//GODs’ In Charge

GODs’ In Charge

Ia menubuatkan, bahwa melalui keturunan Hawa akan meremukan kepala ular itu. Tuhan menggenapi nubuatan tersebut dengan Allah Bapa mengutus AnakNya yang Tunggal, Yesus kedalam dunia ini melalui kandungan Maria. Yesus yang disebut Immanuel ini sebagai suatu bentuk tanggungjawab dan komitmen Allah untuk selalu menyertai kita dalam segala masalah kita.

 

Hidup manusia tanpa campur tangan Tuhan adalah sia-sia dan menjadi terkutuk, juga akan membawa kehancuran dan kebinasaan (Mazmur 127:1; Yeremia 17:5-7). Nabi Yeremia dan Raja Daud sangat paham akan hal ini. Kita perlu melibatkan Tuhan dalam membangun hidup kita agar menjadi tempat kediamanNya, sehingga Tuhan ‘betah’ tinggal dalam segala aspek kehidupan kita. Karena Allah kita adalah Allah yang bertanggungjawab dalam hidup kita. Bagian kita dalam hal ini adalah bergantung dan menyerahkannya penuh kepada Tuhan yang akan mendatangkan berkat kepada kehidupan ita (Yeremia 17:7-8).

 

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, memperingatkan kepada orang-orang pandai yang banyak memiliki hikmat dan cendikiawan yang hebat-hebat, supaya mereka jangan terpesona dan terpikat dengan hikmat dunia ini, sehingga mereka tidak lagi melibatkan campur tangan Tuhan dalam segala aspek kehidupan mereka. Lalu bagaimana supaya kita dapat mengalami dan menikmati campur tangan Tuhan dalam segala kehidupan kita?

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28).

Dari ayat di atas, kunci pertama supaya kita dapat mengalami dan menikmati campur tangan Tuhan adalah kita harus mengetahui, bahwa di dalam hidup kita, Allah selalu ingin turut bekerja dalam segala hal. Kita harus memiliki iman seperti ini, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ayat ini bukan berlaku pada masa yang sukar saja, tetapi pada masa yang senang juga. Sebab banyak orang hanya mengingat ayat ini pada saat masa yang sukar saja. Immanuel itulah nama Allah kita. Penyertaan dan tanggungjawab Tuhan selalu ada atas kita.

Untuk kita dapat mengalami ini, kita harus memiliki kunci yang kedua. Kesadaran, bahwa kita ini adalah buatan Allah, ‘’Blueprint’’nya ada di dalam Kristus Yesus (Efesus 2:10). Kita tidak dapat membetulkan jam tangan kita yang rusak pada tukang sayur. Mengapa? Karena tukang sayur hanya paham soal persayuran, kita harus membawa jam tangan yang rusak itu pada tukang jam yang dapat mereperasi karena dia mengerti bagaimana memperbaiki jam yang rusak. Demikian juga kita harus sadar bahwa Tuhanlah Pencipta kita yang dapat membetulkan semua masalah hidup kita. Tuhan adalah Pokok Anggur hidup kita, Sumber hidup kita, Penjunan hidup kita, Gembala buat kita, dan juga Bapa buat kita.

Nabi Yesaya sudah menubuatkan bahwa di dalam Kristus Yesus sudah ada benih Allah yang menjadi sumber hidup kita. Yesus adalah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:5). Jadi persoalan kita dapat di atasi jika kita ada di dalam Kristus Yesus. Bahkan Yesus sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Jalan, Kebenaran, Kehidupan untuk kita (Yohanes 14:6). Tanpa Yesus kita tidak dapat sampai kepada rencana Bapa kita di surga. Ini adalah kepastian yang Tuhan berikan kepada kita. Yesus adalah jalan untuk mencapai kehidupan dan Yesus adalah jalan untuk mendapatkan kebenaran yang memerdekakan kita dari belenggu-belenggu hidup kita (Yohanes 8:31,36). Yesus adalah kebenaran firman yang sudah menjadi manusia. Dia adalah Allah yang selalu ‘’up to date’’ di segala masa kehidupan kita (Ibrani 13:8).

Jangan takut dan jangan ragu lagi! Bila kita di dalam Dia dan FirmanNya ada di dalam kita, maka mintalah apa saja, maka Tuhan akan mengabulkan permintaan doa kita (Yohanes 15:7).

Kunci yang ketiga, adalah melakukan ketaatan atas perintah firman Tuhan. Kesaksian Nabi Elia saat dia taat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Allah campur tangan dan bertanggungjawab atas hidupnya. Burung gagak diperintahkan Tuhan agar membawa makanan untuk Nabi Elia, janda di Sarfat disiapkan Tuhan untuk memelihara nabi Elia dan banyak mujizat yang Elia dapatkan, karena dia melakukan ketaatan kepada apa yang diperintahkan oleh perkataan firman Tuhan itu. Ketaatan Ishak untuk tidak berpindah dari kota Gerar dimasa kelaparan, mendatangkan hasil seratus kali lipat atas tanah yang dia garap di Gerar. Wah! Sangat luar biasa! Tuhan sungguh bertanggungjawab atas hidup kita, asal kita mau taat atas apa yang difirmankanNya.

Dalam menjalankan ketaatan ini ada bagian yang harus kita lakukan dan ada bagian yang Tuhan akan lakukan. Bagian kita, lakukan ketaatan sebagaimana Firman Tuhan perintahkan kepada kita, maka Tuhan akan menggenapi bagian dari janjiNya atas Firman yang disampaikan kepada kita.

Dan yang terakhir harus kita ingat bahwa tanggungjawab dan campur tangan Tuhan selalu untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita (Roma 8:28). Karena maksud Tuhan menciptakan kita agar kita melakukan perbuatan baik dan Tuhan mau kita menghidupinya dalam segala hal. Supaya oleh kesaksian kita, maka Tuhan akan dipermuliakan. Biar sepanjang bulan ini kita bisa mengalami mukjizat tanggungjawab dan campur tangan Tuhan untuk setiap masalah dalam persoalan kita, supaya ada berkat yang datang pada kita semua sebagai anggota tubuh Kristus.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

 

2019-10-04T16:08:50+00:00