//Harapan yang pasti

Harapan yang pasti

Kesengsaraan Karena Kebenaran
Darimana datangnya ‘pengharapan yang pasti’ tersebut? Dari ‘kesengsaraan’ kita. Suatu penderitaan yang bukan diakibatkan oleh kesalahan atau dosa. Tapi murni karena kita melakukan kebenaran. Maka kita mendapat kesengsaraan karena dampak kebenaran itu sendiri. Seorang hakim yang jujur tidak mendapat kenaikan jabatan karena kejujurannya. Seorang perwira malah dimutasi, ketika membongkar kasus yang tidak benar diinstansinya. Seorang pemimpin yang benar malah dikucilkan, ketika dia menyuarakan suara kebenaran, dia dianggap ‘vokal’.
Hal-hal tersebut diatas, sering kita ketahui. Bahkan mungkin kita alami sendiri saat ini. Respon yang benar akan meningkatkan kualitas iman. Mental dan kedewasaan kita. Jika kita tidak kreatif, tidak lari, tidak menyerah, tidak putus asa, tapi bertahan, sambil bersyukur, percaya dengan ‘kemenangan’ yang pasti datang. Respon yang benar terhadap penderitaan, tekanan, kesengsaraan atas kita, akan menghasilkan tahan uji. Kalau kita tetap bertahan, maka terbentuklah sebuah karakter yang kokoh, solid bagai batu karang.
Karakter dewasa yang bersifat Illahi akan terbentuk, terformat dalam jiwa dan roh kita.

Tahan Uji Menghasilkan Pengharapan
Dari karakter yang kokoh akan muncul suatu yang pasti. Pengharapan yang kokoh pula. Karena pembelaan Ilahi atas kita. Kekuatan yang supranatural akan dianugerahkan pada kita yang bertahan dalam kebenaran. Kita semua dibentuk oleh karena kita bertahan dalam kebenaran, lalu menghasilkan karakter tahan uji yang akhirnya akan membuahkan sebuah harapan yang tidak mengecewakan.

 

Harapan Yang Pasti Masih Tersedia
Saat ini sahabat saya telah mendapatkan ‘buah’ atau ‘hasil’ dari pengharapan yang pasti. Ketiga anaknya telah sukses sekali. Dia sendiri sekarang dengan istrinya hidup berbahagia, sambil melayani Tuhan. Murid-muridnya terus bertambah. Tidak sedikit yang percaya kepada Tuhan. Para orang tua merekapun dilayani oleh sahabat saya ini. Terakhir saya bertemu dia di sebuah hotel berbintang sambil ‘breakfast’. Wajahnya penuh optimisme, bicaranya antusias, pandangan filosofinya semakin kuat. Saya bersyukur dan termotivasi dengan respon benar dalam hidupnya.
Saya berharap setiap kita yang membaca tulisan ini, tidak menyerah dengan tantangan dan tekanan kehidupan. Karena ketika kita tidak kuat, Tuhan sudah menyediakan jalan keluar.

Janji Tuhan Mengenai Harapan Yang Pasti
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan. Dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:3-5)

Saya telah mengalaminya, Firman tersebut sungguh nyata dalam kehidupan saya. Bagaimana dengan Anda?

— Jakoep Ezra —

2019-09-25T08:26:37+07:00