///Gereja yang Penuh Roh Kudus dan Iman

Gereja yang Penuh Roh Kudus dan Iman

Gereja mula-mula jelas merupakan Gereja yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Banyak dari anggota jemaatnya yang tercatat dipenuhi dengan Roh Kudus dan iman. Salah satunya, Barnabas, yang dicatat penuh dengan Roh Kudus dan iman sehingga menjadi pemenang jiwa yang efektif.

“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah dia. Dia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” – Kisah Para Rasul 11:23-24, TB

Barnabas sebenarnya adalah sebutan yang diberikan kepada Yusuf. Yusuf inilah nama aslinya. Pada waktu diberi sebutan Barnabas dalam Kisah Para Rasul 4, Yusuf adalah orang percaya biasa, bukan rasul, bukan penatua, maupun penginjil. Sebutan “Barnabas” mempunyai arti “anak penghiburan” atau “anak Roh Kudus”. Barnabas disebut demikian karena dia begitu dipenuhi dengan Roh Kudus.

 

Dikendalikan Sepenuhnya oleh Roh Kudus

Sebenarnya, apakah arti penuh Roh Kudus? Sebelum kita lahir baru, Roh Kudus berada di luar kita. Namun setelah kita percaya dan beriman, Roh Kudus masuk lalu berdiam di dalam kita. Inilah maksudnya kita telah dibaptis (menyatu) dengan Roh Kudus. Secara pengalaman pribadi, kita perlu mengalami baptisan Roh Kudus dan terus-menerus dipenuhi oleh Roh Kudus. Inilah arti penuh Roh Kudus: hidup terus-menerus “tenggelam” di dalam Roh Kudus, sehingga seluruh hidup kita digerakkan dan dipimpin oleh Roh Kudus. Hal ini seperti nubuatan tentang Roh Kudus yang digambarkan dalam Yehezkiel 47:1-12, sebagai sungai yang mengalir ke luar dari Bait Allah. Dalam gambaran itu, Yehezkiel diminta oleh Tuhan untuk berjalan ke air yang makin dalam sampai dia tenggelam di dalam sungai itu. Ketika tenggelam di dalam sungai itu, Yehezkiel tidak bisa berjalan lagi, karena dia telah sepenuhnya berada di dalam air, sehingga dia perlu berenang dan membiarkan dirinya digerakkan sepenuhnya oleh arus sungai itu. Yehezkiel dibawa oleh sungai tersebut ke tempat yang banyak pohon berbuah-buah, dan air yang banyak ikannya. Ketika kita penuh Roh Kudus, kita pasti berbuah-buah dan menjadi pemenang banyak jiwa.

 

Pertanyaannya, bagaimanakah caranya agar kita dipenuhi oleh Roh Kudus?

“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”– Efesus 5:18-19, TB

 

Paulus menunjukkan perbandingan yang kontras antara penuh Roh Kudus dan mabuk anggur. Seseorang mabuk anggur akan mengalami pikiran, perasaan, perilaku, dan perkataannya menjadi kacau. Seluruh keberadaannya dikuasai oleh alkohol. Demikian juga bila kita dipenuhi oleh Roh Kudus; segenap pikiran, perasaan, perilaku, dan perkataan kita akan dikuasai penuh oleh Roh Kudus. Alhasil, pikiran kita diubah menjadi pikiran Roh (Kristus) yang benar, yang mulia, dan yang kudus. Perasaan kita diubah dari perasaan-perasaan yang dikuasai oleh kedagingan menjadi perasaan damai, sejahtera, aman, tenteram, yang berasal dari Roh Kudus. Perilaku kita diubah dari perilaku kedagingan menjadi perilaku yang dipengaruhi Roh (menunjukkan buah Roh).

Perlu kita perhatikan bahwa kepenuhan Roh Kudus adalah sebuah perintah, dan kata “penuh” menunjukkan keadaan yang tetap atau terus-menerus. Dari pengertian ini, kita dapat memahami bahwa cara untuk terus-menerus dipenuhi Roh Kudus adalah menaati Roh Kudus dengan iman. Ini bukanlah urusan menunggu Roh Kudus memenuhi diri kita, karena Dia sudah masuk dan tinggal di dalam kita sejak kita pertama kali menjadi orang beriman. Oleh iman kepada Dia itulah, kita harus mempraktikkan ketaatan terus-menerus dalam segala hal setiap saat kepada Dia. Langkah awalnya adalah menyerahkan tubuh kita dan mempersembahkannya sebagai korban hidup, yaitu yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” – 1 Korintus 6:19-20, TB

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:1-2, TB

Serahkan diri (tubuh) kita kepada Tuhan untuk diperintah oleh Roh Kudus. Makin kita menyerah, makin kita dipenuhi dan dikendalikan oleh Roh Kudus.

 

Digerakkan dan Dipimpin Roh Kudus Sepanjang Hari

Kalau kita dipenuhi Roh Kudus setiap hari, kita akan digerakkan dan dipimpin Roh dalam sepanjang hari-hari itu. Hasilnya, hidup kita menjadi maksimal sesuai dengan kehendak Allah. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan apa yang tidak mampu kita lakukan dengan kekuatan daging.

  1. Kita jadi mampu menyadari hadirat Tuhan (coram Deo) sepanjang hari. Roh Kudus telah diutus untuk berdiam di dalam kita agar kita dapat menyadari hadirat Tuhan di dalam diri kita (Yoh. 14:20).
  2. Kita jadi mampu mengikut Yesus, yaitu memikul kuk-Nya dan menjadi pemagang-Nya. Roh Kudus mengajar kita dalam segala aspek kehidupan kita dan mengingatkan kita akan Firman Tuhan yang spesifik untuk kita taati/lakukan dalam segala situasi (Yoh. 16:25-26).
  3. Kita jadi mampu mematikan tiga akar dosa: keinginan daging; keinginan mata; dan keangkuhan hidup di dalam diri kita (1 Yoh. 2:16; 5:16).
  4. Kita jadi mengerti dan mampu mengatasi kesukaran atau penderitaan yang kita alami. Pada dasarnya kita lemah dan tidak mampu mengatasi masa sulit dan penderitaan, tetapi Roh Kudus ialah Penolong yang efektif bagi kita (Roma 8:26-30).
  5. Kita diberi kuasa hingga mampu menjangkau jiwa dan menyelesaikan Amanat Agung (Kis. 1:8; 28:19-20).

Mari kita bersama-sama menjadi Gereja yang penuh Roh Kudus dan iman senantiasa. Biarlah Roh Kudus memenuhi, mengendalikan, dan memimpin hidup seluruh hidup kita, sehingga kita bertumbuh, berbuah, dan bermultiplikasi.

2021-10-06T14:44:06+07:00