“I don’t work. I’m just an ordinary housewife.”
我不工作。我只是一個普通的家庭主婦
“Saya tidak bekerja. Saya hanya ibu rumah tangga biasa.”
Who knows how many thousands of times that answer came out of my mouth every single time someone asked me: “What do you do?”
每當有人問我「你是做什麼的?」我不知道有多少次這個答案從我嘴裡脫口而出
Entah sudah berapa ribu kali jawaban itu terlontar dari mulut saya setiap kali orang bertanya, “Kamu kerja apa?”
25 years ago God had called me to go for His mission. For over 15 years I’d been moving from place to place, to do mission work among different tribes, even went to other nations. This has continued even when I got married and started living in the mission field with my husband.
25年前,神呼召我去差傳道。幾十年來,我從一個地方搬到另一個地方,從一個部落到另一個部落傳道,甚至住在别的國家,即使結婚後,我和丈夫仍然侍奉在宣教領域。
25 tahun yang lalu, Tuhan memanggil saya untuk pergi melakukan pekerjaan misi. Belasan tahun saya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, melakukan pekerjaan misi di suku yang satu ke suku yang lain, bahkan sampai tinggal di tengah-tengah bangsa lain, dan setelah menikah pun saya dan suami tetap bergiat di ladang misi.
Then, since God granted us a child, we settled down and I stayed home as a full time housewife. Even though for the last 16 years I enjoyed every second of it, still the words rang in my head: I do nothing. I don’t work.
後來,上帝給了我們孩子,我們就開始安定下來,我就留在家裡料理家務。儘管近16年來,我很享受作為一個母親在照顧丈夫和孩子的每分每秒,但這句話仍然在我腦海中響起:我不工作
Lalu, sejak Tuhan menganugerahkan anak, kami mulai menetap, dan saya tinggal di rumah mengurus rumah tangga. Meskipun saya menikmati setiap detik sebagai ibu yang mengurus suami dan anak-anak selama hampir 16 tahun terakhir, tetap saja, kalimat itu selalu terngiang di kepala saya: saya tidak bekerja.
Felt like I sat doing nothing. Where did the great precious calling go?
感覺好像我什麼都沒做。那個偉大而重要的呼召去了哪裡?
Rasanya, saya tak melakukan apa-apa. Ke mana perginya panggilan yang penting dan besar itu?
Last year, I met a missionary whose wife is a housewife, like me. It was amazing to hear their stories on how God has worked through her. She has won many souls from different tribes and planted several house churches. And amazingly, she has done all of them from home, while taking care of her household.
去年,我遇到一位傳教士,他的妻子是家庭主婦,像我這樣的。聽了他們的故事,上帝透過他的妻子所做的事情似乎非同尋常。她贏得了許多來自不同部落的靈魂,並在家中建立了會眾。讓我驚訝的是,她是在家中进行此事一邊在家做家務!
Tahun lalu, saya berjumpa dengan seorang misionaris yang istrinya yang adalah ibu rumah tangga. Seperti saya. Mendengar cerita-cerita mereka, rupanya luar biasa apa yang Tuhan kerjakan melalui sang istri. Dia telah memenangkan banyak jiwa dari berbagai suku dan merintis jemaat di rumah-rumah. Yang mengagumkan bagi saya, semua itu dia jalankan dari rumah saja sambil mengurus rumah tangga!
That day brought me to a personal reflection, and my mindset changed because of that. I started to ask God to show me the way and to guide me to fulfill His calling in my life. I pondered on His words as written:
從那天起,我開始反思自己,我的心思改變了。我開始祈禱,請求上帝向我展示祂的道路,引導我繼續履行祂在我生命中的呼召。我沉思並相信祂在書寫話語中的應許:
Sejak hari itu saya jadi merenung sendiri, dan pola pikir saya berubah. Saya mulai berdoa meminta kepada Tuhan untuk menunjukkan jalan-Nya yang menuntun saya untuk tetap bisa memenuhi panggilan-Nya dalam hidup saya. Saya merenungkan dan mengimani janji-Nya dalam Firman-Nya yang tertulis ini:
“But you will receive power when the Holy Spirit comes on you; and you will be my witnesses in Jerusalem, and in all Judea and Samaria, and to the ends of the earth.” (Acts 1:8, NIV)
(使徒行傳 1:8) 但圣灵降临在你们身上,你们就必得著能力,并要在耶路撒冷、犹太全地,和撒玛利亚,直到地极,作我的见证。
Kisah Para Rasul 1:8 (TB), “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
When I started to realize who I am according to His promise, the way I see those ordinary things that I do everyday changed. Since then, it’s not that I only drop and pick up my girl from school, but I actually meet souls that need to be reached. I’m not merely having a chit-chat with fellow mothers, but I’m sowing the seeds of the Gospel and sharing the Father’s love. I no longer just gather with friends for fun, but I’m planting a church.
這句話讓我醒悟并认识到按祂的應許我是誰,所以我對自己每天做的事情的看法也改變了。我不再只是接送孩子;我實際上是在遇見靈魂。我不再只是和媽媽們聊天;我其實是在播種福音並傳遞天父的愛。我不再只是和朋友一起相聚;我實際上正在建立一個教会。
Firman itu membuat saya sadar kembali akan siapa saya sesuai janji-Nya, maka cara pandang saya terhadap hal-hal biasa saya lakukan sehari-hari pun ikut berubah. Saya tidak lagi sekadar mengantar jemput anak saya; saya justru sedang berjumpa dengan jiwa-jiwa. Saya tidak lagi hanya mengobrol sesama ibu-ibu; saya justru sedang menabur Injil dan menyalurkan kasih Bapa. Saya tidak lagi asal kumpul-kumpul bersama teman-teman; saya justru sedang merintis jemaat.
“And this gospel of the kingdom will be preached in the whole world as a testimony to all nations, and then the end will come.” (Matthew 24:14, NIV)
这天国的福音要传遍天下,对万民作见证,然後末期才来到 (馬太福音 24:14)
“Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” – Matius 24:14 (TB2)
I know that the time is short. It’s urgent that the Gospel is spread to everyone everywhere. I can’t wait until my children have grown up to start this mission. I must start here and now, because I am “fellow citizens with God’s people and also members of his household, built on the foundation of the apostles and prophets, with Christ Jesus himself as the chief cornerstone” (Eph. 2:19-20, NIV). With this new mindset, to this day I have been ministering to some people from the parent community at my daughter’s school, and pioneering a cell group.
我意識到時間已經不多了。福音必須在任何地方向每個人傳播。我等不到孩子們長大了才去做宣教工作。即使此時此地,我也能按照我的呼召去做,因為我是“这样,你们不再作外人和客旅,是与圣徒同国,是神家里的人了; 并且被建造在使徒和先知的根基上,有基督耶稣自己为房角石, ” (弗2:19-20)。帶著這種新的心態,直到今天,我已經為我孩子學校環境中的幾個靈魂服事,並開始建立團契。
Saya sadar waktunya semakin singkat. Injil harus diberitakan ke mana-mana dan bagi semua orang. Saya tidak bisa menunggu sampai anak-anak berusia lebih besar untuk saya pergi melakukan pekerjaan misi. Di sini dan sekarang pun saya bisa melakukannya sesuai panggilan, karena saya adalah “kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:19-20, TB2). Dengan pola pikir yang baru ini, sampai hari ini saya sudah melayani beberapa jiwa dari lingkungan sekolah anak saya, dan mulai merintis persekutuan.
Now I see, I just need to ask the Lord of the Harvest, Christ the Cornerstone, that His Holy Spirit give me wisdom and guide me. As for me? I just need to surrender myself into His grace and follow His guidance.
事實證明,我只要問擁有莊稼的那一位,房角石的基督,祂的聖靈就會賜給我智慧並引導我。我?只要顺服於恩典並跟隨祂的引導即可。
Ternyata, saya cukup meminta kepada Yang Empunya Tuaian, Kristus Sang Batu Penjuru, maka Roh Kudus-Nya memberikan hikmat dan menuntun saya. Saya? Cukup berserah kepada anugerah dan mengikut pimpinan-Nya saja.