///Gereja yang Menuai pada Akhir Zaman

Gereja yang Menuai pada Akhir Zaman

Saat ini, kita hidup makin dekat dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada masa Yesus Kristus hidup sebagai manusia di bumi, suatu saat murid-murid-Nya bertanya tentang tanda-tanda kedatangan-Nya kembali dan kesudahan dunia. Kristus pun menjelaskannya, bahwa tanda-tanda kedatangan-Nya akan diawali oleh masa sukar, diikuti dengan masa kesukaran besar, lalu terjadilah tanda yang paling penting: Injil Kerajaan yang tersebar menjadi kesaksian bagi segala bangsa.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” – Matius 24:14, TB

 

Ternyata, tanda kedatangan Kristus yang terpenting dan paling akhir adalah diselesaikannya Amanat Agung. Injil Kerajaan akan diberitakan menjadi kesaksian bagi segala bangsa (suku, etnis, dan kelompok yang belum terjangkau), lalu barulah tiba kesudahannya. Artinya, sebelum kedatangan Kristus, akan terjadi penuaian besar-besaran. Pertanyaannya, siapakah yang akan menuai?

 

“Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.’ Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” –

Markus 16:15-20, TB

 

Markus 16:15-20 adalah ayat-ayat paralel dari Matius 28:18-20. Di dalam Markus 16:15-20 disebutkan bahwa Amanat Agung bukan hanya diberikan kepada kesebelas murid, tetapi juga bagi semua orang percaya. Jelaslah, penuaian akhir zaman harus dilakukan oleh semua orang percaya, termasuk kita sebagai Gereja yang hidup pada akhir zaman.

 

Gereja yang bagaimanakah yang dapat menuai secara efektif pada akhir zaman?

 

  1. Gereja komunitas (pola pelayanan pondok Daud)

“’Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,’ demikianlah Firman Tuhan yang melakukan hal ini. ‘Sesungguhnya, waktu akan datang,‘ demikianlah Firman Tuhan, ‘bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.’” Amos 9:11-13, TB

Pondok Daud adalah nubuatan tentang Gereja perjanjian baru, yang digenapi oleh Gereja mula-mula. Pada era tabernakel Musa, hanya imam-imam dari suku Lewilah yang boleh melayani, sedangkan di pondok Daud, Daud boleh melayani di depan tabut meskipun dia bukan berasal dari suku Lewi. Inilah nubuatan tentang imamat semua orang percaya yang tertulis di dalam Perjanjian Baru. Dalam pondok Daud, ada satu tenda saja, tetapi ada banyak komunitas/kelompok imam, yaitu 24 kelompok yang masing-masing terdiri dari 12 orang dan melayani selama giliran satu jam. Selama 40 tahun, komunitas imam itu melayani di pondok Daud, dan Firman Tuhan menyatakan bahwa pondok Daud akan dibangun kembali oleh Tuhan.

Perhatikan konteks pelayanan komunitas imam ini serta nubuatan di dalam Amos 9:11-13; jika pondok Daud sudah dibangun kembali, bangsa-bangsa akan datang ke rumah Tuhan. Ini berarti akan terjadi penuaian besar oleh Gereja yang berbasis komunitas. Komunitas adalah “lumbung” untuk hasil penuaian besar. Bahkan, menurut Amos 9:13, akan terjadi percepatan dalam penuaian. Kita akan melihat bahwa jiwa-jiwa yang dituai akan bertumbuh dan berlipat ganda dengan cepat pula.

 

  1. Gereja yang berdoa di tengah masa sukar

Dalam catatan sejarah berbagai kebangunan rohani, penuaian besar selalu diawali dengan masa sukar, lalu Gereja berdoa, dan penuaian pun terjadi dengan limpah. Kebangunan rohani yang terjadi di Tiongkok, Korea, Wales, dan wilayah-wilayah lainnya di berbagai belahan dunia terjadi hanya setelah Gereja berdoa di tengah-tengah masa sukar yang mereka alami. Kita dapat melihat pola yang sama terjadi pula di Gereja mula-mula. Riwayat Gereja mula-mula sejak kelahirannya tercatat di kitab Kisah Para Rasul. Gereja lahir di pasal 2, lalu terjadi masa sukar dan penganiayaan di pasal 3, Gereja beresponsi dengan gerakan doa sepakat di pasal 4, sehingga terjadilah penuaian besar dalam kebangunan rohani yang sangat dahsyat di pasal 4-5.

“Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan Firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.’ Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan Firman Allah dengan berani.” – Kisah Para Rasul 4:23-31, TB

 

Ketika mereka semua berdoa sepakat, Roh Kudus memberikan mazmur tertentu (pasal 2), lalu mereka mendoakan mazmur tersebut sebagai doa yang sangat profetik. Menurut mazmur tersebut, apa yang dilakukan oleh pembesar-pembesar dan bangsa-bangsa serta suku-suku bangsa Israel adalah sia-sia, karena justru mereka akan “membantu” untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah ditentukan Tuhan dari semula. Hal apakah yang telah ditentukan oleh Tuhan dari semula itu?

 

“Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya: ‘Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!’ Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: ‘Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!’ Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku: ‘Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.’ – Mazmur 2:1-8, TB

 

Justru melalui penganiayaan yang menimpa Gereja mula-mula, bangsa-bangsa yang menjadi milik pusaka Kristus jadi terjangkau. Itulah sebabnya mereka berdoa agar dalam melewati penganiayaan itu mereka diberi keberanian untuk memberitakan Firman (Injil Kerajaan) dengan demonstrasi kuasa yang lebih hebat lagi. Tuhan menjawab doa mereka itu. Setelah doa yang profetik itu, mereka penuh dengan Roh Kudus dan kita melihat kualitas Gereja di Kisah Para Rasul pasal 4-5 jauh meningkat dari kualitas gereja di Kisah Para Rasul pasal 2. Bahkan, pasal 5 mencatat bahwa terjadi kebangunan rohani dan penuaian besar-besaran.

 

“Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.” – Kisah Para Rasul 5:12-16, TB

 

Saat ini, meski kita semua masih berada di tengah-tengah masa sukar akibat pandemi Covid-19, pengalaman ini pun bisa menjadi pengalaman kita sebagai Gereja yang menuai pada akhir zaman. Melalui masa sukar yang makin hebat ini, Tuhan akan membawa Gereja akhir zaman untuk menuai dan memasuki kebangunan rohani yang besar. Marilah kita sebagai orang-orang percaya mempersiapkan diri. Telah tiba waktunya untuk Gereja mengalami penuaian dan kebangunan rohani.

2021-08-29T22:59:32+07:00