//Held and Guided, Every Step of the Way (每一步被引导)

Held and Guided, Every Step of the Way (每一步被引导)

“New year, new spirit? Seriously! It doesn’t even apply to me!!!” Mei cursed silently while scrolling through the New Year’s greetings filling the space on social media since a few days ago. Indeed, Mei has been tired and troubled despite the buzzes and hypes of the new year, which usually make people excited. Only the first month of the new year has passed, but a lot have happened in the family that continues to stifle Mei inside.

“新年新精神?确切吗! 它不适用于我!!!” 梅一边看着前几天开始在社交媒体上流传的新年祝福时内心暗暗说到。 确实,尽管新年通常让人兴奋,但梅却感到疲倦和烦恼。 刚过年的第一个月,家里发生了很多事情,继续压抑着梅的积极性。

“Tahun baru, semangat baru? Yang benar saja! Nggak berlaku bagiku!!!” rutuk Mei dalam hati saat membaca ucapan selamat tahun baru yang berseliweran di media sosial sejak beberapa hari yang lalu. Memang, Mei sedang merasa kelelahan dan kesusahan meski tahun baru lazimnya membuat orang bersemangat. Baru bulan pertama berlalu di tahun yang baru saja, sudah banyak hal terjadi di keluarga yang terus-menerus melumpuhkan semangat Mei.

 

 

Since Mei’s childhood, family and home have always been a hardship in her life; and various things since the beginning of the pandemic have only amplified that reality more and more. Over and over again Mei’s energy gets drained and her head feels like it’s about to explode. Any topic could come up, but it’s always the same reality. Argument, bankruptcy, illness, confusion, fear, lies, anger, fights, and even violence keep on spinning like a storm in Mei’s life at home.

梅从小到大,家庭和家一直是梅生活的难处,而疫情开始后的种种,更是让梅的精神越来越虚弱,脑袋仿佛要炸开一般。又有另一个话题。 跌宕起伏的拢乱、破产、疾病、迷茫、恐惧、谎言、愤怒、混乱,甚至暴力,像风暴一样在梅家的生活中不断旋转。

Sejak masa kecil Mei, keluarga dan rumah selalu menjadi kesusahan bagi hidup Mei, dan berbagai hal sejak awal pandemi makin membuat kenyataan itu menjadi-jadi hingga berulang kali energi Mei seolah terkuras habis dan kepalanya serasa mau pecah. Ada-ada saja topiknya. Keributan, kebangkrutan, penyakit, kebingungan, ketakutan, dusta, kemarahan, kericuhan, bahkan kekerasan tak henti-hentinya berputar silih berganti bagai badai di kehidupan Mei di rumah.

 

 

This afternoon, Mei is meeting Ayu, her spiritual mentor from church. It’s been a long time since the two of them last had any direct interaction, both because of their respective busy schedules and because Mei barely had the energy for anything else other than facing the storms of her life. This time, however, the meeting was scheduled quickly. Mei had mixed feelings about it, because on the one hand she knew the meeting would be good for her, but on the other hand she was really exhausted. Thankfully, amidst the mixed feelings, there was a small whisper in Mei’s heart reminding her to hope for God’s goodness through this meeting.

今晚,梅将与她的辅导员 阿玉姐见面。 许久之间,两人都没有直接交流过,要么是各自忙,要么是因为梅几乎没有精力去做别的事情,而只能面对经历的人生风雨,这一次的见面就迅速地约好了。 梅对这次见面感到很混乱,因为一方面她知道这次见面对她有好处,但另一方面她真的太累。 值得庆幸的是,在百感交集中,梅的心里有一个小小的呢喃声,提醒她要通过这次见面来盼望得着上帝的良善。

Petang ini, Mei akan bertemu dengan Kak Ayu, pemuridnya. Setelah lama keduanya tak saling berinteraksi langsung baik karena kesibukan masing-masing maupun karena memang Mei nyaris tak punya energi lagi untuk hal lain selain menghadapi badai kehidupan yang dialaminya, kali ini pertemuan itu terjadwal dengan cepat. Mei merasa campur aduk tentang pertemuan ini, karena di satu sisi dia tahu pertemuan ini baik untuk dirinya, tetapi di sisi lain dia sungguh lelah. Syukurlah, di sela-sela rasa yang campur aduk itu ada semacam bisikan kecil di hati Mei yang mengingatkannya untuk mengharapkan kebaikan Tuhan lewat pertemuan ini.

 

 

Ayu arrived at the location of their appointment shortly after Mei sat down on one of the benches. They met at a home-style tavern serving light snacks and simple drinks. There were no other visitors sitting there that evening; only a handful of people came to buy snacks to take away. It seemed that the New Year’s holiday was still the common atmosphere for many people’s daily lives, so they preferred to travel farther and bring snacks instead of sitting at a local tavern. Good, Mei thought, as it would be quieter and more comfortable for a private talk.

梅在其中一张长椅上坐下后不久,阿玉姊就到达了他们约会的地点。 他们在一家提供小吃和简单饮品的家庭式小酒馆见面。 那天晚上没有其他访客坐在那里。 来买零食带回家的人寥寥无几。 似乎过年的节日气氛依然笼罩着很多人的日常生活,所以他们只有宁愿带上零食和汽水去更远的地方旅行,也不愿坐在小酒馆里享受。 好吧,梅心想,因为这里的气氛更安静,也更适合聊天。

Kak Ayu tiba di lokasi janji temu mereka tak lama setelah Mei duduk di salah satu bangku. Mereka bertemu di kedai rumahan yang menyajikan kudapan-kudapan ringan dan berbagai minuman sederhana. Tak ada pengunjung lain yang duduk di situ petang itu; hanya ada beberapa orang yang datang membeli kudapan untuk dibawa pulang. Rupanya suasana liburan pergantian tahun masih mewarnai keseharian banyak orang, sehingga mereka lebih memilih untuk bepergian lebih jauh dengan membawa bekal makanan-minuman ringan, bukan duduk menikmatinya di kedai. Baguslah, pikir Mei, karena suasana yang lebih sepi dan nyaman untuk mengobrol.

 

 

Pork buns, banana fritters, coffee, and shaved ice dessert arrived at their table. Meanwhile, Mei’s conversation with Ayu had instantly flowed. They chatted about everything from the recent vacation trips to each other’s current daily lives. When Ayu started to scoop her shaved ice dessert with a spoon while asking how Mei was doing, Mei was surprised to hear the answer coming out of her mouth, “I am… really tired…” She really caught the exhausted tone of her own breathing, and her eyes even felt glazed when those words came out. Usually Mei is always quick to pick up on the mood and energy of anyone she interacts with, but this time Mei was actually surprised because she caught her own somber mood and energy. Apparently, she was really very tired. Ayu did not immediately answer Mei’s confession, but her face radiated calmness and at the same time patience in waiting for the rest of Mei’s story. Again, Mei surprised herself. She just let it all out. Throughout Mei’s story, Ayu remained calm and occasionally responded by sharing various personal lessons in dealing with things in her own life. Unbeknownst to her, Mei’s exhaustion has flowed out, leaving her heart and mind. The space inside her was now replaced with freshness and beauty from the pearls of truth that she heard in that conversation with Ayu.

肉包、炸香蕉、咖啡和花生冰上桌了。 与此同时,梅与阿玉姊的谈话也立刻从最近的假期话题转到了彼此的日常生活上。 当阿玉姊开始喂吃她的冰镇红豆时,一边问梅怎么样,惊讶地听到从她自己嘴里说出来的回答,“我……累了,姐姐……” 她真的听到了她疲倦的呼吸声,她的话一出口,眼睛就哀愁了。。 通常梅很快就能捕捉到与她互动的人的心情和能量,但这一次梅真的很惊讶,因为她捕捉到了自己的情绪和能量。 看样子他真的非常累了。 阿玉姊没有立即回答 梅疲惫的告白,但她的脸上散发出平静,同时等待着梅故事的继续。 又一次,梅让自己感到惊讶。 他很直接地讲述了他所有的疲倦。 在梅的整个故事中,阿玉姊始终保持冷静,偶尔会以各种个人经验教训来应对自己生活中的事情。 不知不觉中,梅的疲倦在她的心头和脑海中流出去。 取而代之的是他在与阿玉姊的互动中听到的真理之珠的清水。

Bakpao, pisang goreng, kopi, dan es kacang tiba di meja. Sementara itu, obrolan Mei bersama Kak Ayu langsung mengalir dari topik soal liburan yang baru berlalu sampai keseharian masing-masing. Saat Kak Ayu mulai menyuap es kacang pesanannya sambil menanyakan kabar Mei, Mei kaget sendiri mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya, “Saya… capek, Kak…” Dia sangat menangkap nada lelah dari napasnya, dan matanya pun merasa sayu saat kata-kata itu terlontar. Biasanya Mei cepat menangkap suasana hati dan energi orang yang berinteraksi dengannya, tetapi kali itu Mei justru kaget karena menangkap suasana hati dan energinya sendiri. Rupanya dia memang amat sangat lelah. Kak Ayu tidak langsung menjawab pengakuan lelah Mei, tetapi wajahnya memancarkan ketenangan sekaligus penantian akan kelanjutan cerita Mei. Lagi-lagi, Mei kaget sendiri. Dia lancar bercerita tentang segala kelelahannya. Di sepanjang cerita Mei itu, Kak Ayu tetap tenang dan sesekali menanggapi dengan berbagai pembelajaran pribadinya dalam menghadapi hal-hal dalam kehidupannya sendiri. Tanpa sadar, kelelahan Mei mengalir keluar meninggalkan hati dan pikirannya. Tergantikan dengan air baru yang segar dari butir-butir mutiara kebenaran yang didengarnya dalam interaksinya bersama Kak Ayu.

 

 

Minutes and hours went by. It was time for the meeting to end. There were no official prayer activities or instructions for reading any Bible verses or formal directions to join a particular church program from Ayu, but Mei felt sure that her soul has been touched and her fatigue was taken by God. Through Ayu’s behaviors and words throughout their interaction, God has been present as Someone who did not judge Mei’s mistakes or dictate Mei with various orders in the name of solutions, but instead understood Mei’s weaknesses and strengthened Mei with His love and compassion. Mei also remembered her hope for God’s goodness through that meeting and how it turned out to be true; God has proven that any hope in Him will never be lost in vain.

一分钟又一分钟过去了,一小时又一小时地过去了。 是时候结束互动了。 没有正式的祈祷活动或阅读任何圣经经文的说明,也没有正式的说明以加入阿玉姊的特定教会计划,但梅确信她的灵魂正在被触动,她的疲惫之流得到了上帝的接纳。 通过阿玉姊在整个互动过程中的态度和话语,上帝作为一个人物存在,他不会评判梅的错误,也不会以解决方案的名义对梅下达各种命令,而是理解梅的弱点,并以慈爱来坚固梅。 梅也想起她因与阿玉姊妹的相遇而盼望着神的良善,事实证明是真的,神已经证明,对祂的盼望永远不会落空。

Menit demi menit berlalu, jam demi jam beranjak. Interaksi kali itu sudah waktunya selesai. Tidak ada aktivitas doa yang resmi atau instruksi membaca ayat Alkitab apa pun atau arahan formal untuk mengikuti program gereja tertentu dari Kak Ayu, tetapi Mei merasa pasti bahwa jiwanya sedang disentuh dan aliran kelelahannya ditampung oleh Tuhan. Lewat sikap dan kata-kata Kak Ayu di sepanjang interaksi mereka, Tuhan hadir sebagai Sosok yang tidak menghakimi kesalahan Mei atau mendikte Mei dengan berbagai perintah atas nama solusi, tetapi justru mengerti kelemahan Mei dan menguatkan Mei dengan kasih sayang. Mei pun teringat soal harapannya akan kebaikan Tuhan lewat pertemuannya dengan Kak Ayu itu, dan ternyata benar, Tuhan membuktikan bahwa berharap kepada-Nya tidak akan pernah sia-sia.

 

 

That night, Mei sent a text message to Ayu, thanking her and briefly telling how she felt God has touched her heart through the meeting earlier. Ayu replied to her message warmly. In that particular exchange of text messages, that very moment, Mei felt something good she had not felt for a long time. Her heart finally remembers again and her faith even arises, that God is present and is there with her. She wasn’t the only one experiencing the storm of life; those storms will still exist and the whole world will be hit by more and more violent storms, but God is good and His goodness is perfect. God is strong, even though she herself is often weak. God is always with her and will never leave her alone in any and every storm of life. And, God is always faithful to teach her and hold her and guide her to keep going in the midst of any kind of fatigue. Unable to utter any human words or understand how to express it from her human mind, Mei’s heart flows out thanksgiving to God for her meeting with Ayu.

那天晚上,梅给 阿玉姊发了一条短信,感谢她,并简单地告诉了她早些时候通过那次会面感受到的上帝的触摸。 阿玉姊也热情地回复了她的信息。 回复短信的那一刻,梅感觉到了许久未曾有过的清凉感觉。 他的心再次想起,甚至产生了信心,上帝存在并且仍然与他同在。 他不是唯一经历风暴的人; 风暴仍将存在,整个世界将遭受越来越猛烈的风暴袭击。 然而,上帝是良善的,他的良善是完美的。 上帝是强大的,尽管他自己常常是软弱的。 上帝永远与他同在,永远不会让他在生活的任何风暴中独自一人。 而且,上帝总是忠实地教导他并引导他在任何疲劳中继续前进。 说不出常人的话,梅的心里也感谢神让她与阿玉姊会面。

Malam itu, Mei mengirimkan pesan teks kepada Kak Ayu, mengucapkan terima kasih dan menceritakan singkat sentuhan Tuhan yang dirasakan hatinya lewat pertemuan tadi. Kak Ayu pun membalas pesannya dengan hangat. Ketika sesaat berbalas pesan teks itulah, Mei merasa ada kesejukan yang telah lama tak dia rasakan. Hatinya kembali ingat, bahkan timbul iman, bahwa Tuhan ada dan tetap bersama-Nya. Bukan dirinya saja yang mengalami badai; badai akan tetap ada dan seluruh dunia akan dilandai berbagai badai yang makin hebat. Namun, Tuhan itu baik dan kebaikan-Nya sempurna. Tuhan itu kuat, walau dirinya sendiri sering lemah. Tuhan itu selalu beserta dia dan tak akan pernah meninggalkannya sendiri dalam badai kehidupan apa pun. Dan, Tuhan itu selalu setia mengajarinya dan menuntunnya untuk tetap berjalan di tengah-tengah kelelahan apa pun. Tanpa mampu terucap oleh kata-kata manusia yang pikirannya sendiri bisa pahami, hati Mei pun melepaskan syukur kepada Tuhan untuk pertemuan tadi bersama Kak Ayu.

 

 

“Thank You, God! I am ready to keep going step by step this year in Your guidance, even though the storm still exists,” whispered Mei in her heart this time. Yes, she now knew she was ready.

“感谢上帝! 今年我准备在你的指引下一步步走下去,即使风雨依旧。”这一次小梅心里对自己低语道。 是的,他知道他现在已经完全准备好了

“Terima kasih, Tuhan! Aku siap melanjutkan langkah demi langkahku tahun ini dalam tuntunan-Mu, meski badai masih ada,” bisik Mei dalam hati kali ini. Ya, dia tahu dia sekarang betul-betul siap.

 

“… Look at how much encouragement you’ve found in your relationship with the Anointed One!

You are filled to overflowing with his comforting love. You have experienced

a deepening friendship with the Holy Spirit and have felt his tender affection and mercy.

– Philippians 2:1, TPT

所以,在基督里若有什麽劝勉,爱心有什麽安慰,圣灵有什麽交通,心中有什麽慈悲怜悯,

– Filipi 2:1

“… karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih,

ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

  • Filipi 2:1

 

 

(Mutiara Yasmin/Endang Nataliantini)

2023-01-27T10:33:07+07:00