//Hidup yang menjadi inspirasi

Hidup yang menjadi inspirasi

Pada bulan Maret yang lalu, lima orang perempuan dari berbagai bidang pekerjaan menerima penghargaan Indonesian Woman of Change 2015 dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, atas usaha mereka membuat perubahan yang berarti dalam lingkup komunitas maupun nasional. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Febrianti Khairunnisa, yang terpilih atas usahanya meningkatkan partisipasi perempuan dalam perekonomian dan melawan kerusakan lingkungan di Lombok.

Penghargaan yang diterimanya itu bermula dari rasa keprihatinannya melihat kondisi kota Lombok yang dipenuhi dengan semakin banyak sampah. Padahal, kota tempat tinggalnya adalah kota wisata, yang haruslah bersih sebagai representasi dari citra keindahan daya tarik wisatanya. Hati Febrianti terketuk untuk menangani masalah sampah di Lombok. Ia mengajak masyarakat lokal untuk menekan jumlah sampah dengan cara melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenis-jenisnya.

Tidaklah mudah bagi Febrianti untuk melakukan gerakan tersebut, karena masyarakat lokal sudah terbiasa membuang sampah tanpa melakukan pemilahan. Untuk menarik keterlibatan masyarakat, ia tidak hanya memberi penyuluhan, tetapi juga membuat program kredit lunak. Sayangnya, cara itu malah mendatangkan kerugian finansial baginya. Namun, semangatnya tidaklah pudar. Febrianti kembali mencari ide untuk menyelamatkan kondisi kotanya, dan mengubah sistem kredit lunak menjadi tabungan. Masyarakat memilah sampah, kemudian nantinya akan ditimbang dan ditulis di buku tabungan sampah. Sampah hasil pemilahan dihargai mulai dari Rp1.000-Rp4.000 per kilogramnya, kemudian saldo tabungan tersebut hanya boleh diambil pada saat-saat tertentu sesuai dengan program yang diambil. Contohnya, tabungan hari raya hanya dapat diambil saat perayaan Lebaran atau Natal, sedangkan tabungan pendidikan hanya bisa dicairkan setiap semesternya. Di luar itu, masyarakat juga bisa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Jerih payah Febrianti akhirnya membuahkan hasil. Tidak hanya sukses mengurangi jumlah sampah di Lombok, ia juga berhasil memberdayakan perempuan dalam bidang perekonomian. Melalui programnya tersebut, Febrianti membuat para ibu rumah tangga mempunyai simpanan uang yang bisa dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Di samping itu, program ini juga banyak menyerap tenaga kerja manusia. Setidaknya terdapat 200 orang yang bekerja untuk mengelola sampah di dalam kegiatan programnya. Bahkan Dinas Kebersihan pemerintah setempat juga berhasil digaetnya untuk bekerja sama.

“Saya menikah dengan pria yang lulus kuliah karena bapaknya mengumpulkan sampah. Kami ingin pengalaman ini bisa menginspirasi masyarakat Indonesia, agar mereka tidak menjadi orang yang skeptis. Sampah bisa dikelola dengan baik dan bisa menghasilkan uang. Kami janjikan adanya manfaat dari mengelola sampah,” ujar Febrianti.

Banyak wanita di dunia maupun di dalam Alkitab hidupnya menjadi inspirasi bagi masyarakat ataupun orang-orang di sekitarnya. Ini menunjukkan bahwa memang wanita memiliki daya atau kekuatan khusus untuk menjadi penolong (??? ?e?zer), yang memberi dampak dan kehidupan di manapun ia berada. Itu sebabnya, setiap wanita memiliki potensi untuk menjadi inspirasi bagi siapapun dan di manapun ia berada.

Bagaimana dengan hidup Anda sendiri sebagai wanita? Apakah hidup Anda telah menjadi inspirasi bagi orang lain? Ajukanlah pertanyaan berikut ini kepada diri Anda: Apa yang orang lain rasakan ketika bersama-sama dengan Anda? Apakah mereka merasa diberi semangat? Apa yang menjadi kerinduan/hasrat terdalam Anda? Apakah Anda mampu bersikap dengan tulus sehingga kesaksian hidup Anda dapat membawa orang-orang kepada Kristus? Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengingatkan kita bahwa di manapun kita berada, cara hidup kita bagaikan aroma yang pasti akan tercium oleh orang lain di sekitar kita, sebagaimana yang dikatakan oleh Paulus, “Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa” (2 Kor. 2:15).

Jika hidup kita selalu menginspirasikan kasih, kasih yang kita berikan kepada orang lain ini pun menjadi seumpama buku yang terbuka dan dapat dibaca oleh orang-orang di sekitar kita. Kerinduan/hasrat terdalam Yesus ketika berada di dunia ini adalah keselamatan umat manusia, karena Ia begitu mengasihi setiap manusia. Itu sebabnya, di manapun Ia berada, hidupNya senantiasa menyentuh jiwa-jiwa dengan kasih itu, bahkan Ia rela mati sebagai bukti kerinduan terdalam dari kasihNya. Tidaklah heran, jika pengorbanan Yesus menjadi inspirasi bagi dunia sampai saat ini.

Ketika kita menjadi ciptaan yang baru di dalam Tuhan, kita pun mengalami perubahan secara pribadi, yaitu dijadikan serupa dan segambar dengan Dia (2 Kor. 5:17 dan 3:18). Hal ini menunjukkan bahwa kita dapat memiliki cara hidup Kristus yang menjadi inspirasi bagi dunia ini. Cara hidup Kristus menjadi nyata dalam kehidupan kita, ketika kita memiliki hasrat untuk selalu menyenangkan Tuhan melalui segala hal yang kita lakukan; entahkah itu saat kita melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari, menyediakan kebutuhan suami, bekerja, mengantar anak-anak ke sekolah, mengobrol dengan teman-teman, dsb. Gebrakan besar yang dilakukan oleh Febrianti, bermula dari apa yang ia temui dan biasa lakukan sehari-hari. Nah, apa yang biasa Anda temui dan lakukan sehari-hari?

Ingatlah, hidup yang menyenangkan Tuhan merupakan hidup yang menjadi inspirasi bagi orang lain. Saat kita menyenangkan Tuhan, ini berarti kita menjadikan Tuhan sebagai fokus dan sumber dari segala sesuatu dalam kehidupan kita. Setiap sikap, tindakan dan kata-kata kita menjadi persembahan yang kita berikan kepada Tuhan setiap hari. Kita memang tidak akan pernah mampu menjadi pribadi yang menyenangkan setiap orang, tetapi kita pasti menjadi pribadi yang hidupnya dilihat dan dipelajari (berhasil maupun gagal) oleh setiap orang. Cara kita hidup pasti terlihat dan terasa oleh orang-orang di sekitar kita, dan  senantiasa akan meninggalkan kesan bagi orang-orang yang kita temui. Febrianti saja yang bukan seorang anak Tuhan dapat menjadi inspirasi melalui hidupnya, bahkan seolah menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menolong orang lain, terlebih lagi kita yang sudah diselamatkan dan dibenarkan lewat kematian Kristus, Sang Inspirasi Kasih yang sejati itu sendiri. Hidup yang menginspirasi adalah tanda nyata kehadiran Kristus kepada dunia.

2019-10-17T16:47:08+07:00