada Dia. Tetapi, ketika mendapat pewahyuan bahwa Yesus adalah Tuhan, orang akan memberi respons seperti Simon dan kawan-kawan. Respons apakah itu? Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang dimiliki dan langsung mengikuti Yesus (Luk. 5:11).

Menjadi Penjala Manusia

Sekarang, mari kita meneliti lebih terperinci lagi konsep pemuridan yang dilakukan oleh Yesus terhadap murid-muridNya. Ternyata, Yesus bukan sekadar memanggil para murid untuk MENJALA MANUSIA, tetapi Ia memanggil mereka untuk menjadi PENJALA MANUSIA. Jadi, Yesus mau menjadikan kita sebagai PENJALA MANUSIA, bukan sekadar melakukan PROGRAM MENJALA MANUSIA. Fokus Yesus bukanlah kegiatan atau program, tetapi gaya hidup. Yesus berkata, “Aku akan menjadikan kamu PENJALA MANUSIA…”

Yesus sendiri datang untuk menjadikan penjala manusia sebagai gaya hidupNya, dan bukan sekadar sebagai program menjala manusia. Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Lalu, bagaimanakah Yesus melayani sebagai penjala manusia? Tabib Lukas menulis, “Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia,” (Kis. 10:38 TB).

Yesus BERJALAN KELILING SAMBIL berbuat baik dan menyembuhkan orang sakit serta mengusir setan-setan. Ini adalah GAYA HIDUP Yesus sebagai model yang harus ditiru oleh murid-murid. Bagi Yesus, menjala manusia bukanlah sekedar program sesaat atau acara tertentu, tetapi GAYA HIDUP SEHARI-HARI. Inilah gaya hidup yang diimpartasikan oleh Yesus kepada semua muridNya. Dialah yang mampu menjadikan kita seperti itu.

Lihat apa yang dikatakan oleh Yesus di dalam Amanat Agung, karena konsep yang sama terdapat di dalamnya. Di dalam Amanat Agung, perintah Yesus kepada kita adalah pergi sebagai PENJALA MANUSIA. Mengapa? Karena kata PERGILAH dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah “AS YOU GO…,” artinya “SAMBIL PERGI”. Jadi murid-murid diperintahkan untuk menjadi penjala manusia di tempat sehari-hari mereka diutus. Yesus memberi jaminan kepada Simon, “Jangan takut, MULAI DARI SEKARANG engkau akan menjala manusia…”

Simon langsung diajar oleh Yesus untuk menjadi PENJALA MANUSIA SEJAK DIA MENGIKUT YESUS DI HARI PERTAMA. Jadi, marilah kita belajar untuk hidup sebagai penjala manusia di mana pun Yesus menempatkan kita dalam kehidupan kita. Pekerjaan memenangkan jiwa bukanlah sekedar sebuah program, tetapi gaya hidup. Kapan kita harus memulainya? Sejak hari pertama mengikut Yesus.

2020-04-22T14:36:59+00:00