//Harapan Baru

Harapan Baru

Mewujudkan mimpi melalui perencanaan yang benar
Thomas Alva Edison, pernah dicemooh oleh orang-orang di sekitarnya ketika bermimpi dapat menciptakan “terang di malam hari”. Bapak Utomo, penemu air kemasan Aqua, dicemooh ketika bermimpi dapat menjadikan air kemasan sebagai usaha yang menguntungkan. Banyak orang sukses yang dianggap sebagai pemimpi oleh orang-orang di sekitarnya. Namun perbedaan antara mereka dengan orang-orang yang sekedar bermimpi adalah mereka berusaha merealisasikan mimpi-mimpi mereka dengan langkah-langkah yang terencana. Thomas Alva Edison melakukan banyak penelitian yang tentu saja terencana dengan baik hingga akhirnya dapat menemukan bola lampu pertamanya. Bapak Utomo melakukan perencanaan dan kerja keras dalam memasarkan produk air kemasannya. Pada akhirnya Aqua terkenal sampai hari ini, bahkan merek Aqua dibeli oleh perusahaan dunia asal Perancis, Danone. Setiap orang bisa bermimpi. Tetapi dibutuhkan perencanaan yang baik, kerja keras, serta keuletan agar mimpi itu menjadi kenyataan. Jika kita tidak mempunyai Life Calling sebagai panduan dan perencanaan yang matang serta tekad untuk bekerja keras, hampir bisa dipastikan harapan yang ada di dalam resolusi tahunan kita akan hilang diterpa angin kehidupan di tengah tahun.

Antisipasi halangan kesuksesan di masa depan
Perencanaan yang baik akan memperlihatkan kepada kita bukan saja kesempatan untuk sukses ,tetapi juga halangan-halangan yang harus kita antisipasi. Halangan-halangan tersebut dapat muncul dari luar maupun dari dalam diri kita. Kebanyakan orang mampu mengantisipasi halangan dari luar dirinya namun melupakan titik kritis yang muncul dari dalam dirinya. Seorang yang sangat menjaga kualitas hasil kerjanya cenderung menjadi seorang perfeksionis yang sulit mendelegasikan tugasnya kepada orang lain. Seorang yang bekerja dengan sangat cepat dan mampu menembus banyak halangan cenderung sulit bekerja sama dan lebih memilih untuk selalu bekerja sebagai single fighter. Seorang yang secara natural dapat cepat membangun relasi dengan orang-orang yang baru dikenalnya cenderung untuk membutuhkan dukungan banyak orang ketika menghadapi kesulitan-kesulitan. Secara umum segala potensi yang kita miliki dapat berbalik arah dan merugikan diri kita di masa mendatang jika kita tidak mengantisipasi titik kritis yang ada. Dengan perencanaan yang baik, bekerja keras, dan mengantisipasi titik kritis dan halangan-halangan yang mungkin muncul di masa depan, maka kita selangkah lebih dekat mencapai harapan yang sesuai dengan life calling kita.

Ambilah hikmah kehidupan sewaktu situasi buruk
Harapan yang benar selalu diawali sebuah penderitaan (Roma 5:3-5). Saya teringat kisah mengenai seorang lumpuh di pintu gerbang Betesda yang diceritakan di injil Yohanes pasal 5. Orang yang lumpuh itu berada di tempat itu karena ia mempunyai harapan. Kolam yang terletak beberapa meter di depannya akan sesekali bergoncang karena kehadiran Roh Tuhan. Jika ia dapat menjadi orang yang pertama kali masuk ke kolam itu pada saat kolam itu bergoncang, maka ia akan sembuh. Harapan yang begitu besar itu pada saat yang bersamaan terasa begitu menyakitkan karena proses yang mustahil yang harus dilaluinya. Untuk menjadi orang pertama yang masuk ke dalam kolam itu, maka ia harus berlomba dengan orang-orang sakit lainnya yang tidak mengalami lumpuh kaki. Dengan tidak ada orang yang membantunya atau menggendongnya untuk masuk ke kolam itu (ayat 7), maka mustahil bila ia harus bersaing dengan orang-orang sakit lainnya yang bukan hanya dapat berjalan, melainkan dapat berlari ke dalamnya.
Pernahkah Anda mengalami situasi di mana harapan itu begitu nyata terpampang di depan Anda, tetapi ketika Anda menganalisa proses yang harus dilalui, Anda mengatakan: “Aku tidak sanggup menjalaninya Tuhan!” Di saat seperti itulah Tuhan ingin kita belajar bahwa sebaik apapun keahlian, perencanaan, kerja keras, dan usaha yang kita lakukan…tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk melihat sendiri intervensi Tuhan dalam kehidupan kita.

Lakukanlah bagian Anda, yaitu menemukan tujuan hidup yang telah Tuhan rencanakan bagi Anda, melakukan perencanaan sebaik mungkin, bekerja keras melaksanakan rencana itu, dan berusaha untuk mengantisipasi halangan dan titik kritis yang ada di depan. Jika setelah semua itu Anda tetap menemukan adanya kemustahilan, inilah saat yang paling tepat untuk menjadikan kemustahilan ini sebagai langkah iman untuk menyempurnakan penyerahan diri kita kepada Tuhan. Jikalau kita belum mengalami mujizat sampai saat ini, tetaplah mengambil hikmah kehidupan pada situasi yang membentuk karakter kita.

Bekerjasama untuk mencapai impian
Kita tidak diciptakan untuk bekerja sendiri tetapi selalu bersinergi dengan yang lain. Kadang-kadang Tuhan melakukan intervensi dengan memampukan kita melakukan hal yang mustahil. Kadang-kadang Ia mengatakan “angkatlah tilammu dan berjalanlah” (ayat 8) dan tiba-tiba kita dapat melewati proses yang mustahil itu. Akan tetapi bagi banyak orang, Tuhan lebih sering mengatakan: “Lihat sekitarmu. Aku telah memberikan segala yang kau butuhkan.” Kadang-kadang Tuhan ingin agar kita mulai melihat pertolongan-pertolongan yang telah Ia sediakan melalui anak-anakNya yang lain.

Dalam perjalanan saya mengikuti Tuhan, saya melihat bahwa pencapaian impian dan harapan yang berpusat pada diri sendiri justru akan bersifat merugikan diri sendiri. Tuhan telah merencanakan suatu tujuan yang baik bagi setiap kita dan musuh terbesar dari tujuan Tuhan adalah justru ambisi kita sendiri. Karena itu serahkanlah setiap perencanaan kita kepada Tuhan. karena harapan yang timbul dari sikap hati yang benar untuk mewujudkan rencana Tuhan melalui hidup kita tidak akan pernah gagal dan hilang (Yesaya 55:11).

Jadi bagaimana mempunyai harapan yang memberikan semangat baru, memperkuat keyakinan dan memetik manfaat darinya? Temukan Life Calling kita, wujudkan mimpi dengan perencanaan yang baik, antisipasi halangan kesuksesan di masa depan, ambillah hikmah kehidupan disituasi yang buruk, dan mulailah menceritakan impian kita kepada sahabat dan bekerjasamalah dengan sinergi yang benar. Mari kita melihat yang tidak terlihat lebih banyak daripada yang dapat kita lihat, itulah kunci kemenangan meraih kesuksesan di masa depan.

2019-09-27T23:52:01+07:00