//Harta Berharga dalam Bejana Tanah Liat

Harta Berharga dalam Bejana Tanah Liat

Sekian tahun lalu, tersebar berita menghebohkan yang menarik perhatian dunia. Pasangan yang dirahasiakan identitasnya tetapi disebut dengan nama John dan Mary disebutkan menemukan koin-koin emas dalam kaleng yang mereka temukan di pinggir jalan yang biasa mereka lalui untuk jalan pagi bersama anjing peliharaan. Jumlah koin itu mencapai 1.427 keping dengan nilai mata uang $5, $10, dan $20 terbitan tahun 1847 hingga 1894.Saat penemuan itu, John dan Mary sedang membawa anjing peliharaan mereka berjalan-jalan di area perumahan yang sudah mereka tinggali belasan tahun sebelumnya. Jalan yang saat itu mereka lewati pun biasa mereka lalui. Tetapi pada hari itu, entah bagaimana, tiba-tiba ia menemukan ujung kaleng tua menyembul dari permukaan tanah. Kaleng sebesar kaleng cat itu sudah karatan dimakan usia. Entah mengapa pula, mereka tertarik untuk mengangkatnya.“Kalengnya berat, tak tahu apa isinya,” kata John. Namun waktu dikupas sedikit, karena kaleng itu sudah rapuh, mereka kaget karena ada benda seperti uang logam di dalamnya. Setelah dibuka, ternyata isinya setumpuk koin-koin emas.

Kaget dengan penemuan itu, beberapa saat kemudian mereka menggali lagi di sekitar itu, kalau-kalau ada kaleng lainnya. Tentu saja, mereka melakukan penggalian berikutnya itu secara diam-diam. “Saya selalu merasa ada orang yang mengawasi saya,” kata John. Singkatnya, mereka berhasil menggali dan menemukan tujuh kaleng lain. Total semua uang logam itu mencapai 1.427 keping. Menurut ahli, tanpa melihat nilai nominalnya, jika koin-koin emas itu dilebur akan didapat emas seharga sekitar US$1,2 miliar. Angka yang luar biasa!

Puluhan, bahkan mungkin ratusan, tahun koin-koin emas itu terpendam di situ, namun setelah belasan tahun John dan Mary tinggal di sana barulah mereka menemukan harta itu. Bukankah hal yang sama bisa terjadi dengan kita?

Bagaimana kalau ada orang yang memberi tahu Anda bahwa ada sejumlah koin emas terpendam di pekarangan rumah Anda? Harta berharga itu tertanam dalam pekarangan Anda tetapi Anda tidak dapat melihatnya atau merasakannya, sedangkan orang ini berkata harta tersebut ada di sana! Karena tidak ada bukti apa pun di pekarangan itu akan adanya harta tersebut, tentu satu-satunya yang dapat Anda lakukan adalah memilih: percaya pada perkataan si pemberi informasi atau percaya pada perasaan Anda sendiri. Yang mana yang akan Anda percayai? Informasi itu atau perasaan Anda?

Jika Anda percaya pada apa yang Anda lihat dan rasakan lebih dari informasi itu, pastilah Anda akan kehilangan harta tersebut. Mengapa? Karena Anda tidak akan menggali harta tersebut! Harta tersebut akan tetap terkubur, dan lama kelamaan Anda bahkan tidak begitu memikirkannya lagi. Mungkin, Anda bahkan hidup dalam kemiskinan padahal ada harta karun tersembunyi di pekarangan depan Anda. Harta tersebut begitu dekatnya, tetapi Anda tidak dapat memperoleh keuntungan dari harta itu. Belasan atau puluhan tahun kemudian, barulah Anda akan menikmatinya, setelah Anda percaya dan mulai menggali. Namun jika Anda tidak percaya, seumur hidup Anda tidak akan menikmatinya (bahkan mungkin orang lainlah yang akan menikmatinya, jika dia mendengar informasi itu dan percaya lalu bertindak menggali!).

Dalam kehidupan ini, jika kita berpikir bahwa apa yang dapat kita lihat, kecap, dengar, cium, dan rasakan dengan pancaindera adalah segalanya, kita tidak akan bisa berjalan dalam kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan, pribadi Tuhan, adalah jauh melebihi yang dapat kita tangkap dengan indera-indera manusiawi kita! Kita tidak akan mengalami kuasa dan kemampuan Tuhan dalam diri kita jika tidak mau atau tidak mampu menangkap hal-hal di luar tubuh dan jiwa kita.

Bukankah kita sering mendengar atau bahkan mengucapkan doa semacam ini: “Oh Tuhan, aku tahu Engkau memiliki kuasa, tetapi aku ini hanyalah manusia. Aku tidak memiliki kemampuan atau kuasa apa pun.”  Tahukah Anda, dia semacam ini yang diucapkan oleh seorang anak Tuhan yang telah mengalami kelahiran baru adalah ibarat benih yang tidak menyadari potensinya untuk bertumbuh dan berlipat ganda?

Potensi bertumbuh dan berlipat ganda itu, potensi kehidupan baru yang maksimal itu, sudah ada di dalam kita yang telah mengalami kelahiran baru! Kita tentu tidak bisa ragu untuk mendapatkan sesuatu jika kita tahu pasti sudah memiliki sesuatu itu! Diri kita dengan segala indera manusiawi di dalam tubuh dan jiwa kita hanyalah sekadar bejananya, sedangkan roh kita dengan keberadaan Tuhan sendiri di dalamnya adalah harta karun yang berharga itu. Masalahnya hanyalah melepaskan atau membiarkan apa yang telah Dia tempatkan dalam diri kita dengan leluasa. Ingat, jika kita benar-benar percaya, kita akan terus menggali “tanah pekarangan” (diri kita sendiri di dalam roh) itu, sampai pada akhirnya kita menemukan “harta karun” tersebut (segala yang Tuhan sudah sediakan bagi kita di dalam roh karena kelahiran baru), lalu menggunakan harta itu. Di titik inilah, sesuatu mulai terjadi, karena kita mulai hidup dengan mengandalkan apa yang ada di dalam roh kita yang sepenuhnya berada dalam kendali Tuhan sendiri!

Kita mungkin belum mengerti sepenuhnya apa saja isi harta karun yang Tuhan sediakan di dalam roh itu, tetapi marilah kita memulainya bersama dengan iman percaya bahwa harta itu sepenuhnya sudah ada di dalam roh kita, oleh penebusanNya saat kelahiran baru kita. Mari terus menggali!

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Kor. 4:7)

(YPe) (Saduran bebas dari buku Roh, Jiwa & Tubuh karya Andrew Wommack, dengan tambahan dari penelitian daring pribadi oleh penulis)

2019-10-17T12:06:49+07:00