HOAX

Namun di sisi lain, kita perlu belajar dari fenomena ini. Sebagai anak Tuhan yang telah ditebus lunas untuk hidup dalam kebenaran, seharusnya kita tidak ikut terlibat dalam meneruskan hoax. Lebih jauh lagi, sebenarnya kita justru bisa menggunakan media sosial untuk menyebarkan kabar baik. Apa kabar baik yang seharusnya kita sebarkan ini?

Berbeda dengan hoax yang tidak jelas kebenaran dan asal-usulnya, kabar baik yang telah kita terima sudah jelas asal-usulnya. Kabar baik ini berasal dari Firman Tuhan dan sudah terbukti benar, karena sudah kita alami dan saksikan sendiri dalam hidup kita dan para penerimanya yang lain di sepanjang sejarah.

Mari, sebagai orang yang sudah memiliki kabar baik yang benar dan jelas ini, kita bangun kebiasaan menyebarkan dan menceritakannya pada semua orang. Makin banyak anak Tuhan yang terlibat dalam menyebarkan kabar baik dan benar, maka hoax pun akan hilang dengan sendirinya. Inilah cara kita mengalahkan hoax, yaitu dengan berperan aktif sebagai anak Tuhan.

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2)

2019-10-17T12:04:09+07:00