//God’s Spot (Area Tuhan )

God’s Spot (Area Tuhan )

Hal ini membuktikan bahwa memang area Tuhan ada di bagian otak kanan kita. Dimana imajinasi kita menjadi arena dimensi 4 (dimensi roh) bekerja.

Mari kita melihat Firman Tuhan dalam Ibrani 10:16 kembali:

” Aku akan menaruh hukum- Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka”

Sekali lagi kitab Ibrani menekankan, memperjelas hingga kedua kalinya, bahwa Tuhan berkomunikasi degan kita melalui ‘akal budi’ atau ‘alam imajinasi’ kita.

BERIMAJINASI ROH JAHAT
Kalau kita tidak menggunakan imajinasi kita untuk Tuhan, maka roh jahat akan memanfaatkan imajinasi kita lebih banyak daripada imajinasi mengenai kebenaran Tuhan. Contoh: kita lebih mudah membayangkan tuyul yang kecil, pocong, dracula, dan wujud setan-setan yang lain dimana di bioskop-bioskop bahkan stasiun televisi selalu saja ada menayangkan film setan. Mengapa? Karena pada dasarnya setan ingin mempromosikan diri nya, bahwa dia memang ada dan nyata.

Firman Tuhan mengajar kita agar; “Memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”.   Filipi 4:8.

BERIMAJINASI DUNIAWI
Membayangkan jadi sukses, kaya, terkenal. Menjadikan perasaan kita senang, bangga dan termotivasi, bahkan membayangkan percabulan, perzinahan membuat kita terangsang dan naik hawa nafsu dalam diri kita.

Rasul Paulus pernah menegur jemaat Tuhan di Galatia dengan teguran yang sangat keras. ”Hai orang- orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?” Galatia 3:1.

Jemaat Galatia adalah jemaat yang sudah percaya Tuhan, tetapi salah dalam menggunakan imajinasi mereka, lebih untuk hal-hal duniawi.

Yesus pernah juga menegur keras penyalahgunaan imajinasi yang berakibat dosa.
Tetapi Aku berkata kepadamu: “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. Matius 5:28.

Menginginkan degan hati adalah bentuk pelampiasan hawa nafsu melalui  imajinasi kita. Karena itu imajinasi kita adalah sebuah dunia maya dalam diri kita. Yesus memperingati kita, bahwa hukum dosa berlaku pada imajinasi kita yg seharus nya menjadi
“Tempat atau Area Allah bersemayam”

“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak- anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” 1 Petrus 1:13-16

Rasul Petrus mengingatkan agar kita mempersiapkan, menggunakan akal budi atau pikiran imajinatif kita untuk bisa menerima ‘pernyataan Ilahi’, mukjizat, iman dan karunia Roh Kudus.

Kekudusan menjadi syarat mutlak bagi pikiran imajinatif kita. Karena dari situlah kita mampu ‘melihat Allah’.
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”. Matius 5:8.

MEETING POINT DENGAN TUHAN
Kita mampu melihat, merasakan dan berbicara kepada Tuhan melalui pikiran imajinatif kita. Karena disitulah Tuhan meletakkan DiriNya.

Imanuel, Allah beserta kita. Sekarang kita tahu dimana ‘meeting point’ kita dengan Tuhan, yaitu di alam imajinasi kita yg sudah di kuduskan oleh Darah Kristus.
“Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani (alam imajinasi) kita dari perbuatan- perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” Ibrani 9:14.

Mari kita antuisias, mempraktekkan doa dan saat teduh kita dengan aktivasi imajinasi kita yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus.
“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati (alam imajinasi) yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati (alam imajinasi) kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni”.

Temui Tuhan setiap saat, karena sekarang kita sudah tahu dimana Tuhan berada. Didalam kita sendiri, pada imajinasi kita.
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman- Ku tinggal di dalam (imajinasi) kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Yohanes 15:7.

2019-10-04T04:06:31+07:00