//GOD’S ETERNAL PURPOSE

GOD’S ETERNAL PURPOSE

Paulus menulis bahwa Allah menyingkapkan apa yang disembunyikan sebagai misteri selama berabad-abad, “yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,” (Efesus 3:3-5).

 

Rahasia itu tak bisa dipelajari karena termeterai, dan tidak dipahami tanpa disingkapkan. Pada jaman dulu, yang dimaksud “rahasia” adalah pengetahuan istimewa yang besar manfaatnya, tapi hanya diungkapkan kepada para anggota suatu kelompok agama, yang masih-masing telah diambil sumpahnya. Untuk memperoleh pengetahuan yang tertutup bagi “orang luar” itu, kita harus menjadi “orang dalam” terlebih dahulu, melalui suatu upacara yang disebut inisiasi.

Ketika kita menerima Yesus, maka kita memiliki hak untuk mengetahui rahasia itu. Paulus berkata, “Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus. Aku katakan ‘di dalam Kristus’, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya,“(Efesus 1:9, 11).

Jadi, “sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”(Efesus 3:11). Rahasia itu adalah Maksud Abadi Allah yang tidak berubah, karena mengatasi segala zaman dan menghasilkan konsep dan praktek gereja yang sesungguhnya.

Dengan mengetahui Maksud Abadi Allah, maka segala aktifitas kita seperti: bekerja, belajar, berlibur, beribadah, bersaksi, melayani dan membangun hubungan menjadi normal seperti biasa. Mengapa? Karena dari kekekalan, Allah bergerak ke dalam ruang dan waktu, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,” (Yohanes 1:14).

Firman yang telah menjadi manusia dalam Yesus ini memberikan ketegasan yang tak terbantahkan, “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali,” (Yohanes 2:19). Sebenarnya, hal apakah yang dirindukan oleh Allah? Allah merindukan sebuah tempat kediaman yang disebut Rumah Allah.

Untuk mewujudkan hal ini, maka Allah memanggil Paulus dan mewahyukan kepadanya rahasia tentang Maksud Abadi Allah dengan menuliskan 2/3 dari Perjanjian Baru, yang berisi visi, prinsip-prinsip dan langkah-langkah praktis bagaimana menjadi anggota Rumah Allah yang dapat mengekspresikannya. Itulah sebabnya, seluruh isi Alkitab adalah kisah tentang Allah (Kristus) dan rumah-Nya. Dikatakan, “Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi,”(Efesus 1:9-10). Jadi, kita adalah rumah kediaman yang Allah rindukan selama ini. Oleh karena alasan inilah kita ingin berfokus untuk membangun rumah Allah yakni Build My Home.

Eddy Leo, Penatua Jemaat Abbalove Ministries

2019-10-05T04:21:18+00:00