//Hikmat untuk Menghadapi Orang Bebal

Hikmat untuk Menghadapi Orang Bebal

ImageHIKMAT UNTUK MENgHADAPI ORANG BEBAL

Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia (Amsal 26:4)

Renungan:
Pada suatu Minggu pagi, seorang koster (petugas pembersih gedung gereja) sibuk menyapu gedung untuk kebaktian pagi di pinggiran sebuah kota di Papua. Ketika menyapu, ia menemukan seseorang yang mabuk dan terbaring dalam selokan di pintu gereja. Sang koster berkata, “Bangun-bangun. Ko (maksudnya engkau) tidur di sini, orang lain mau datang gereja.” Orang yang mabuk itu menjawab, “Mengapa ko mengusir aku dari rumah bapaku?” Koster menjawab, “Ko dari atas kah? (maksudnya mereka yang tinggal di atas gunung-gunung)” Dan orang yang mabuk itu menjawab, “Ko sendiri yang mengatakannya.” Itulah jawaban orang bebal. Salomo berkata, “Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia (Amsal 26:4).” Berapa banyak dari kita yang bertemu orang-orang bebal seperti ini di kantor atau rumah? Mereka tidak akan menerima nasihat Anda. Salomo berkata, “Seperti salju di musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatan pun tidak layak bagi orang bebal,”(Amsal 26:1). Doakan mereka sampai ada kesempatan yang tepat untuk menuntun mereka kembali ke jalan yang benar.

Refleksi:
1.Pernahkah Anda menghadapi orang bebal seperti contoh di atas?
2.Sudakah Anda mendoakan mereka untuk menuntun mereka kembali ke jalan yang benar?
3.Petiklah hikmat dari kehidupan sehari-hari yang Anda jalani bersama Tuhan untuk pertumbuhan rohani Anda sendiri.

Repetisi:
1.Kenalilah perilaku orang-orang di sekeliling Anda, dan jadilah bijak.
2.Renungkanlah Amsal 26:1 dan 4 untuk menghadapi orang-orang di sekitar Anda.

2019-10-10T01:03:35+00:00