///Gereja dan Kepemimpinan Akhir Zaman (Bag. 2)

Gereja dan Kepemimpinan Akhir Zaman (Bag. 2)

Empat Sehat Lima Sempurna : Lima Jawatan yang Menyehatkan Gereja
Apa makanan favorit Anda? Nasi goreng, gado-gado, bubur ayam, seafood, sate kambing atau makanan lain? Bagaimana kalau satu jenis makanan itu menjadi satu-satunya makanan yang disajikan kepada Anda – tiap pagi, siang, dan malam?

Hanya itu – tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, dan tiap tahun! Tidak ada jenis makanan lain yang disajikan – hanya itu! Bagaimana menurut Anda?
Ada dua masalah yang Anda akan hadapi kalau hanya makan satu jenis makanan terus-menerus. Pertama, Anda akan bosan; dan kedua, Anda tidak akan sehat. Ilmu pengetahuan sudah tahu bahwa ada lima kelompok makanan yang diperlukan untuk kesehatan kita. Kita memerlukan variasi gizi, vitamin, protein, lemak, karbohidrat yang kita terima dari buah-buahan, daging, nasi, sayur-sayuran, susu dan lain-lain. Puskesmas sudah mengetahuinya dan mengajarkannya dengan istilah “empat sehat, lima sempurna.” Nah, sebagaimana di alam jasmani, demikian pula di alam rohani. Ada lima kelompok makanan rohani yang Tuhan telah berikan kepada Tubuh Kristus supaya kita menjadi sempurna. Inilah kelima jawatan – rasul, nabi, pengajar, gembala dan penginjil (Ef.4:11).

Di masa kini, gereja-gereja mencoba hidup dengan hanya menggunakan tiga jenis ”makanan”, yaitu gembala, penginjil, dan pengajar. Banyak gereja berkata bahwa tidak ada lagi rasul dan nabi. Padahal, justru karena itulah Gereja menjadi kurang sehat, pecah, dan belum mampu menggenapi maksud abadi Allah dan Amanat Agung. Kalau hanya tiga jenis pelayanan itu kita selalu akan kekurangan ”gizi” yang diperlukan untuk kesehatan dan kemenangan rohani kita. Kita memerlukan semuanya: “empat sehat, lima sempurna”!

Harus ada Pemulihan Pelayanan Rasul dan Nabi
Dalam sejarah, kita melihat Gereja telah meninggalkan dasar Firman Tuhan dan membangun tradisi-tradisi manusiawi lalu struktur-struktur untuk mempertahankan semua tradisi itu. Inilah proses kantung kulit menjadi tua dan tidak sanggup lagi menerima air anggur baru.

Secara khusus, setelah zaman Kaisar Konstantin menjadi Kristen dan pada tahun 313, kekristenan dibebaskan sebagai agama legal lalu segera menjadi agama resmi Kerajaan Roma-Bizantium. tetapi, ”perkawinan” agama dan politik telah menjadi musibah dalam sejarah Gereja. Semua orang yang tidak taat kepada Gereja dibunuh. Kontrol Gereja atas setiap bidang kehidupan terjadi dan Gereja membawa umat Tuhan justru menjauh dari kebenaran Firman Tuhan. Sistem hierarki ditetapkan di dalam Gereja. Tidak lagi ada Lima Jawatan – rasul, nabi, pengajar, penginjil dan gembala. Sebagai gantinya, yang ada adalah hierarki Gereja – paus, kardinal, uskup agung, uskup dan pastor. Bahasa Roh diganti dengan bahasa Latin. Firman diganti dengan tradisi Gereja. Selanjutnya, selama lebih dari 1000 tahun, Gereja masuk ke dalam zaman kegelapan.

Pada tahun 1517, lahirlah zaman Reformasi dengan apa yang dilakukan oleh Martin Luther. Pemulihan-pemulihan mulai terjadi di dalam Gereja. Pertama tentang pembenaran oleh iman; kemudian tentang baptisan air untuk orang percaya, pemberitaan injil, misi, baptisan Roh Kudus dan karunia-karunia Roh Kudus. Zaman pemulihan itu masih berjalan. Yang sudah lama dipulihkan sejak zaman Reformasi ini adalah pelayanan penggembalaan, pengajaran, dan penginjilan; tetapi kini kita sedang mengalami pemulihan apostolik (pelayanan rasuli) dan profetik (pelayanan para nabi).

Kelima jawatan sesungguhnya diberikan oleh Yesus kepada Tubuh Kristus untuk melakukan tugas-tugas yang sangat penting, yaitu melengkapi setiap orang percaya agar sanggup melayani menurut kapasitas dan potensinya masing-masing; serta membangun persatuan dan kedewasaan sehingga jemaat tidak lagi diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran, bahkan agar jemaat semakin bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Kelima jawatan itu harus berfungsi sampai semuanya itu terjadi (Ef. 4:11-15). Oleh karena itu, kelima jawatan masih diperlukan. Adalah suatu kebohongan dari neraka kalau dikatakan bahwa tidak ada lagi rasul dan nabi. Itu adalah tipu daya Iblis supaya Gereja lemah, sakit, pecah dan kalah. Kita harus mematahkan segala siasat kuasa kegelapan (2 Kor. 10:4-5) dan bertekun di dalam pemulihan segala sesuatu (Kis. 3:21).

Pelayanan Rasuli
Di masa kini, masih banyak suku dan bangsa belum terjangkau dengan injil. Masih ada ladang-ladang baru yang harus dibuka dan masih ada banyak jemaat baru yang memerlukan dasar yang sehat. Apa sebenarnya pelayanan rasuli dan siapa-siapa adalah rasul-rasul itu?
• Para rasul adalah utusan-utusan khusus Allah, yang diutus dengan otoritas Allah. Mereka mewakili otoritas Kerajaan Allah dan membawanya kepada seluruh Tubuh Kristus (2 Kor. 5:19-20).
• Para rasul adalah peletak dan pemulih fondasi yang benar supaya umat Tuhan bertumbuh dengan sehat (Ef. 2:19-21; Kis. 19:1-7).
• Para rasul adalah pembuka ladang-ladang baru (2 Kor. 10:16).
• Para rasul adalah pencetus strategi-strategi Allah agar maksud abadi-Nya terlaksana (Kol. 1:23-29).
• Para rasul memiliki pelayanan sebagai pemersatu Tubuh Kristus (1 Kor. 1:10).
• Para rasul adalah para pemimpin dan pemberi visi bagi para pelayan dan jemaat-jemaat (Kis. 20:17-37; 1 Ptr. 5:1-4).
• Para rasul bersifat “bapa” dan memiliki hati bapa yang ingin mendewasakan orang-orang percaya agar mencapai potensinya (1 Kor. 4:15; 1 Yoh. 2:13-14).

Seorang rasul bukan hanya memiliki salah satu karakteristik itu; dia memiliki semuanya. Di dalam Gereja mula-mula ada paling sedikit 23 orang yang disebut “rasul”. Dua belas yang pertama adalah kedua belas rasul Anak Domba yang melayani bangsa Israel dan diberi tanggung jawab duduk di atas kedua belas takhta dan menghakimi kedua belas suku Israel (Mat. 19:28). Rasul-rasul lain adalah para rasul yang di dalam lima jawatan itu yang diberikan untuk melayani bangsa-bangsa. Petrus adalah rasul terkemuka yang melayani bangsa Israel sedangkan Paulus adalah rasul terkemuka yang melayani bangsa-bangsa (Gal. 2:7-8).
Rasul-rasul dalam Perjanjian Baru:
• Yesus (Ibr. 3:1)
• 12 murid Yesus (Mat. 10:1-4)
• Matias (Kis. 1:26)
• Paulus (1 Kor. 15:5-9)
• Barnabas (Kis. 14:4)
• Andronikus dan Yunias (Roma 16:7)
• Yakobus, adik Yesus (Gal. 1:19)
• Epafroditus (Fil. 2:25)
• Silwanus dan Timotius (1 Tes. 1:1; 2:6)
• Titus dan saudara-saudara lain (2 Kor. 8:16-23)

Pelayanan Kenabian
Pelayanan kenabian dapat dilihat dalam tiga prinsip atau wujud. Pertama, semua orang percaya boleh bernubuat seorang lepas seorang dan menyampaikan pesan Tuhan (1 Kor. 14:31). Kedua, ada sebagian orang percaya yang diberikan karunia bernubuat, tetapi pelayanan ini dibatasi dalam jemaat kepada dua atau tiga orang dan nubuatan itu harus ditanggapi (1 Kor. 12:10; 14:29). Selain itu yang ketiga, ada jawatan nabi sebagai pendamping lima jawatan (Ef. 4:11). Pada dasarnya, semua nubuat harus diuji (1 Tes. 5:19-21) karena nubuatan juga adalah salah satu bidang yang digunakan kuasa kegelapan untuk membawa kesesatan, sehingga kita harus waspada terhadap nabi-nabi palsu (Mat. 7:15). tetapi, jangan buang nabi-nabi yang benar karena takut terhadap munculnya nabi-nabi palsu. Ini kesalahan besar (1 Tes. 5:20; 1 Kor. 14:39-40)! Yang salah harus kita buang, tetapi yang benar harus dipertahankan karena yang benar itu akan memerdekakan kita (Yoh. 8:32).

Peran dan fungsi nubuatan:
1. Nubuatan diberikan untuk membangun, menasihati dan menghibur (1 Kor. 14:3).
Nubuatan memiliki tiga fungsi utama – membangun, menasihati dan menghibur. Fungsinya bukan untuk menghakimi orang atau meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan, walaupun hal itu juga boleh/bisa saja terjadi. Memang para nabi dalam peran mereka di antara bangsa-bangsa akan mengumumkan pesan Tuhan yang dapat dianggap penghakiman tetapi kalau diselidiki dengan saksama tujuan utama nubuatan mereka adalah supaya ada pertobatan dan pemulihan kepada jalan Tuhan. Perhatikan nubuatan dalam Amos 4:6-12. Amos mengungkapkan alasan terjadi penghakiman – bukan untuk memusnahkan mereka tetapi justru supaya mereka kembali ke jalan yang benar bersama Tuhan. Nubuatan yang serupa juga diberikan kepada umat Tuhan yang hidup dalam pezinahan dan kota Babel, kota yang najis yang penuh persundalan itu. Tuhan telah memberi kesempatan untuk bertobat. Nubuatan bukan disuarakan supaya manusia dihakimi dan binasa, tetapi supaya kembali kepada Tuhan (Why. 2:21-22; 9:20-21; 16:9-11). Sayangnya, banyak orang yang mendengar nubuatan tidak mau bertobat.

2. Nubuatan diberikan supaya kita belajar dan beroleh kekuatan (1 Kor. 14:31).
Ada dua contoh untuk mengilustrasikan hal ini. Contoh pertama terjadi pada zaman Raja Yosafat (2 Taw. 20:1-30). Bangsa Israel sedang diserang berbagai musuh yang jumlahnya lebih banyak dari mereka. Raja Yosias mengaku mereka tidak mampu mengalahkan semua musuh itu, sehingga mereka mengadakan doa puasa. Dalam doa puasa, salah satu pemimpin pujian dan penyembahan, “Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah,” (2 Taw. 20:14). Yahaziel menubuatkan langkah-langkah yang akan diambil musuh mereka, yaitu posisi di mana mereka akan berjalan dan posisi di mana mereka akan muncul di ujung lembah di muka padang gurun Yeruel. Tuhan juga menyatakan bagaimana caranya Dia akan menghancurkan musuh itu. Dari semuanya itu umat Israel telah belajar siasat Iblis dan strategi Tuhan. Nubuatan itu menguatkan Raja Yosafat sehingga dia mengutus para penyanyi dan musisi ke depan. Para penyanyi dan musisi juga dikuatkan pada waktu mereka melihat nubuatan itu sedang digenapi dengan tepat. Pertama, mereka melihat bani Amon dan Moab turun dari gunung. Kedua, mereka muncul di ujung lembah. Ketiga, mereka keluar persis di muka padang gurun Yeruel. Firman Allah digenapi. Umat telah belajar dan mereka beroleh kekuatan. Para penyanyi dan musisi menyanyi dengan penuh urapan lalu Tuhan memukul habis semua perlawanan. Nubuatan telah mengajar mereka dan memberi kekuatan kepada mereka.

Contoh kedua kita lihat dalam Gereja mula-mula. Yesus telah menubuatkan penganiayaan atas orang-orang percaya (Mat. 24:15-20; Luk. 21:12) dan pemusnahan kota Yerusalem (Mrk. 13:1-2; Luk. 19:41-44). Oleh karena umat Tuhan percaya apa yang Yesus nubuatkan, mereka menjual properti mereka (Kis. 4:33-34), dan alhasil, mereka tidak kekurangan. Bahkan pada waktu jemaat dianiaya, mereka tidak harus masuk barak-barak pengungsi, mereka justru berjalan ke mana-mana sambil memberitakan Injil (Kis. 8:1-4). Karena mereka belajar dari nubuatan-nubuatan Yesus, maka mereka dikuatkan dan mereka siap menghadapi aniaya.

3. Pelayanan kenabian adalah untuk memberi pendampingan dan arah pelayanan kepada para Rasul dalam peletakan fondasi yang kuat
Tugas peletakan dasar untuk Tubuh Kristus dan pewahyuan Firman Tuhan adalah pelayanan para Rasul dan Nabi (Ef. 2:20; 3:4-5). Pelayanan kenabian menguatkan pelayanan rasuli, dan inilah sebabnya kita sering melihat pelayanan nabi dalam perjalanan bersama dengan seorang rasul (Kis. 11:27-30; 13:1-3; 15:30-33; 21:10-11; 2 Ptr. 1:19-21; 3:2).

Nabi-nabi dalam Perjanjian Baru:
Dalam Perjanjian Baru para pelayan yang paling banyak disebut adalah para rasul; lalu yang kedua adalah nabi-nabi, yaitu:
• Kis.11:27-28; 21:10 – beberapa nabi, termasuk Agabus
• Kis. 13:1 – beberapa nabi, termasuk Barnabas dan Simeon
• Kis. 15:2 – Yudas dan Silas
• Kis. 21:9 – empat anak perempuan Filipus yang memiliki karunia untuk bernubuat. Ini juga adalah sesuai khotbah Petrus (Kis. 2:17-18).
• 1 Kor. 14:29 – orang-orang yang memiliki karunia bernubuat juga disebut “nabi” tetapi pelayanan mereka dibatasi pada karunianya dan dalam ibadah dibatasi dua atau tiga orang saja yang menyampaikan nubuatannya.
• Ef. 4:11-16 – jawatan nabi sebagai salah satu dari lima jawatan yang ditugaskan untuk melayani dan memperlengkapi seluruh Tubuh Kristus, sampai kita menjadi serupa dengan Yesus.

2019-10-11T12:07:56+00:00