God’s Will

Mengapa?

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius:7:21)

Melakukan pekerjaan bagi Tuhan, itu baik. Bernubuat, mengusir setan, menyembuhkan orang dengan nama Yesus adalah pekerjaan yang luar biasa. Namun masalahnya, bukan itu yang Tuhan cari!  Tuhan mencari orang-orang yang melakukan kehendak Bapa di sorga. Bagaimana caranya kita melakukan kehendak Bapa? Tentu dengan menemukannya terlebih dahulu.

Mari kita belajar mengenalinya. Apakah hari-hari ini kita hidup untuk mencari kehendak Tuhan atau mengejar ambisi pribadi? Salah satu petunjuk terpenting adalah, kehendak Tuhan pasti membawa kita makin dekat denganNya. Saat kita memiliki daftar rencana yang kelihatannya sangat baik atau bahkan sangat rohani, namun pada saat mengerjakannya hubungan kita dengan Tuhan malah terbengkalai, maka kita perlu mewaspadainyai! Bisa jadi, yang sedang kita usahakan adalah ambisi pribadi. Kalau itu yang sedang terjadi, kita perlu mengoreksi hati secara terus-menerus agar terhindar dari ambisi terselubung yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Karena, serohani apapun hal itu, jika itu menjauhkan kita dari Tuhan, itu hanyalah kedagingan.

 

Saya sendiri akhir-akhir ini sedang berusaha menemukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup saya, sampai suatu waktu saya mendapati kehendak Tuhan itu rupanya tidak jauh, dimulai dari kesetiaan dalam menjalani keseharian. Kehendak Tuhan dimulai dari hal-hal kecil, karena hal-hal besar akan Tuhan berikan pada waktuNya kepada orang yang telah belajar setia dalam hal-hal kecil. Seberapa bergantungnya kita kepada Tuhan dalam setiap menit dan detik yang Tuhan berikan akan membawa kita kepada destiny yang telah Tuhan rancang. Setia memprioritaskan Tuhan, Sang Kebenaran itu sendiri, dalam setiap langkah dan aspek kehidupan, akan membawa kita semakin dan semakin mengenal (lalu melakukan) kehendakNya dalam hidup kita. Ketika kita setia mengaplikasikan Kebenaran, seringkali tanpa kita sadari, ternyata pekerjaan-pekerjaan yang Ia tetapkan dalam hidup kita tergenapi satu persatu. Kita akan makin peka akan tuntunan dan kehendakNya. Kita akan menjadi orang-orang yang berhasil. Dan inilah berhasil dalam arti yang sesungguhnya: melakukan kehendak Tuhan.

Mungkin selain saya sendiri, saat ini Anda sedang mencari kehendak Tuhan dalam hidup Anda. Merenungkan, “Apakah saya sedang berada dalam jalur yang benar?” “Pekerjaan baik apakah yang Tuhan telah rancangkan bagi saya secara pribadi yang hanya dapat dikerjakan oleh saya sendiri?” “Apakah saya sedang mengerjakan hal-hal yang memang Tuhan telah tetapkan bagi saya?”. Yuk, kita mulai dengan setia memprioritaskan Tuhan dan FirmanNya dalam setiap aspek hidup kita.  (yp)

2013-07-26T08:01:53+07:00