//Hati Nurani

Hati Nurani

Hati Nurani Bisa Dipakai Tuhan.
“Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku”. (Mazmur 16:7) 
Hati nurani kita sering dipakai oleh Tuhan guna menasehati dan mengajar kita. Sesuai kesaksian, suara hati nurani kita seperti mendengar suara kita sendiri.

Hati Nurani Harus Dijagai.
“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kisah Para Rasul 24:16)
Mengusahakan terus menerus adalah proses untuk menjagai hati nurani tetap murni dan berkenan dihadapan Allah dan sesama.

 

Hati Nurani Bisa Lemah dan Ternoda
“Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.” (1 Korintus 8:7)
Waspadalah karena hati nurani kita bisa lemah dan ternoda oleh nilai-nilai dunia dan kepalsuan duniawi.

 

Hati Nurani Bisa Jahat
“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” (Ibrani 10:22).

Hati Nurani Bisa Disucikan Oleh Darah Kristus
“Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibrani 9:14)

Hati Nurani Dijagai Dengan Doa Syafaat
“Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.” (Ibrani 13:18)
Mari kita saling mendoakan satu sama lain, agar hati nurani kita terjagai dengan baik.

Kerendahan Hati Adalah Perisai Hati
“Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” (Yesaya 57:15).

Tuhan itu tinggal dekat dengan orang yang rendah hati. Itu sebabnya hati kita terjaga karena kehadiran Tuhan sendiri.

Kesimpulan

Dengan menjadi imam yang menaikan doa syafaat bagi yang lain. Dan imam yang menjagai hatinya dengan Tuhan, melalui sikap rendah hati. Maka kita akan mampu dipakai Tuhan menjadi imam-imamNya yang memiliki hati nurani murni pada masa akhir jaman ini.(*Jakoep Ezra)

2019-10-04T04:11:22+07:00